← Semua artikel

Undangan Pernikahan Bahasa Bali: Contoh Teks & Artinya

Rabu, 30 September 2026 · Diperbarui Jumat, 2 Oktober 2026

Undangan pernikahan bahasa Bali, atau undangan pawiwahan, paling umum memakai badan teks bahasa Indonesia dengan salam pembuka Om Swastyastu dan penutup Om Santih Santih Santih Om; badan teks yang seluruhnya berbahasa Bali jarang. Di bawah ada kedua model beserta arti tiap barisnya, 6 teks lengkap, dan 11 variasi pendek.

Bunga jepun putih dalam keranjang anyaman di atas kain berwarna emas

Bagian mana dari undangan pawiwahan yang berbahasa Bali?

Biasanya hanya salam pembuka, salam penutup, dan judul acara; badan teksnya paling sering bahasa Indonesia. Kami mengecek undangan pawiwahan online yang nyata. Kami tidak mengarang kalimat Bali sendiri. Kalimat Bali di sini hanya yang muncul dalam bentuk sama di minimal dua undangan atau sumber berbeda.

Sebelum menyalin, lihat dulu bagian mana yang biasanya berbahasa Bali.

Bagian undanganBiasanya berbahasa
Salam pembuka (Om Swastyastu)Bali/Hindu
Salam penutup (Om Santih Santih Santih Om)Bali/Hindu
Judul acara (Pawiwahan, Manusa Yadnya)Bali
Kalimat pengantar undanganPaling sering Indonesia, kadang Bali
Nama mempelai dan nama orang tuaPaling sering Indonesia; undangan yang penuh bahasa Bali menulisnya dalam bahasa Bali
Label hari, tanggal, jam, tempatCampuran: Indonesia atau Bali
Ucapan terima kasih di akhirIndonesia, atau Bali pada undangan yang penuh bahasa Bali

Jadi kalau kamu hanya ingin nuansa Bali, cukup pakai Model A di bawah. Kalau kamu ingin badan teksnya juga berbahasa Bali, pakai Model B.

Satu hal lagi: undangan asli tidak menulis tingkatan bahasanya. Kerangka Model B memakai kata halus seperti "titiang". Kami menampilkannya persis seperti di undangan asli dan tidak mengubahnya ke tingkatan lain (alus, madia, atau kasar).

Seperti apa teks lengkap Model A (badan bahasa Indonesia)?

Ini model yang paling banyak dipakai. Salam Bali di awal dan akhir, isi undangan dalam bahasa Indonesia. Ganti isian dalam kurung siku.

Om Swastyastu

Atas Asung Kertha Wara Nugraha Ida Sang Hyang Widhi Wasa,
kami mengundang Bapak/Ibu/Saudara/i untuk menghadiri upacara pawiwahan kami:

[Nama Mempelai Pria]
putra dari Bapak [Nama] dan Ibu [Nama]

dengan

[Nama Mempelai Wanita]
putri dari Bapak [Nama] dan Ibu [Nama]

Hari : [Hari]
Tanggal : [tanggal]
Pukul : [jam] WITA sampai selesai
Tempat : [alamat]

Merupakan suatu kehormatan dan kebahagiaan bagi kami apabila
Bapak/Ibu/Saudara/i berkenan hadir dan memberikan doa restu kepada kami.

Atas kehadiran dan doa restunya, kami ucapkan terima kasih.

Om Santih Santih Santih Om

Kami yang berbahagia,
[Nama Mempelai Pria] & [Nama Mempelai Wanita]
beserta keluarga besar

Salam pembuka dan penutup di atas sama dengan yang dipasang otomatis oleh pilihan pembuka Hindu di Undaku.

Seperti apa teks lengkap Model B (berkerangka bahasa Bali)?

Model ini menaruh kalimat Bali di tiga tempat: kalimat pengantar, label acara, dan ucapan terima kasih. Sisanya tetap bahasa Indonesia.

Om Swastyastu

Atas Asung Kertha Wara Nugraha Ida Sang Hyang Widhi Wasa,
titiang jagi nangun yadnya, ngewentenang Upacara Manusa Yadnya (Pawiwahan).

[Nama Mempelai Pria]
putra dari Bapak [Nama] dan Ibu [Nama]

dengan

[Nama Mempelai Wanita]
putri dari Bapak [Nama] dan Ibu [Nama]

Rahina : [Hari]
Pinanggal : [tanggal]
Dauh : [jam] WITA nyantos puput
Genah : [alamat]

Antuk sapengrawuh Ida Dane sareng sami, nenten lali titiang ngaturang suksmaning manah.

Om Santih Santih Santih Om

Kami yang berbahagia,
[Nama Mempelai Pria] & [Nama Mempelai Wanita]
beserta keluarga besar

Dua catatan tentang kerangka ini:

  • Baris "Atas Asung Kertha Wara Nugraha..." sama dengan baris di pembuka Hindu Undaku. Kata pertama baris ini ditulis berbeda di sebagian undangan. Kami memakai versi Undaku dan tidak menampilkan alternatifnya.
  • Baris nama orang tua tetap bahasa Indonesia. Undangan asli berbeda-beda di bagian ini, dan kami tidak menemukan bentuk Bali yang sama di dua sumber atau lebih.

Apa arti tiap baris di Model B?

Semua arti di bawah adalah terjemahan bebas kami, jadi bacalah sebagai "kira-kira".

BarisArti kira-kiraCatatan
titiang jagi nangun yadnya, ngewentenang Upacara Manusa Yadnya (Pawiwahan).Kami/saya akan menyelenggarakan yadnya, yaitu upacara Manusa Yadnya (pernikahan).Sebagian undangan menulis varian dengan kata "kedeh"
Rahina :Hari :Label
Pinanggal :Tanggal :Label
Dauh : [jam] WITA nyantos puputPukul : [jam] WITA sampai selesai"nyantos puput" berarti sampai selesai
Genah :Tempat :Label
Antuk sapengrawuh Ida Dane sareng sami, nenten lali titiang ngaturang suksmaning manah.Atas kehadiran Bapak/Ibu sekalian, kami tidak lupa mengucapkan terima kasih dari lubuk hati.Ejaan bervariasi: "sepengrawuh", "suksemening"

Beberapa kata kunci yang perlu kamu kenal:

KataArti
titiangsaya/kami (bentuk halus)
Ida Dane sareng samiBapak/Ibu sekalian
Kulawargakeluarga
Suksmaterima kasih
Pawiwahanpernikahan
Manusa Yadnyagolongan upacara siklus hidup manusia; pernikahan termasuk di dalamnya

Apa label hari, tanggal, jam, dan tempat dalam bahasa Bali?

Rahina untuk hari, Pinanggal untuk tanggal, Dauh untuk waktu, dan Genah untuk tempat.

Label BaliArti IndonesiaCatatan
Rahina :HariDipakai di Model B
Pinanggal :TanggalDipakai di Model B
Dauh :Waktu/pukulJam ditulis dengan zona WITA
Genah :TempatAlamat lengkap ditulis setelahnya
GalahWaktuMuncul sebagai label alternatif, misalnya judul "Genah & Galah"
nyantos puputSampai selesaiDitaruh setelah jam: Dauh : [jam] WITA nyantos puput

Kamu boleh memakai label Indonesia dan Bali dalam satu undangan, asal konsisten dalam satu blok.

Bagaimana kalau orang tua yang mengundang?

Cukup ganti kalimat pembuka dan baris pengirim. Untuk Model A, hanya satu hal yang berubah: kalimat pembuka berakhir dengan "putra-putri kami", dan baris pengirim diganti nama orang tua.

Om Swastyastu

Atas Asung Kertha Wara Nugraha Ida Sang Hyang Widhi Wasa,
kami mengundang Bapak/Ibu/Saudara/i untuk menghadiri upacara pawiwahan putra-putri kami:

[Nama Mempelai Pria]
putra dari Bapak [Nama] dan Ibu [Nama]

dengan

[Nama Mempelai Wanita]
putri dari Bapak [Nama] dan Ibu [Nama]

Hari : [Hari]
Tanggal : [tanggal]
Pukul : [jam] WITA sampai selesai
Tempat : [alamat]

Merupakan suatu kehormatan dan kebahagiaan bagi kami apabila
Bapak/Ibu/Saudara/i berkenan hadir dan memberikan doa restu kepada kami.

Atas kehadiran dan doa restunya, kami ucapkan terima kasih.

Om Santih Santih Santih Om

Kami yang berbahagia,
Keluarga Bapak [Nama Ayah] dan Ibu [Nama Ibu]
beserta keluarga besar

Untuk Model B, kerangkanya sama. Kalimat Bali tetap memakai "titiang" karena kalimat itu memang dibaca sebagai suara pengundang.

Om Swastyastu

Atas Asung Kertha Wara Nugraha Ida Sang Hyang Widhi Wasa,
titiang jagi nangun yadnya, ngewentenang Upacara Manusa Yadnya (Pawiwahan).

[Nama Mempelai Pria]
putra dari Bapak [Nama] dan Ibu [Nama]

dengan

[Nama Mempelai Wanita]
putri dari Bapak [Nama] dan Ibu [Nama]

Rahina : [Hari]
Pinanggal : [tanggal]
Dauh : [jam] WITA nyantos puput
Genah : [alamat]

Antuk sapengrawuh Ida Dane sareng sami, nenten lali titiang ngaturang suksmaning manah.

Om Santih Santih Santih Om

Kami yang berbahagia,
Keluarga Bapak [Nama Ayah] dan Ibu [Nama Ibu]
beserta keluarga besar

Bagaimana menulis dua acara (pawiwahan dan resepsi) dalam satu undangan?

Tulis dua blok acara dengan kalimat pengantar Bali satu kali. Kalau pawiwahan dan resepsi punya jam dan tempat berbeda, tulis dua blok. Kalimat pengantar Bali cukup satu kali.

Om Swastyastu

Atas Asung Kertha Wara Nugraha Ida Sang Hyang Widhi Wasa,
titiang jagi nangun yadnya, ngewentenang Upacara Manusa Yadnya (Pawiwahan).

[Nama Mempelai Pria]
putra dari Bapak [Nama] dan Ibu [Nama]

dengan

[Nama Mempelai Wanita]
putri dari Bapak [Nama] dan Ibu [Nama]

Pawiwahan
Rahina : [Hari]
Pinanggal : [tanggal]
Dauh : [jam] WITA nyantos puput
Genah : [alamat pawiwahan]

Resepsi
Rahina : [Hari]
Pinanggal : [tanggal]
Dauh : [jam mulai] - [jam selesai] WITA
Genah : [alamat resepsi]

Antuk sapengrawuh Ida Dane sareng sami, nenten lali titiang ngaturang suksmaning manah.

Om Santih Santih Santih Om

Kami yang berbahagia,
[Nama Mempelai Pria] & [Nama Mempelai Wanita]
beserta keluarga besar

Bagaimana contoh pesan WhatsApp untuk undangan pawiwahan?

Pakai template ini, cukup ganti nama dan tautan. Ini template WhatsApp kami dengan salam Hindu. Hanya salam pembuka dan penutup yang diganti.

Om Swastyastu

Kepada Yth.
Bapak/Ibu/Saudara/i
*[Nama Tamu]*

Tanpa mengurangi rasa hormat, perkenankan kami mengundang
Bapak/Ibu/Saudara/i untuk menghadiri acara pernikahan kami:

*[Nama Mempelai Pria] & [Nama Mempelai Wanita]*

Informasi lengkap acara dapat dilihat pada tautan undangan berikut:
[tautan undangan]

Merupakan suatu kebahagiaan bagi kami apabila Bapak/Ibu/Saudara/i
berkenan hadir dan memberikan doa restu.

Mohon maaf, undangan ini kami bagikan melalui pesan ini.
Terima kasih banyak atas perhatiannya.

Om Santih Santih Santih Om
*[Nama Mempelai Pria], [Nama Mempelai Wanita] & Keluarga*

Mau versi lain? Pakai alat teks undangan WhatsApp gratis.

Variasi lain siap salin

Contoh 1 — Blok acara saja, label Bali

Rahina : [Hari]
Pinanggal : [tanggal]
Dauh : [jam] WITA nyantos puput
Genah : [alamat]

Contoh 2 — Blok resepsi saja, label Bali

Resepsi
Rahina : [Hari]
Pinanggal : [tanggal]
Dauh : [jam mulai] - [jam selesai] WITA
Genah : [alamat resepsi]

Contoh 3 — Blok acara dengan judul "Genah & Galah"

Genah & Galah
Rahina : [Hari]
Pinanggal : [tanggal]
Dauh : [jam] WITA nyantos puput
Genah : [alamat]

Contoh 4 — Pengingat H-1 lewat WhatsApp (bahasa Indonesia)

Halo [Nama Tamu], kami mengingatkan bahwa acara pernikahan kami
[Nama Mempelai Pria] & [Nama Mempelai Wanita] diadakan besok,
[Hari], [tanggal], pukul [jam] WITA di [nama tempat].

Lokasi dan detail lengkap ada di tautan undangan:
[tautan undangan]

Sampai jumpa besok!

Contoh 5 — Pesan untuk teman yang belum kenal acaranya (netral)

Halo [Nama Teman], kami mengundangmu ke acara pernikahan kami.

Ini upacara adat, jadi susunan acaranya ada di tautan undangan supaya
kamu tahu jam mulai dan lokasinya. Datang dengan pakaian rapi ya.

[tautan undangan]

Kami senang sekali kalau kamu bisa hadir.

Contoh 6 — Catatan pakaian untuk tamu

Catatan pakaian: kenakan pakaian sopan dan rapi.
Kalau kamu punya pakaian adat, boleh dipakai.
Kalau tidak punya, pakaian formal biasa juga tidak masalah.

Contoh 7 — Ucapan terima kasih setelah acara

Suksma

Terima kasih sudah hadir di acara pernikahan kami, [Nama Tamu].
Kehadiranmu membuat hari itu semakin berkesan.

[Nama Mempelai Pria] & [Nama Mempelai Wanita]

Contoh 8 — Keterangan singkat untuk status atau story

Kami menikah! [Hari], [tanggal], pukul [jam] WITA.
Detail acara ada di tautan undangan: [tautan undangan]

Contoh 9 — Meminta konfirmasi kehadiran (RSVP)

Halo [Nama Tamu], apakah kamu bisa hadir di acara pernikahan kami
pada [tanggal]? Mohon balas pesan ini sebelum [tanggal batas]
supaya kami bisa menyiapkan tempat. Terima kasih.

Contoh 10 — Pemberitahuan perubahan jam

Pemberitahuan: jam acara pernikahan kami pada [tanggal] berubah
menjadi pukul [jam baru] WITA. Lokasi tetap sama, di [nama tempat].
Mohon maaf atas perubahan ini dan terima kasih atas pengertiannya.

Contoh 11 — Isi Pesan Penutup dengan ucapan terima kasih Bali

Untuk kolom Pesan Penutup di Undaku (batas 600 karakter), tempel baris ucapan terima kasih Bali beserta artinya.

Antuk sapengrawuh Ida Dane sareng sami, nenten lali titiang ngaturang suksmaning manah.

(Atas kehadiran Bapak/Ibu sekalian, kami tidak lupa mengucapkan terima kasih dari lubuk hati.)

Apa yang sengaja tidak dicantumkan di halaman ini?

Doa penutup, kutipan kitab suci, dan versi Bali santai untuk teman. Kami sengaja tidak menyertakan tiga jenis baris berikut:

  • Doa penutup. Bentuknya berbeda-beda antar undangan, tidak ada yang sama di dua sumber atau lebih.
  • Kutipan kitab suci. Kami tidak mengutip teks suci di luar salam baku.
  • Versi Bali santai untuk teman. Kami tidak menemukan bentuk yang sama di dua undangan asli.

Kami juga tidak membahas gelar nama. Kalau kamu ragu soal salah satu baris, tanya ke keluarga atau pemangku setempat. Kebiasaan tiap banjar bisa berbeda, dan pendapat mereka lebih berlaku daripada halaman ini.

Bagaimana memasang teks Bali di Undaku?

Pilih pembuka Hindu, isi Pesan Penutup dengan ucapan terima kasih Bali, dan atur zona waktu WITA.

  • Pembuka Hindu. Pilih jenis pembuka "Hindu" di editor. Om Swastyastu di awal dan Om Santih Santih Santih Om di akhir terpasang otomatis, dengan kalimat pembuka yang sama seperti Model A. Kalimat pembuka ini tidak bisa diganti ke kalimat Bali Model B, jadi kerangka Model B lengkap lebih cocok untuk undangan cetak atau pesan pribadi.
  • Pesan Penutup. Kolom ini berisi teks bebas hingga 600 karakter, tersedia di semua paket. Kalau kosong, Undaku memakai penutup standar. Tempel ucapan terima kasih Bali (Contoh 11) di sini.
  • Zona waktu WITA. Setiap acara punya pilihan zona waktu sendiri. Pilih WITA untuk acara di Bali, supaya jam yang tampil sesuai lokasi acara.
  • Tema. Lihat tema undangan Bali atau langsung ke kategori tema Bali.

Ingin tahu urutan acaranya? Baca prosesi pernikahan adat Bali. Untuk pola serupa dari daerah lain, lihat undangan pernikahan bahasa Sunda dan undangan pernikahan bahasa Jawa.

Kesalahan yang sering terjadi

KesalahanKenapa jadi masalahYang sebaiknya dilakukan
Mencampur ejaan dari sumber berbeda (misalnya sapengrawuh dan sepengrawuh)Terlihat tidak konsistenPilih satu ejaan, pakai di seluruh undangan
Mengarang kalimat Bali sendiri atau memakai mesin terjemahanBisa salah tingkatan atau salah artiPakai kalimat di halaman ini, atau tanya keluarga
Menaruh label Bali dan Indonesia bercampur dalam satu blokTamu bingung membacaPilih satu set label per blok
Lupa menulis zona waktuTamu dari luar Bali bisa salah jamTulis WITA di setiap jam
Menyalin baris doa dari internet tanpa tahu artinyaBisa tidak cocok dengan kebiasaan keluargamuTanya keluarga atau pemangku setempat
Menulis nama orang tua dalam bentuk Bali tanpa kepastianBentuknya berbeda antar undanganTulis dalam bahasa Indonesia

Pertanyaan yang sering muncul

Apakah undangan pawiwahan harus berbahasa Bali penuh?

Tidak. Dari undangan asli yang kami cek, kebanyakan memakai badan teks bahasa Indonesia dengan salam pembuka dan penutup Bali. Model A cocok untuk itu.

Apa arti "titiang jagi nangun yadnya"?

Kira-kira: kami atau saya akan menyelenggarakan yadnya. Kalimat lengkapnya di Model B menyebut upacara Manusa Yadnya (Pawiwahan), yaitu pernikahan. Arti ini terjemahan bebas kami.

Apa beda Rahina, Pinanggal, Dauh, dan Genah?

Rahina berarti hari, Pinanggal tanggal, Dauh waktu, dan Genah tempat. Ada juga label alternatif Galah untuk waktu.

Bolehkah saya mengubah kalimat Bali di Model B?

Sebaiknya jangan mengubah sendiri. Kalau keluargamu punya bentuk yang lain, itu yang lebih berlaku. Kami hanya menampilkan bentuk yang muncul sama di lebih dari satu sumber.

Apa arti Pawiwahan dan Manusa Yadnya?

Pawiwahan berarti pernikahan. Manusa Yadnya adalah salah satu dari lima yadnya (Panca Yadnya) dalam ajaran Hindu; PHDI mendefinisikannya sebagai upacara persembahan suci untuk pemeliharaan, pendidikan, dan penyucian spiritual seseorang sejak dalam kandungan sampai akhir kehidupan.

Bisakah teks ini dipakai di Undaku?

Bisa. Pilih pembuka Hindu untuk Model A, lalu kalau mau, tempel ucapan terima kasih Bali dari Model B ke kolom Pesan Penutup. Kalau kamu cuma butuh pesan WhatsApp, pakai alat teks undangan WhatsApp. Untuk undangan dua bahasa, lihat undangan pernikahan dua bahasa.

Buat undangan pawiwahan-mu di Undaku

Pawiwahan dan resepsi bisa punya jam dan lokasi sendiri, masing-masing dengan zona waktu WITA. Di Undaku kamu bisa menulis semuanya di satu undangan digital, memakai pembuka Hindu, lalu membagikan satu tautan ke semua tamu. Mulai buat undanganmu di Undaku, gratis untuk dicoba.

Artikel terkait

Tema undangan terkait

Sekalian buat undangan digitalnya?

Lengkap dengan RSVP, galeri foto, amplop digital, dan link khusus untuk setiap tamu — jadi dalam 5 menit.

Buat Undangan Gratis