← Semua artikel

Prosesi Pernikahan Adat Palembang: Madik sampai Munggah

Jumat, 18 September 2026 · Diperbarui Jumat, 2 Oktober 2026

Prosesi pernikahan adat Palembang berjalan dari madik, menyengguk, lamaran, berasan, mutus kato, nganterke belanjo, dan perawatan pengantin, lalu akad nikah, ngocek bawang, munggah, sampai nyemputi, nyanjoi, dan mandi simburan. Puncaknya munggah: kedatangan rombongan mempelai pria dengan 12 macam barang antaran.

Ilustrasi kain songket merah marun, nampan berisi daun sirih dan bunga melati, serta keranjang anyaman berbungkus kain dengan siluet atap rumah di latar belakang

Apa saja urutan prosesi pernikahan adat Palembang?

Tabel ini menggabungkan uraian detikSumbagsel (11 Juni 2023) dengan penelitian bersama pemangku adat di Palembang dalam jurnal Santhet (penulis dari Universitas PGRI Palembang, 2026). Kolom wadah menunjukkan benda khas yang dibawa di tiap tahap.

NoTahapIntiWadah atau benda khas
1MadikUtusan pria menyelidiki asal-usul keluarga gadisTenong
2MenyenggukTanda keseriusan, disebut "memasang pagar"Tenong atau sangkek berisi bahan makanan
3LamaranPinangan resmiSeserahan
4BerasanMusyawarah dua keluarga besarTujuh tenong (menurut detik)
5Mutus katoKeputusan hari akad, hari nganterke belanjo, aturan adatTenong, perlengkapan pengikat adat
6Nganterke belanjoMengantar uang belanja untuk pestaPonjen kuning, 12 nampan
7Betangas, bebedak, berpacarPerawatan calon pengantin wanitaUap ramuan, bedak, inai
8Akad nikahIjab kabulRumah pria atau wanita
9Ngocek bawangPersiapan dapur, kecik dan besakDua hari dan sehari sebelum hari besar
10MunggahPuncak: rombongan pria tiba12 macam antaran, rebana
11NyemputiKunjungan menjemput mempelaiBeberapa hari setelah munggah (menurut sebagian sumber)
12NyanjoiKunjungan silaturahmi malam hariDua kali
13Nganter penganten dan mandi simburanPengantin kembali, mandi simburanAir
14Tarian pagar pengantinTari penutup mempelai wanita, di munggah atau resepsi (sumber berbeda)Penari pendamping

Apa bedanya madik dan menyengguk?

Madik adalah penjajakan. Menurut detik, utusan keluarga pria datang ke rumah keluarga gadis untuk mengetahui keadaan dan asal-usulnya. Santhet menggambarkannya sebagai tahap pendahuluan yang bermakna kehati-hatian dan penghormatan.

Menyengguk (ditulis juga menyenggung) adalah penyampaian niat serius. Utusan membawa tenong atau sangkek, wadah anyaman bambu yang dibungkus kain bersulam, berisi bahan makanan seperti telur, mentega, dan terigu. Detik menjelaskan bahwa isinya menandakan gadis itu tidak boleh didekati pria lain, itulah arti "memasang pagar".

Apa yang diputuskan di berasan dan mutus kato?

Berasan adalah musyawarah besar dua keluarga untuk menetapkan persyaratan dan persiapan (Santhet). Detik menulis bahwa pihak pria membawa tujuh tenong berisi gula pasir, telur itik, emping pisang, buah-buahan, dan tepung terigu, lalu dibalas dengan kue-kue khas.

Mutus kato (mutuske kato) adalah pemutusan kata. Santhet merinci isi keputusannya: hari pernikahan dan akad, hari nganterke belanjo, aturan adat sesuai kesepakatan keluarga, barang hantaran dalam tenong, dan perlengkapan pengikat adat. Karena semuanya dikunci di sini, jangan mencetak undangan sebelum mutus kato selesai.

Sisi hukum dan dokumen pernikahan tidak dibahas di sini; ikuti arahan KUA setempat. Soal mahar, ada penjelasannya di mahar pernikahan.

Apa itu nganterke belanjo?

Menurut detik, uang belanja (duit belanjo) dimasukkan ke ponjen berwarna kuning dan disertai 12 nampan kebutuhan pesta. Tulisan lain menyebut rombongannya didominasi perempuan dari pihak pria. Tanggal pengantarannya sudah ditetapkan saat mutus kato. Halaman ini tidak menulis angka, dan nilai uang belanja tidak perlu masuk undangan. Gambaran seserahan umum ada di seserahan dan hantaran pernikahan.

Seperti apa perawatan menjelang akad?

Calon pengantin wanita menjalani betangas (mandi uap ramuan), bebedak, dan berpacar (inai di tangan dan kaki). Santhet menyebut tahap ini betangas atau ngarak pacar. Ini acara keluarga dan tidak masuk undangan.

Di mana akad nikah digelar?

Detik menulis bahwa menurut tradisi Palembang, akad nikah berlangsung di kediaman calon mempelai pria, tetapi ada juga yang di kediaman calon mempelai wanita. Santhet menambahkan rincian jalannya: khutbah nikah, ijab kabul, penyerahan mahar, doa, dan penandatanganan. Selama ijab kabul, pengantin wanita tetap berada di dalam kamar dan boleh keluar setelahnya.

Tulis lokasi akad di undangan hanya setelah kedua keluarga memastikannya.

Beda antar sumber: mana yang dipakai keluargamu?

Pembaca sering bingung karena dua sumber bisa menempatkan satu tahap di tempat berbeda. Ini contoh perbedaannya:

HalVersi detikSumbagselVersi penelitian Santhet
Mengarak pacarTahap setelah akad: pengantin wanita "menerima" suaminyaDisebut bersama betangas, ritual sebelum akad
Mutus katoDigabung dengan berasan sebagai musyawarah setelah lamaranDisebut berfungsi seperti lamaran resmi
NyemputiTidak dirinci (sebagian sumber lain: menjemput pengantin beberapa hari setelah munggah)Disebut di tahap persiapan sebagai undangan resmi kepada wali nikah
MunggahPuncak, dengan 12 antaranPuncak, dengan konvoi rebana, adu pantun atau silat, dan ketuk pintu

Bukan salah satunya keliru. Pemangku adat yang dikutip Santhet menyatakan bahwa urutan dan makna inti tetap dijaga walau bentuk pelaksanaan menyesuaikan zaman. Yang menentukan tetap tokoh adat di keluargamu.

Apa saja di dalam munggah?

Munggah adalah puncak. Rombongan keluarga mempelai pria datang membawa 12 macam barang antaran. Detik merinci: tiga set kain songket, kain batik Palembang, kain jumputan, hasil bumi, kosmetik, aneka kue, uang dan perhiasan, serta buah-buahan. Santhet menambahkan unsur-unsurnya:

UnsurKeterangan
Konvoi barisan terbang (rebana)Rombongan datang diiringi musik
Adu pantun dan silatHiburan dan ujian di depan rumah
Ketuk pintu, buka tiraiPintu kamar pengantin wanita dibuka
Buka langseKain penutup wajah pengantin wanita dibuka (detik)
Ponjen anakanSimbol pembagian rezeki kepada keluarga
Suap-suapan dan cacap-cacapanSaling menyuap dan prosesi pemercikan
Tari pagar pengantinTarian penutup oleh mempelai wanita

Untuk busananya, Santhet mencatat Aesan Gede dan kain songket bermotif emas sebagai lambang kemegahan. Tamu cukup berpakaian sopan; aturan umumnya ada di dress code kondangan.

Apa yang terjadi setelah munggah?

Rangkaian pasca-munggah berlangsung beberapa hari dan nyaris seluruhnya acara keluarga:

  1. Nyemputi. Sebagian sumber menulis keluarga pria menjemput mempelai untuk berkunjung. Santhet memakai kata yang sama untuk undangan resmi kepada wali nikah, jadi tanyakan arti yang dipakai keluargamu.
  2. Nyanjoi. Kunjungan silaturahmi; Santhet menulis tahap ini melibatkan tenong atau sangkek berisi kue khas Palembang.
  3. Nganter penganten dan mandi simburan. Santhet memaknai mandi simburan sebagai lepasnya tanggung jawab orang tua kepada pengantin baru dan sebagai penyucian diri yang mempererat silaturahmi dua keluarga.

Tahap ini tidak masuk undangan tamu umum. Cukup koordinasikan jadwalnya dengan tetua.

Dari mana asal tradisi ini?

Penelitian Santhet menautkan prosesi ini dengan dua lapis sejarah: masa Kerajaan Sriwijaya yang berpusat di Palembang sejak abad ke-7, dan Kesultanan Palembang Darussalam yang memadukan nilai Islam dengan adat Melayu. Menurut penulisnya, musyawarah di berasan mencerminkan kebiasaan mengambil keputusan bersama, sedangkan keteguhan janji di mutus kato dikaitkan dengan nilai yang ditekankan Sultan Mahmud Badaruddin II. Ini tafsir peneliti, bukan fakta yang bisa dicek dari satu dokumen, jadi perlakukan sebagai latar budaya.

Contoh rundown hari munggah

Kerangka ini untuk akad, munggah, dan resepsi di hari yang sama. Geser jamnya dan hapus yang tidak dijalankan:

07.30 WIB - Persiapan mempelai wanita
08.00 WIB - Akad nikah
09.00 WIB - Rombongan pria tiba, konvoi rebana
09.15 WIB - Adu pantun dan silat di depan rumah
09.30 WIB - Ketuk pintu, buka tirai, buka langse
09.45 WIB - Suap-suapan dan cacap-cacapan
10.30 WIB - Resepsi, tamu mulai berdatangan
12.00 WIB - Tari pagar pengantin (jika ada)

Kerangka resepsi yang lebih rinci ada di rundown acara resepsi pernikahan, dan jam akad yang masuk akal ada di jam berapa akad nikah dan resepsi.

Bagaimana menuliskan munggah di undangan digital?

Kebanyakan tamu hanya hadir di munggah dan resepsi, bukan di berasan atau nganterke belanjo. Satu undangan di Undaku bisa memuat beberapa acara, masing-masing dengan judul, tanggal, jam, zona waktu, lokasi, tautan peta, keterangan sesi, dan dress code. Jenis acaranya akad, resepsi, lamaran, khitanan, aqiqah, wisuda, dan custom, sama di semua tema. Tulis "Munggah" sebagai acara custom.

Palembang berada di zona WIB. Setel WIB di setiap acara; zona waktu di Undaku dipilih per acara, jadi tamu dari WITA atau WIT bisa menghitung jamnya sendiri. Sematkan peta rumah mempelai wanita; caranya ada di cara pasang lokasi Google Maps di undangan.

AcaraSiapa yang umumnya diundang
Madik sampai mutus katoKeluarga inti dan tokoh adat
Nganterke belanjo dan perawatanKeluarga terdekat
Akad nikahKeluarga inti, wali, saksi, kerabat dekat
MunggahKeluarga besar dan kerabat yang diundang khusus
ResepsiTamu umum
Nyemputi, nyanjoi, mandi simburanKeluarga inti

Cara mengelola siapa diundang ke acara mana ada di cara mengelola daftar tamu undangan.

Contoh teks undangan dan pesan WhatsApp

Teks undangan untuk akad dan munggah di hari yang sama. Salin lalu ganti isiannya:

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Tanpa mengurangi rasa hormat, kami bermaksud mengundang
Bapak/Ibu/Saudara/i untuk menghadiri acara pernikahan kami:

[Nama Mempelai Wanita]
putri dari Bapak [Nama] dan Ibu [Nama]

dengan

[Nama Mempelai Pria]
putra dari Bapak [Nama] dan Ibu [Nama]

AKAD NIKAH
[Hari], [tanggal] - pukul 08.00 WIB
[Nama masjid atau alamat]

MUNGGAH & RESEPSI
[Hari], [tanggal] - pukul 09.00 WIB sampai selesai
[Alamat]

Merupakan suatu kehormatan dan kebahagiaan bagi kami apabila
Bapak/Ibu/Saudara/i berkenan hadir dan memberikan doa restu kepada kami.

Atas kehadiran dan doa restunya, kami ucapkan terima kasih.

Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Kami yang berbahagia,
[Nama Mempelai Pria] & [Nama Mempelai Wanita]
beserta keluarga besar

Pesan untuk kerabat yang diundang khusus ke munggah:

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Kami mengundang [Nama] sekeluarga pada acara munggah,
[hari], [tanggal], pukul [jam] WIB di [alamat].

Acara ini khusus keluarga dan kerabat dekat.
Rangkaian lengkap acara ada di tautan ini: [tautan undangan]

Mohon doa restunya.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Balasan singkat untuk tamu yang menanyakan jam:

Acara kami mulai [jam] WIB, [Nama].
Semua jam dan lokasinya sudah kami tulis lengkap di tautan ini:
[tautan undangan]

Kalau salah satu pengantin berasal dari luar Sumatera Selatan, putuskan sejak berasan apakah munggah dijalankan penuh; pola yang biasa ada di pernikahan beda suku. Untuk desain bernuansa songket dan aesan gede, lihat tema undangan Palembang.

Pertanyaan yang sering muncul

Apa itu munggah dalam pernikahan adat Palembang?

Munggah adalah puncak prosesi: kedatangan rombongan keluarga mempelai pria membawa 12 macam barang antaran, diiringi rebana, disambut adu pantun atau silat, lalu pintu kamar pengantin wanita dibuka. Menurut detik, kain penutup wajah pengantin wanita dibuka pada momen ini.

Apa isi tenong saat menyengguk?

Menurut detik, isinya bahan makanan seperti telur, mentega, dan terigu. Tenong adalah wadah anyaman bambu bulat atau persegi yang dibungkus kain bersulam.

Apa bedanya berasan dan mutus kato?

Berasan adalah musyawarah dua keluarga besar tentang persyaratan dan persiapan. Mutus kato adalah keputusannya: hari akad, hari nganterke belanjo, aturan adat, dan hantaran. Sebagian sumber, termasuk detik, menggabungkan keduanya dalam satu tahap.

Apa itu nganterke belanjo?

Nganterke belanjo adalah pengantaran uang belanja dalam ponjen kuning bersama 12 nampan kebutuhan pesta, dari keluarga pria kepada keluarga wanita, sebelum hari pernikahan.

Apa arti mandi simburan?

Santhet memaknainya sebagai simbol lepasnya tanggung jawab orang tua kepada pengantin baru dan sebagai penyucian diri yang mempererat silaturahmi dua keluarga.

Apakah akad nikah selalu di rumah mempelai pria?

Tidak selalu. Detik menulis bahwa tradisinya di kediaman pria, tetapi ada juga yang di kediaman wanita. Kesepakatan dua keluarga yang menentukan.

Susun rangkaian adat Palembang-mu di satu tautan

Akad, munggah, dan resepsi punya jam dan peserta yang berbeda. Di Undaku kamu bisa menuliskan semuanya di satu undangan digital, tiap acara dengan zona waktu WIB, lokasi, dan petanya sendiri, lalu membagikan satu tautan ke semua tamu. Mulai buat undangannya di Undaku, gratis untuk dicoba sebelum kamu putuskan.

Artikel terkait

Tema undangan terkait

Sekalian buat undangan digitalnya?

Lengkap dengan RSVP, galeri foto, amplop digital, dan link khusus untuk setiap tamu — jadi dalam 5 menit.

Buat Undangan Gratis