← Semua artikel

Undangan Pernikahan Bahasa Sunda: Contoh Uleman & Artinya

Minggu, 27 September 2026 · Diperbarui Rabu, 30 September 2026

Undangan pernikahan bahasa Sunda disebut uleman. Ada dua model uleman yang barisnya muncul sama di lebih dari satu undangan asli: model pertama untuk acara di gedung mana saja, model kedua khusus acara di rumah. Di bawah ada teks lengkap, arti tiap baris, dan cara menyalinnya.

Untaian bunga melati dan daun bambu hijau sebagai hiasan undangan pernikahan Sunda

Teks uleman resmi bahasa Sunda (untuk acara di gedung atau di rumah)

Kami tidak mengarang kalimat bahasa Sunda sendiri — setiap baris di sini memang ditemukan di undangan nyata, bukan terjemahan atau susunan baru.

Ini teks lengkapnya. Bagian dalam tanda kurung siku tinggal kamu ganti.

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Simkuring seja ngahaturanan Bapa/Ibu/Saderek sadaya, dina raraga [nama acara] pun anak:

[Nama Mempelai Pria]
Putra Bpk. [Nama Ayah Pria] / Ibu [Nama Ibu Pria]

dan

[Nama Mempelai Wanita]
Putri Bpk. [Nama Ayah Wanita] / Ibu [Nama Ibu Wanita]

Akad Nikah
Dinten : [Hari]
Kaping : [tanggal]
Waktos : Tabuh [jam] WIB
Tempat : [nama tempat dan alamat]

Resepsi
Dinten : [Hari]
Kaping : [tanggal]
Waktos : Tabuh [jam mulai] – [jam selesai] WIB
Tempat : [nama gedung dan alamat]

Mangrupikeun hiji tawis kabingah sareng kabagjaan ka manah simkuring saupami Bapa/Ibu/Saderek kersa sumping dina waktosna.

Tina samudayaning kawening galih sareng kasaean manah Bapa/Ibu/Saderek, simkuring ngahaturkeun timpah rewu nuhun laksa keti kabingahan.

Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Kami yang berbahagia,
Keluarga Bapak [Nama Ayah] dan Ibu [Nama Ibu]

Ada tiga baris asli yang sengaja kami lewatkan: sebelum kalimat pembuka ada baris yang menyebut izin dan ridha dari Gusti, sebelum blok hari/tanggal ada baris pengantar jadwal yang memuat ungkapan keagamaan, dan setelah ucapan terima kasih ada baris doa yang menyebut kehadiran tamu sebagai amal ibadah. Kami tidak mengutip doa keagamaan di luar salam baku, jadi ketiganya dilewatkan — tanpanya, kalimatnya tetap utuh. Kalau keluargamu terbiasa memakainya, minta teks persisnya ke sesepuh yang biasa menulis uleman.

Arti per baris teks uleman resmi

Baris bahasa SundaArti bebas (Bahasa Indonesia)
Simkuring seja ngahaturanan Bapa/Ibu/Saderek sadaya, dina raraga [nama acara] pun anak:Kami bermaksud mengundang Bapak/Ibu/Saudara sekalian dalam rangka [nama acara] anak kami:
Dinten :Hari :
Kaping :Tanggal :
Waktos : Tabuh [jam] WIBPukul : [jam] WIB
Tempat :Tempat :
Mangrupikeun hiji tawis kabingah sareng kabagjaan ka manah simkuring saupami Bapa/Ibu/Saderek kersa sumping dina waktosna.Merupakan suatu tanda kegembiraan dan kebahagiaan di hati kami apabila Bapak/Ibu/Saudara berkenan hadir pada waktunya.
Tina samudayaning kawening galih sareng kasaean manah Bapa/Ibu/Saderek, simkuring ngahaturkeun timpah rewu nuhun laksa keti kabingahan.Atas segala ketulusan hati dan kebaikan Bapak/Ibu/Saudara, kami mengucapkan beribu-ribu terima kasih dengan penuh kegembiraan.

Teks uleman murwakanti (untuk acara di rumah)

Selain versi resmi di atas, ada versi klasik yang dibuka dengan kalimat berirama — dalam bahasa Sunda disebut murwakanti, gaya bertutur yang mengejar kesamaan bunyi antar baris. Versi ini bicara soal datang ka rorompok (ke rumah kami), jadi paling pas untuk acara di rumah. Kalau acaramu di gedung, pakai versi resmi di atas.

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Tatandang nu bakal midang, balebat mangsana miang, cunduk waktu nu rahayu nitih wanci mustari ninggang mangsana waluya malati ligarna ati,
kembang tanjung nu gumulung pameungkeut cangreud kadeudeuh, pakait patali asih pasini rintih ngahiji subaya nyata geugeut layeut laki rabi
sareng pamugi dianti-anti nyakseni [nama acara] pun anak

[Nama Mempelai Pria]
Putra Bpk. [Nama Ayah Pria] / Ibu [Nama Ibu Pria]

dan

[Nama Mempelai Wanita]
Putri Bpk. [Nama Ayah Wanita] / Ibu [Nama Ibu Wanita]

Dinten : [Hari]
Ping : [tanggal]
Waktos : Tabuh [jam] WIB dugi ka rengse
Tempat : Rorompok [alamat]

Mugia dina waktosna Bapa/Ibu/Saderek ngersakeun rurumpaheun sumping ka rorompok riung mungpulung ngedalkeun katresna manah sasarengan jajap du'a

Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Kami yang berbahagia,
Keluarga Bapak [Nama Ayah] dan Ibu [Nama Ibu]

Sama seperti versi resmi, dua baris asli kami lewatkan: setelah kalimat "sareng pamugi dianti-anti nyakseni..." ada anak kalimat pengantar jadwal yang memuat ungkapan keagamaan, dan setelah baris penutup ada baris doa panjang yang menyebut rahmat dan ridha Allah — keduanya doa keagamaan di luar salam baku.

Arti per baris teks uleman murwakanti

Baris bahasa SundaArti bebas (Bahasa Indonesia)
Tatandang nu bakal midang, balebat mangsana miang, cunduk waktu nu rahayu nitih wanci mustari ninggang mangsana waluya malati ligarna ati,Saat yang dinanti akan tiba, fajar pertanda waktu berangkat, datang waktu yang baik, bertepatan dengan saat yang tepat dan masa yang selamat, laksana melati yang mekar di hati,
kembang tanjung nu gumulung pameungkeut cangreud kadeudeuh, pakait patali asih pasini rintih ngahiji subaya nyata geugeut layeut laki rabibunga tanjung yang terangkai, pengikat simpul kasih sayang, terpaut oleh cinta dan janji, bersatu dalam ikrar yang nyata, rukun sebagai suami istri,
sareng pamugi dianti-anti nyakseni [nama acara] pun anakdan kami nantikan kehadirannya untuk menyaksikan [nama acara] anak kami
Dinten :Hari :
Ping :Tanggal :
Waktos : Tabuh [jam] WIB dugi ka rengsePukul [jam] WIB sampai selesai
Tempat : Rorompok [alamat]Tempat: Kediaman [alamat]
Mugia dina waktosna Bapa/Ibu/Saderek ngersakeun rurumpaheun sumping ka rorompok riung mungpulung ngedalkeun katresna manah sasarengan jajap du'aSemoga pada waktunya Bapak/Ibu/Saudara berkenan meluangkan waktu datang ke rumah kami, berkumpul bersama mengungkapkan rasa sayang, sekaligus mengiringi dengan doa

Label hari, tanggal, jam, dan tempat

Dua model di atas memakai label yang sedikit berbeda. Ini tabelnya supaya kamu tidak tertukar:

Label SundaArti IndonesiaDipakai di
Dinten :Hari :Kedua model
Kaping :Tanggal :Model resmi
Ping :Tanggal :Model murwakanti
Waktos : Tabuh [jam] WIBPukul : [jam] WIBModel resmi
Waktos : Tabuh [jam] WIB dugi ka rengsePukul [jam] WIB sampai selesaiModel murwakanti
Tempat :Tempat :Model resmi
Tempat : Rorompok [alamat]Tempat: Kediaman [alamat]Model murwakanti (acara di rumah)
Padumukan :Alamat :Varian lain untuk "Tempat", dipakai sebagian sumber

16 variasi lain yang bisa langsung kamu pakai

Contoh 3 — Versi umum, tanpa salam Islami tertentu

Teks uleman resmi yang sama, hanya salam pembuka dan penutup Islami dihilangkan, dan baris penutup diganti "Hormat kami,".

Simkuring seja ngahaturanan Bapa/Ibu/Saderek sadaya, dina raraga pernikahan pun anak:

[Nama Mempelai Pria]
Putra Bpk. [Nama Ayah Pria] / Ibu [Nama Ibu Pria]

dan

[Nama Mempelai Wanita]
Putri Bpk. [Nama Ayah Wanita] / Ibu [Nama Ibu Wanita]

Akad Nikah
Dinten : [Hari]
Kaping : [tanggal]
Waktos : Tabuh [jam] WIB
Tempat : [nama tempat dan alamat]

Resepsi
Dinten : [Hari]
Kaping : [tanggal]
Waktos : Tabuh [jam mulai] – [jam selesai] WIB
Tempat : [nama gedung dan alamat]

Mangrupikeun hiji tawis kabingah sareng kabagjaan ka manah simkuring saupami Bapa/Ibu/Saderek kersa sumping dina waktosna.

Tina samudayaning kawening galih sareng kasaean manah Bapa/Ibu/Saderek, simkuring ngahaturkeun timpah rewu nuhun laksa keti kabingahan.

Hormat kami,
Keluarga Bapak [Nama Ayah] dan Ibu [Nama Ibu]

Contoh 4 — Versi dua bahasa, tiap baris langsung ada artinya

Cocok untuk tamu campuran: sebagian paham bahasa Sunda, sebagian tidak. Cek juga undangan pernikahan dua bahasa untuk pola serupa versi Indonesia–Inggris.

Simkuring seja ngahaturanan Bapa/Ibu/Saderek sadaya, dina raraga pernikahan pun anak:
(Kami bermaksud mengundang Bapak/Ibu/Saudara sekalian dalam rangka pernikahan anak kami:)

[Nama Mempelai Pria]
Putra Bpk. [Nama Ayah Pria] / Ibu [Nama Ibu Pria]

dan

[Nama Mempelai Wanita]
Putri Bpk. [Nama Ayah Wanita] / Ibu [Nama Ibu Wanita]

Akad Nikah
Dinten : [Hari] (Hari)
Kaping : [tanggal] (Tanggal)
Waktos : Tabuh [jam] WIB (Pukul)
Tempat : [nama tempat dan alamat] (Bertempat di)

Mangrupikeun hiji tawis kabingah sareng kabagjaan ka manah simkuring saupami Bapa/Ibu/Saderek kersa sumping dina waktosna.
(Merupakan suatu tanda kegembiraan dan kebahagiaan di hati kami apabila Bapak/Ibu/Saudara berkenan hadir pada waktunya.)

Tina samudayaning kawening galih sareng kasaean manah Bapa/Ibu/Saderek, simkuring ngahaturkeun timpah rewu nuhun laksa keti kabingahan.
(Atas segala ketulusan hati dan kebaikan Bapak/Ibu/Saudara, kami mengucapkan beribu-ribu terima kasih dengan penuh kegembiraan.)

Contoh 5 — Orang tua sebagai pengirim resmi, badan teks bahasa Indonesia

Kalau keluargamu ingin badan teks bahasa Indonesia standar tapi label acaranya tetap bahasa Sunda, dan pengundangnya orang tua (bukan mempelai sendiri):

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Tanpa mengurangi rasa hormat, kami bermaksud mengundang
Bapak/Ibu/Saudara/i untuk menghadiri acara pernikahan putra-putri kami:

[Nama Mempelai Pria]
Putra Bpk. [Nama Ayah Pria] / Ibu [Nama Ibu Pria]

dan

[Nama Mempelai Wanita]
Putri Bpk. [Nama Ayah Wanita] / Ibu [Nama Ibu Wanita]

Akad Nikah
Dinten : [Hari]
Kaping : [tanggal]
Waktos : Tabuh [jam] WIB
Tempat : [nama tempat dan alamat]

Resepsi
Dinten : [Hari]
Kaping : [tanggal]
Waktos : Tabuh [jam mulai] – [jam selesai] WIB
Tempat : [nama gedung dan alamat]

Merupakan suatu kehormatan dan kebahagiaan bagi kami apabila
Bapak/Ibu/Saudara/i berkenan hadir dan memberikan doa restu kepada kami.

Atas kehadiran dan doa restunya, kami ucapkan terima kasih.

Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Kami yang berbahagia,
Keluarga Bapak [Nama Ayah] dan Ibu [Nama Ibu]

Contoh 6 — Blok nama, mempelai pria disebut lebih dulu

[Nama Mempelai Pria]
Putra Bpk. [Nama Ayah] / Ibu [Nama Ibu]

dan

[Nama Mempelai Wanita]
Putri Bpk. [Nama Ayah] / Ibu [Nama Ibu]

Contoh 7 — Blok nama, mempelai wanita disebut lebih dulu (keluarga wanita jadi tuan rumah)

[Nama Mempelai Wanita]
Putri Bpk. [Nama Ayah] / Ibu [Nama Ibu]

dan

[Nama Mempelai Pria]
Putra Bpk. [Nama Ayah] / Ibu [Nama Ibu]

Contoh 8 — Blok nama dengan orang tua yang sudah meninggal

Sama seperti undangan pada umumnya, nama orang tua yang sudah meninggal diberi "Alm." (bapak) atau "Almh." (ibu) — bukan dihilangkan.

[Nama Mempelai Pria]
Putra Alm. Bpk. [Nama Ayah] / Ibu [Nama Ibu]

dan

[Nama Mempelai Wanita]
Putri Bpk. [Nama Ayah] / Almh. Ibu [Nama Ibu]

Contoh 9 — Blok acara akad saja

Kalau kamu cuma butuh potongan blok akad untuk ditempel terpisah:

Akad Nikah
Dinten : [Hari]
Kaping : [tanggal]
Waktos : Tabuh [jam] WIB
Tempat : [nama tempat dan alamat]

Contoh 10 — Blok acara resepsi saja

Resepsi
Dinten : [Hari]
Kaping : [tanggal]
Waktos : Tabuh [jam mulai] – [jam selesai] WIB
Tempat : [nama gedung dan alamat]

Contoh 11 — Pesan WhatsApp ke sesepuh atau keluarga yang dituakan

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Simkuring seja ngahaturanan Bapa/Ibu/Saderek sadaya, dina raraga pernikahan pun anak:

[Nama Mempelai Pria] dan [Nama Mempelai Wanita]

Akad Nikah
Dinten : [Hari]
Waktos : Tabuh [jam] WIB
Tempat : [nama tempat]

Resepsi
Dinten : [Hari]
Waktos : Tabuh [jam mulai] – [jam selesai] WIB
Tempat : [nama gedung]

Detail lengkap acara: [tautan undangan]

Hatur nuhun, [Nama].

Contoh 12 — Pesan pengumuman ke grup WhatsApp keluarga besar

Keluarga besar [Nama], dengan sukacita kami kabarkan bahwa
[Nama Mempelai Pria] akan menikah dengan
[Nama Mempelai Wanita] pada [tanggal].

Rangkaian akad dan resepsi, lengkap dengan jam dan lokasi,
ada di tautan ini: [tautan undangan]

Mohon doa restu dan kehadiran dari seluruh keluarga besar.

Hatur nuhun.

Contoh 13 — Pengingat konfirmasi kehadiran (RSVP)

Halo, [Nama].

Mau mengingatkan soal pernikahan kami [tanggal] nanti.
Kalau belum sempat konfirmasi kehadiran, boleh dibantu isi
di tautan undangan ini, ya:

[tautan undangan]

Supaya kami bisa menyiapkan tempat dan hidangan dengan pas.
Hatur nuhun.

Contoh 14 — Undangan digital singkat untuk story atau caption

Kami mengundang kamu ke pernikahan kami.

[Nama Mempelai Pria] & [Nama Mempelai Wanita]
[Hari], [tanggal] - Pukul [jam] WIB

Detail lengkap acara dan lokasi ada di sini:
[tautan undangan]

Contoh 15 — Ucapan terima kasih setelah acara

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

[Nama], terima kasih sudah berkenan hadir
dan memberikan doa restu di hari bahagia kami kemarin.

Tina samudayaning kawening galih sareng kasaean manah Bapa/Ibu/Saderek, simkuring ngahaturkeun timpah rewu nuhun laksa keti kabingahan.

Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Hatur nuhun,
[Nama Mempelai Pria] & [Nama Mempelai Wanita]

Contoh 16 — Undangan atas nama mempelai sendiri (Islami)

Teks uleman di atas ditulis atas nama orang tua ("pun anak" = anak kami). Kalau kamu sebagai mempelai mau mengundang atas nama sendiri, badan teksnya pakai bahasa Indonesia biasa, dan bahasa Sunda cuma dipakai untuk label acara.

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Tanpa mengurangi rasa hormat, kami bermaksud mengundang
Bapak/Ibu/Saudara/i untuk menghadiri acara pernikahan kami:

Akad Nikah
Dinten : [Hari]
Kaping : [tanggal]
Waktos : Tabuh [jam] WIB
Tempat : [nama tempat dan alamat]

Resepsi
Dinten : [Hari]
Kaping : [tanggal]
Waktos : Tabuh [jam mulai] – [jam selesai] WIB
Tempat : [nama gedung dan alamat]

Merupakan suatu kehormatan dan kebahagiaan bagi kami apabila
Bapak/Ibu/Saudara/i berkenan hadir dan memberikan doa restu kepada kami.

Atas kehadiran dan doa restunya, kami ucapkan terima kasih.

Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Kami yang berbahagia,
[Nama Mempelai Pria] & [Nama Mempelai Wanita]

Contoh 17 — Undangan atas nama mempelai sendiri (tanpa nuansa agama tertentu)

Dengan penuh rasa syukur dan kebahagiaan,
kami mengundang Bapak/Ibu/Saudara/i untuk hadir di hari bahagia kami:

Akad Nikah
Dinten : [Hari]
Kaping : [tanggal]
Waktos : Tabuh [jam] WIB
Tempat : [nama tempat dan alamat]

Resepsi
Dinten : [Hari]
Kaping : [tanggal]
Waktos : Tabuh [jam mulai] – [jam selesai] WIB
Tempat : [nama gedung dan alamat]

Merupakan suatu kehormatan dan kebahagiaan bagi kami apabila
Bapak/Ibu/Saudara/i berkenan hadir dan memberikan doa restu kepada kami.

Atas kehadiran dan doa restunya, kami ucapkan terima kasih.

Hormat kami,
[Nama Mempelai Pria] & [Nama Mempelai Wanita]

Contoh 18 — Uleman murwakanti tanpa nuansa agama tertentu

Untuk acara di rumah, versi tanpa salam Islami:

Tatandang nu bakal midang, balebat mangsana miang, cunduk waktu nu rahayu nitih wanci mustari ninggang mangsana waluya malati ligarna ati,
kembang tanjung nu gumulung pameungkeut cangreud kadeudeuh, pakait patali asih pasini rintih ngahiji subaya nyata geugeut layeut laki rabi
sareng pamugi dianti-anti nyakseni pernikahan pun anak

[Nama Mempelai Pria]
Putra Bpk. [Nama Ayah Pria] / Ibu [Nama Ibu Pria]

dan

[Nama Mempelai Wanita]
Putri Bpk. [Nama Ayah Wanita] / Ibu [Nama Ibu Wanita]

Dinten : [Hari]
Ping : [tanggal]
Waktos : Tabuh [jam] WIB dugi ka rengse
Tempat : Rorompok [alamat]

Mugia dina waktosna Bapa/Ibu/Saderek ngersakeun rurumpaheun sumping ka rorompok riung mungpulung ngedalkeun katresna manah sasarengan jajap du'a

Hormat kami,
Keluarga Bapak [Nama Ayah] dan Ibu [Nama Ibu]

Kenapa tidak ada versi santai (loma) untuk teman

Kami sengaja tidak menerbitkan versi bahasa Sunda santai (loma) untuk mengundang teman lewat WA. Alasannya jujur saja: situs-situs yang kami cek untuk kata-kata santai ini tidak saling cocok — tiap situs punya susunan sendiri, dan beberapa terasa hasil terjemahan mesin (misalnya label jam dengan kata yang tidak lazim dipakai di uleman asli). Karena tidak ada yang terbukti konsisten di beberapa sumber, kami tidak memuatnya.

Dua opsi yang lebih aman: pakai versi WhatsApp bahasa Indonesia seperti Contoh 14, atau minta teman/keluarga penutur bahasa Sunda menuliskan sendiri sesuai kebiasaan ngobrolmu dengan orang itu — lebih aman daripada memakai bahasa Sunda hasil comot dari sumber yang tidak konsisten.

Ejaan yang bervariasi antar sumber

Kalau kamu bandingkan beberapa undangan Sunda lain di internet, kamu akan menemukan ejaan yang berbeda-beda untuk kata dan label yang sama. Ini observasi, bukan aturan baku — pilih satu gaya ejaan dan pakai konsisten di undanganmu sendiri:

  • Sim kuring vs Simkuring — kata ganti "saya/kami", sebagian sumber menulisnya sebagai satu kata.
  • Saderek vs Sadérék — "saudara", beda pada tanda diakritik di huruf é.
  • rewu vs rébu — "ribu", vokal terakhir beda.
  • Ping vs Kaping — keduanya dipakai sebagai label "tanggal". Model murwakanti di sumbernya memakai Ping, model resmi memakai Kaping, dan kami mengikuti bentuk masing-masing.

Teks uleman resmi di halaman ini mengikuti ejaan satu undangan sumber secara utuh — "Simkuring", "Saderek", dan "rewu" — supaya tidak tercampur dalam satu undangan.

Menaruh teks Sunda di undangan digital di Undaku

Salam pembuka di Undaku dipilih dari empat jenis — islami, umum, kristen, atau hindu — bukan diketik sendiri, dan salam penutupnya mengikuti pilihan itu secara otomatis. Teks Sunda paling pas ditaruh di kolom Pesan Penutup (langkah "Keluarga & penutup" di editor, maksimal 600 karakter): tempel dua baris penutup uleman resmi ("Mangrupikeun hiji tawis..." dan "Tina samudayaning..."), atau baris penutup murwakanti kalau acaranya di rumah. Kalau kolom itu dikosongkan, Undaku memakai teks penutup standar. Teks uleman lengkap di atas tetap bisa kamu pakai untuk pesan WhatsApp atau undangan cetak.

Akad dan resepsi punya jam, tanggal, dan tempat sendiri-sendiri, masing-masing dengan zona waktunya. Jawa Barat ada di WIB, tapi kalau ada kerabat rantau di WITA atau WIT, jam acara di Undaku selalu ditampilkan beserta zona waktunya.

Untuk nuansa visualnya, Undaku punya beberapa tema kategori Sunda — Sunda Emas, Sunda Jade, Sunda Forest, dan Sunda Sage — palet hijau Parahyangan dengan aksen emas atau sage. Lihat previewnya di halaman tema kategori Sunda, atau baca ciri khasnya di tema undangan Sunda. Untuk urutan acara adatnya (seserahan, ngeuyeuk seureuh, nincak endog, saweran), lihat prosesi pernikahan adat Sunda. Ada juga artikel serupa untuk bahasa Jawa.

Kesalahan yang sering terjadi

  • Mencampur ejaan dari sumber berbeda dalam satu undangan (misalnya "Simkuring" di satu baris, "Sim kuring" di baris lain). Pilih satu dan konsisten.
  • Menambahkan baris doa berbahasa Sunda yang menyebut Gusti/Allah tanpa memastikan artinya dulu. Kalau ragu, tanya sesepuh dulu, jangan asal salin dari internet.
  • Menghapus "Alm."/"Almh." pada nama orang tua yang sudah meninggal. Ini bentuk penghormatan, bukan detail opsional.
  • Memakai teks parent-voiced ("pun anak") untuk undangan atas nama mempelai sendiri. Untuk versi ini, badan teksnya pakai bahasa Indonesia (lihat Contoh 16 dan 17).
  • Memakai model murwakanti (ka rorompok) untuk acara di gedung. Model ini secara harfiah mengundang tamu datang ke rumah — pakai model resmi kalau acaramu di gedung.
  • Melewatkan zona waktu di pesan WhatsApp, terutama kalau ada kerabat dari luar Jawa Barat yang membacanya.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah undangan pernikahan bahasa Sunda harus memakai teks ini persis?

Tidak harus. Ini teks yang muncul konsisten di beberapa undangan asli, jadi aman dipakai sebagai referensi. Kebiasaan tiap keluarga bisa sedikit berbeda — kalau keluargamu punya versi sendiri, itu yang lebih berlaku.

Apa beda uleman resmi dan uleman murwakanti?

Uleman resmi bisa dipakai untuk acara di gedung maupun di rumah. Uleman murwakanti dibuka dengan kalimat berirama dan secara harfiah mengundang tamu datang ke rumah ("ka rorompok"), jadi lebih pas untuk acara di rumah.

Kenapa ada beberapa baris yang sengaja dilewatkan dari teks aslinya?

Teks aslinya punya baris-baris doa berbahasa Sunda yang menyebut izin, ridha, dan rahmat dari Gusti/Allah. Kami tidak mengutip doa keagamaan di luar salam baku, jadi baris-baris itu dilewatkan. Kalau keluargamu terbiasa memakainya, minta teks persisnya ke sesepuh.

Apakah ada versi santai (loma) di halaman ini?

Tidak. Sumber-sumber yang kami cek untuk versi santai tidak saling cocok, jadi halaman ini tidak menyertakannya. Untuk teman, pakai bahasa Indonesia santai seperti Contoh 14, atau minta teman/keluarga penutur Sunda menuliskan sendiri.

Apakah Undaku punya tema bahasa Sunda?

Salam pembuka tersedia sebagai pilihan (islami, umum, kristen, hindu), bukan template per adat. Nuansa Sunda didapat dari tema visual (Sunda Emas, Sunda Jade, Sunda Forest, Sunda Sage), dan baris penutup uleman bahasa Sunda bisa kamu tempel ke kolom Pesan Penutup.

Bagaimana kalau saya butuh versi bahasa Sunda dan bahasa Indonesia dalam satu undangan?

Pakai pola dua bahasa seperti Contoh 4: tiap baris Sunda langsung diikuti artinya dalam kurung. Untuk pola serupa versi bahasa Inggris, cek undangan pernikahan dua bahasa.

Buat undangan pernikahan bahasa Sunda-mu di Undaku

Akad dan resepsi masing-masing punya jam dan lokasi sendiri, lengkap dengan zona waktu WIB, WITA, atau WIT sesuai lokasi acaranya. Di Undaku kamu bisa menuliskan semua acara itu di satu undangan digital, menempelkan teks uleman di atas ke bagian yang kamu mau, lalu membagikan satu tautan yang sama ke semua tamu. Mulai buat undanganmu di Undaku, gratis untuk dicoba sebelum kamu putuskan.

Artikel terkait

Tema undangan terkait

Sekalian buat undangan digitalnya?

Lengkap dengan RSVP, galeri foto, amplop digital, dan link khusus untuk setiap tamu — jadi dalam 5 menit.

Buat Undangan Gratis