Prosesi Pernikahan Adat Aceh: Ba Ranup ke Tueng Dara Baro
Senin, 14 September 2026 · Diperbarui Jumat, 2 Oktober 2026
Prosesi pernikahan adat Aceh berjalan dari jak keumalen (penjajakan), jak ba ranup (lamaran), jak ba tanda (pertunangan), malam peugaca dan peusijuek, ijab kabul, intat linto, sampai tueng dara baro sekitar tujuh hari kemudian. Intat linto dan tueng dara baro digelar di rumah berbeda pada hari berbeda, jadi keduanya harus tertulis terpisah di undangan.

Catatan: adat Aceh berbeda menurut daerah (Aceh Besar, Pidie, Aceh Utara, Aceh Barat, Aceh Tamiang, Gayo, Aneuk Jamee, sampai keluarga perantauan), dan tiap keluarga punya versinya sendiri. Anggap tulisan ini gambaran umum, bukan patokan mutlak. Untuk acaramu, yang menentukan tetap tokoh adat dan tetua keluarga yang memimpin.
Apa saja urutan prosesi pernikahan adat Aceh?
Urutan umumnya delapan tahap, dan hanya intat linto, resepsi, serta tueng dara baro yang melibatkan tamu di luar keluarga. Urutan di bawah mengikuti ringkasan di portal Budaya Indonesia, disesuaikan untuk kebutuhan menyusun undangan.
| # | Tahap | Isi singkat | Pelaku utama | Tamu umum? |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Jak keumalen | Penjajakan: keluarga pria bersilaturahmi sambil mengamati calon mempelai wanita dan keluarganya | Orang tua atau utusan pria | Tidak |
| 2 | Jak ba ranup (meulake) | Lamaran resmi dengan membawa sirih dan kue | Keluarga pria | Tidak |
| 3 | Jak ba tanda | Pertunangan: mengantar tanda, membahas mahar, tanggal, dan rombongan | Dua keluarga | Tidak |
| 4 | Peugaca dan peusijuek | Malam berinai, 3 sampai 7 hari, dengan tepung tawar oleh sesepuh | Keluarga wanita | Tidak |
| 5 | Ijab kabul | Akad nikah | Wali, penghulu, saksi, keluarga | Terbatas |
| 6 | Intat linto (wo linto) | Mempelai pria diantar ke rumah mempelai wanita | Dua keluarga besar | Ya |
| 7 | Peulhe / peutujoh | Mempelai pria diantar kembali pada hari ke-3 atau ke-7 | Keluarga | Sesuai keluarga |
| 8 | Tueng dara baro | Mempelai wanita diundang ke rumah mertua | Keluarga wanita dan pria | Sesuai keluarga |
Jumlah tahap di sumber lain berbeda (6, 8, bahkan 15 di artikel populer) karena ritual perawatan seperti koh gigo, koh andam, peumano, dan khatam Al-Qur'an ada yang menghitungnya sebagai tahap sendiri dan ada yang tidak. Pakailah daftar yang dipakai keluargamu, bukan angka dari internet.
Apa arti istilah-istilah adat Aceh?
Istilah di bawah bisa kamu buka sambil mendengarkan keluarga berdiskusi. Ejaannya sering beragam antar sumber.
| Istilah | Artinya |
|---|---|
| Linto baro / dara baro | Mempelai pria / mempelai wanita |
| Theulangke (seulangke) | Perantara yang mewakili keluarga pria menjajaki dan melamar |
| Jak ba ranup (ranub) | Lamaran resmi; secara harfiah "mengantar sirih" |
| Jak ba tanda | Pertunangan; mengantar tanda pengikat |
| Lapek tanda | Seperangkat pakaian yang ikut diantar saat jak ba tanda |
| Talam / dalong | Wadah berhias untuk membawa antaran |
| Jeulamee (jeulamei) | Mahar, biasanya emas |
| Mayam | Satuan berat emas untuk mahar |
| Peng angoh | "Uang hangus": uang tunai untuk membantu biaya pesta pihak wanita |
| Peusijuek | Tepung tawar: pemercikan air, beras, dan daun oleh tetua sebagai doa restu |
| Peugaca (boh gaca) | Malam berinai menjelang pernikahan |
| Peunganjo | Pendamping mempelai yang membimbing langkah dan sungkem |
| Seumapa | Berbalas pantun antara rombongan linto baro dan keluarga dara baro |
| Peutren linto | Rombongan pengantar mempelai pria |
| Intat linto (wo linto, tueng linto baro) | Mengantar dan menyambut mempelai pria di rumah mempelai wanita |
| Tueng dara baro | Kunjungan mempelai wanita ke rumah mertua |
| Meukerija | Pesta; di sebagian daerah berlangsung 3 sampai 7 malam |
Bagaimana jalannya jak keumalen sampai jak ba tanda?
Tiga tahap ini urusan keluarga, tapi di sinilah tanggal, mahar, dan jumlah rombongan ditentukan, jadi undanganmu baru bisa dibuat setelahnya.
Jak keumalen. Beberapa orang dari pihak pria datang bersilaturahmi sambil memperhatikan calon mempelai wanita, suasana rumah, dan perilaku keluarganya, sekaligus menanyakan apakah ia sudah bertunangan. Pelakunya orang tua atau utusan khusus (theulangke). Hari ini banyak keluarga kota melewati perantara dan langsung melamar.
Jak ba ranup. Utusan keluarga pria membawa sirih dan kue; keluarga wanita bermusyawarah. Kalau lamaran diterima, lanjut ke jak ba tanda; kalau ditolak, jawabannya disampaikan dengan alasan dan cara yang baik. Penelitian di Aceh Utara mencatat cincin emas dua sampai tiga mayam sering ikut diserahkan pada tahap ini, dan boleh dihitung sebagai bagian mahar atau tidak, tergantung kebiasaan keluarga wanita (JEULAME, UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe, Des 2022).
Jak ba tanda. Pihak pria membawa sirih lengkap dengan makanan kaleng, seperangkat pakaian yang disebut lapek tanda, dan perhiasan emas di dalam talam atau dalong berhias. Talam dikembalikan berisi kue-kue. Yang dibahas: jeulamee, peng angoh, tanggal pernikahan, jumlah undangan, dan jumlah rombongan pihak pria (Budaya Indonesia).
Apa itu mayam, dan berapa mahar di Aceh?
Mayam adalah satuan berat emas untuk menyebut mahar (jeulamee) di Aceh; satu mayam setara 3,33 gram (As-Syifa, 2024). Mahar berbentuk emas dan tidak disebut dalam rupiah, jadi nilainya naik-turun mengikuti harga emas.
| Mahar (jeulamee) | Peng angoh (uang hangus) | |
|---|---|---|
| Bentuk | Emas, dihitung dalam mayam | Uang tunai |
| Fungsi | Bagian akad, disebut saat ijab kabul | Membantu biaya pesta pihak wanita |
| Dibahas kapan | Jak ba tanda | Jak ba tanda |
| Ditulis di undangan? | Tidak | Tidak |
Soal jumlah: satu penelitian di Kecamatan Paya Bakong, Aceh Utara, mencatat mahar perempuan biasa 10 mayam (sekitar 33 gram) dan 15 sampai 25 mayam untuk yang berasal dari keluarga mampu, berpendidikan tinggi, atau berprofesi tertentu, berdasarkan wawancara dengan Ketua MAA Lhokseumawe (JEULAME, Des 2022; data satu kecamatan, bukan tarif Aceh). Artinya angka sangat bergantung daerah dan kesepakatan keluarga. Penjelasan mahar secara umum ada di panduan mahar pernikahan.
Apa yang terjadi di malam peugaca dan peusijuek?
Malam peugaca berlangsung 3 sampai 7 hari menjelang pernikahan, dengan peusijuek gaca yang dipimpin sesepuh adat; urutannya dimulai ibu calon pengantin wanita, lalu keluarga terdekat (Budaya Indonesia). Peusijuek adalah ritual restu: tetua memercikkan air dan menaburkan beras dan daun sambil mendoakan. Halaman ini tidak menafsirkan makna keagamaannya lebih jauh.
Rangkaian perawatan di sekitarnya, dengan catatan seberapa sering dijalankan sekarang:
| Ritual | Isi singkat | Status sekarang |
|---|---|---|
| Peumano | Calon pengantin dimandikan, dipayungi dan diarak ke pemandian oleh pendamping dalam jumlah ganjil, diiringi shalawat | Masih ada di sebagian keluarga |
| Khatam Al-Qur'an | Calon dara baro menamatkan bacaan di hadapan guru ngaji, lalu meminta maaf dan restu | Sering dipertahankan sebagai acara keagamaan tersendiri |
| Koh andam | Mengerik bulu halus di wajah; rambutnya ditanam dalam kelapa yang diukir | Jarang sebagai ritual adat |
| Koh gigo | Meratakan gigi, dulu tanda status menikah | Sudah jarang karena alasan kesehatan |
Dua catatan praktis. Malam peugaca itu acara keluarga dan kerabat dekat, jadi jangan sebar tautan undangannya ke daftar tamu resepsi. Dan busana dara baro bisa berganti tiap malam selama rangkaian berlangsung.
Bagaimana ijab kabul dalam adat Aceh?
Ijab kabul dihadiri wali, penghulu, saksi, dan keluarga; di banyak tempat ia digelar terpisah dari intat linto, di masjid atau meunasah. Yang khas: jumlah mahar biasanya disebut dalam mayam. Redaksi persisnya berbeda antar keluarga dan penghulu, jadi tanyakan langsung ke penghulu yang memimpin. Syarat dan prosedur pencatatan akad tidak dibahas di sini; ikuti arahan KUA setempat.
Seperti apa hari intat linto?
Intat linto adalah puncak acara yang paling ditunggu: mempelai pria diantar ke rumah mempelai wanita. Langkah-langkahnya, menurut ringkasan Budaya Indonesia, kira-kira begini:
- Berangkat. Linto baro sungkem kepada orang tuanya, lalu berangkat bersama rombongan peutren linto sambil melantunkan shalawat.
- Dijemput. Keluarga dara baro menjemput rombongan sekitar 500 meter dari rumah.
- Seumapa. Kedua pihak berbalas pantun. Menurut sumber ini, kalau pihak linto baro kalah, acara tidak dapat dilanjutkan; kalau menang, orang tua kedua pihak bertukar sirih.
- Masuk rumah. Linto baro dipayungi satu atau dua pemuda dari pihak dara baro, lalu dibimbing peunganjo membasuh kaki sebelum masuk, bermakna memasuki rumah tangga dalam keadaan suci lahir batin.
- Bersanding dan sujud. Dara baro, didampingi peunganjo, menyambut dan sungkem kepada mempelai pria; mempelai pria menggenggam tangannya sambil menyelipkan amplop berisi uang sebagai lambang tanggung jawab nafkah. Keduanya lalu bersujud kepada orang tua.
- Peusijuek. Keluarga dari dua pihak bergantian memeusijuek dan memberi uang atau barang berharga; sumber ini mencatat jumlah anggota keluarga yang melakukannya tidak boleh genap.
Setelah acara, di banyak tempat linto baro pulang ke rumahnya, lalu diantar kembali pada hari ke-3 atau ke-7 (disebut peulhe atau peutujoh). Di tahap itu mempelai menanam bibit kelapa bersama dan pihak pria membawa antaran seperti makanan, kopi, teh, dan perlengkapan dapur. Jadi "mempelai pria tinggal di mana minggu ini" adalah pertanyaan nyata yang perlu dijawab keluarga sebelum undangan dibuat.
Kapan tueng dara baro, dan apa bedanya dengan intat linto?
Tueng dara baro dilaksanakan tujuh hari setelah wo linto (atau pada hari ketujuh setelah intat linto menurut Nukilan), dengan mempelai wanita diantar rombongan keluarganya, umumnya perempuan, ke rumah mertua. Detail penerimaannya berbeda dari intat linto:
| Intat linto | Tueng dara baro | |
|---|---|---|
| Tuan rumah | Keluarga mempelai wanita | Keluarga mempelai pria |
| Seumapa dan cuci kaki | Ada | Tidak ada |
| Sambutan | Tukar sirih, peusijuek | Tukar sirih, disambut taburan beras, bunga rampai, dan daun di pintu |
| Bawaan | Antaran pihak pria | Hidangan dan kue dari pihak wanita dalam talam atau dalong |
| Setelah itu | Mempelai pria kerap pulang dulu | Dara baro menginap sekitar tujuh hari menurut Budaya Indonesia, tiga hari tiga malam menurut Nukilan |
Perbedaan lama menginap itu contoh konkret bahwa kebiasaan antar daerah tidak sama; sumber tueng dara baro lainnya ada di Nukilan (9 April 2021), yang juga mencatat kebiasaan memperkenalkan dara baro ke dapur, dengan memegang tempat garam dan karung beras. Fungsinya mirip ngunduh mantu di Jawa, tapi nama dan urutannya khas Aceh.
Contoh rundown hari intat linto
Kerangka yang umum untuk hari intat linto sampai resepsi. Geser jamnya sesuai acaramu.
08.00 WIB - Akad nikah (di rumah/masjid pihak mempelai wanita)
09.30 WIB - Ramah tamah keluarga inti
11.00 WIB - Rombongan intat linto tiba, penyambutan adat
11.30 WIB - Idang bu bisan (jamuan untuk besan)
12.30 WIB - Pengantin bersanding di pelaminan
13.00 WIB - Resepsi, tamu mulai berdatangan
[H+7] 10.00 WIB - Tueng dara baro di kediaman keluarga mempelai pria
Kerangka resepsi yang lebih rinci ada di rundown acara resepsi pernikahan, dan susunan akad umum di susunan acara akad nikah.
Bagaimana menulis rangkaian adat Aceh di undangan digital?
Akad, intat linto, dan tueng dara baro berbeda lokasi, tamu, dan kadang hari. Undangan satu halaman dengan satu tanggal dan satu alamat tidak cukup.
Di Undaku, satu undangan bisa memuat beberapa acara. Tiap acara punya judul, tanggal, jam, zona waktu, lokasi, tautan peta, keterangan sesi, dan dress code sendiri. Pilihan jenis acaranya mencakup akad, resepsi, lamaran, khitanan, aqiqah, wisuda, dan custom, sama di semua tema. Praktisnya, "Akad Nikah", "Intat Linto", dan "Tueng Dara Baro" bisa kamu tulis sebagai tiga acara terpisah dalam satu tautan, masing-masing dengan alamat dan peta sendiri.
Aceh berada di zona WIB. Tetap tulis WIB di tiap acara supaya tamu dari WITA atau WIT tidak menebak.
Siapa diundang ke acara yang mana?
| Acara | Siapa yang umumnya hadir |
|---|---|
| Malam peugaca dan peusijuek | Keluarga inti dan kerabat dekat |
| Ijab kabul | Wali, saksi, penghulu, keluarga inti |
| Intat linto | Keluarga besar dua pihak, tokoh adat, rombongan peutren linto |
| Resepsi | Teman, rekan kerja, relasi keluarga |
| Peulhe dan tueng dara baro | Keluarga inti dan tetua yang mendampingi |
Tulis di tiap baris acara siapa yang dituju (misalnya "khusus keluarga"), supaya tamu bisa menilai sendiri mana yang berlaku untuknya. Cara mengatur daftar tamunya ada di cara mengelola daftar tamu undangan.
Contoh teks undangan dan pesan WhatsApp
Teks undangan yang memuat seluruh rangkaian, tinggal kamu salin dan ganti isinya:
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Tanpa mengurangi rasa hormat, kami bermaksud mengundang
Bapak/Ibu/Saudara/i untuk menghadiri acara pernikahan kami:
[Nama Mempelai Wanita]
putri dari Bapak [Nama] dan Ibu [Nama]
dengan
[Nama Mempelai Pria]
putra dari Bapak [Nama] dan Ibu [Nama]
AKAD NIKAH
Sabtu, [tanggal] - pukul 08.00 WIB
[Nama masjid atau alamat]
INTAT LINTO
Sabtu, [tanggal] - pukul 11.00 WIB
[Alamat kediaman mempelai wanita]
RESEPSI
Sabtu, [tanggal] - pukul 13.00 WIB sampai selesai
[Alamat]
TUENG DARA BARO (khusus keluarga)
[Hari], [tanggal] - pukul 10.00 WIB
[Alamat kediaman mempelai pria]
Merupakan suatu kehormatan dan kebahagiaan bagi kami apabila
Bapak/Ibu/Saudara/i berkenan hadir dan memberikan doa restu kepada kami.
Atas kehadiran dan doa restunya, kami ucapkan terima kasih.
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Kami yang berbahagia,
[Nama Mempelai Pria] & [Nama Mempelai Wanita]
beserta keluarga besar
Pesan pengantar untuk kerabat yang diundang ke malam peugaca dan peusijuek:
Assalamu'alaikum, [Nama].
Kami mengundang [Nama] sekeluarga pada malam peugaca
[hari], [tanggal], pukul 20.00 WIB di [alamat].
Acara ini khusus keluarga dan kerabat dekat.
Rangkaian lengkap acara ada di tautan ini: [tautan undangan]
Mohon doa restunya.
Pesan khusus untuk tamu yang diundang ke tueng dara baro:
Assalamu'alaikum, [Nama].
Sebagai kelanjutan dari acara akad dan intat linto,
kami mengundang [Nama] sekeluarga pada acara tueng dara baro
[hari], [tanggal], pukul 10.00 WIB di [alamat kediaman mempelai pria].
Acara ini khusus keluarga. Detail lengkapnya ada di [tautan undangan].
Balasan singkat kalau ada tamu yang bertanya kenapa ada beberapa acara di undangan:
Rangkaian pernikahan kami ada beberapa acara, [Nama]:
akad, intat linto, dan tueng dara baro, di dua rumah berbeda.
Semua jam, lokasi, dan petanya sudah kami tulis lengkap di tautan ini
supaya [Nama] tidak perlu bertanya-tanya lagi: [tautan undangan]
Apa yang perlu diputuskan keluarga sebelum undangan dibuat?
- Intat linto dan resepsi satu hari atau terpisah? Keduanya bisa di hari yang sama tapi tetap dua acara.
- Mempelai pria pulang dulu atau menginap? Kalau ada peulhe di hari ke-3 atau ke-7, tulis sebagai acara keluarga.
- Hari tueng dara baro dan lama menginap dara baro. Tanyakan ke tetua; angkanya beda antar daerah.
- Acara adat mana yang terbuka. Peugaca dan peusijuek umumnya tidak.
- Jumlah rombongan peutren linto. Dibahas di jak ba tanda, dan menentukan kapasitas tempat.
Kalau tueng dara baro dipadatkan menjadi kunjungan sederhana atau dipindah jadwalnya, jangan cuma menghapus barisnya dari undangan. Tulis acara mana yang berubah, supaya kerabat tidak menunggu kabar yang tidak ada. Tradisi seperti koh gigo dan koh andam memang makin jarang dijalankan, jadi tidak menjalankannya bukan berarti pernikahanmu kurang adat.
Apa yang dipakai mempelai dan tamu?
| Siapa | Yang umum dipakai |
|---|---|
| Mempelai pria (linto baro) | Busana adat dengan meukeutop (penutup kepala), meukasah (jas), dan sileuweu (celana bersulam emas) |
| Mempelai wanita (dara baro) | Baju kurung bersulam emas dengan patam dhoe (mahkota) |
| Keluarga inti dan rombongan intat linto | Pakaian adat atau seragam keluarga senada |
| Tamu resepsi | Busana sopan tertutup; pakaian adat tidak perlu |
Detail bentuk dan warna berbeda antar daerah di Aceh, jadi samakan dengan perias dan keluarga sebelum ditulis di undangan. Pertimbangan seragam ada di seragam keluarga pernikahan, dan aturan berpakaian tamu di dress code kondangan.
Bagaimana kalau pasangan beda suku?
Pernikahan Aceh dengan pasangan dari luar Aceh membawa satu pertanyaan tambahan: intat linto dan tueng dara baro tetap dijalankan penuh atau dipadatkan mengikuti kebiasaan daerah asal pasangan. Itu kesepakatan dua keluarga yang sebaiknya tuntas sebelum undangan dibuat. Pola yang biasa dipakai ada di pernikahan beda suku. Untuk perbandingan dengan rangkaian adat lain yang berbasis banyak acara, lihat prosesi pernikahan adat Sasak dan prosesi pernikahan adat Bugis.
Tema undangan apa yang cocok untuk adat Aceh?
Undaku belum punya kategori tema khusus Aceh. Yang paling dekat ada tiga:
| Kategori | Kenapa cocok |
|---|---|
| Islamic | Mayoritas pernikahan Aceh digelar secara Islam; nuansanya pas untuk akad |
| Melayu | Motif songket dan palet keemasannya berdekatan dengan busana adat Aceh |
| Luxury | Dominan emas dan gelap, cocok untuk acara adat yang digelar besar |
Yang lebih menentukan bukan kategorinya, tapi apakah undanganmu bisa memuat beberapa acara di rumah berbeda tanpa berantakan. Nuansa motif adat lain bisa kamu bandingkan di panduan undangan pernikahan adat.
Pertanyaan yang sering muncul
Apa urutan pernikahan adat Aceh?
Jak keumalen, jak ba ranup, jak ba tanda, malam peugaca dan peusijuek, ijab kabul, intat linto, peulhe atau peutujoh, lalu tueng dara baro. Jumlah tahap di sumber berbeda antara 6 sampai 15 karena ritual perawatan dihitung berbeda.
Apa itu intat linto?
Intat linto (wo linto) adalah acara mengantar dan menyambut mempelai pria di rumah mempelai wanita, lengkap dengan berbalas pantun, tukar sirih, dan peusijuek. Di banyak keluarga inilah puncak acara adatnya.
Apa itu tueng dara baro?
Tueng dara baro adalah kunjungan mempelai wanita beserta rombongan ke rumah mertua, sekitar tujuh hari setelah intat linto. Ia mirip ngunduh mantu di adat Jawa tetapi dengan urutan dan istilah khas Aceh.
Berapa mayam mahar di Aceh?
Tidak ada angka baku. Satu penelitian di Paya Bakong, Aceh Utara, mencatat 10 mayam untuk perempuan biasa dan 15 sampai 25 mayam untuk yang berstatus lebih tinggi. Satu mayam 3,33 gram, dan jumlah di keluargamu ditentukan musyawarah.
Apa itu peusijuek?
Peusijuek adalah tepung tawar: tetua memercikkan air dan menaburkan beras dan daun sambil mendoakan calon pengantin atau mempelai. Di adat Aceh ia hadir di malam peugaca dan di intat linto.
Wajibkah koh gigo dan khatam Al-Qur'an?
Tidak. Koh gigo sudah jarang dijalankan, dan khatam Al-Qur'an sering menjadi acara keagamaan tersendiri. Keputusannya ada pada keluarga.
Susun rangkaian adat Aceh-mu di satu tautan
Rangkaian Aceh hampir selalu lebih dari satu acara, di lebih dari satu rumah, kadang di lebih dari satu hari. Di Undaku kamu bisa menuliskan semuanya di satu undangan digital — tiap acara dengan jam, lokasi, dan petanya sendiri — lalu membagikan satu tautan yang sama ke semua tamu. Mulai buat undangannya di Undaku, gratis untuk dicoba sebelum kamu putuskan.