Prosesi Pernikahan Adat Betawi: Urutan Lengkap & Rundown
Kamis, 17 September 2026 · Diperbarui Jumat, 2 Oktober 2026
Prosesi pernikahan adat Betawi berjalan dari ngedelengin, ngelamar, bawa tande putus, masa dipiare dan siraman, lalu ngerudat, palang pintu, akad nikah, buka cadar di puade, sampai acara negor dan pulang tige ari. Tamu umum biasanya hanya melihat hari-H: ngerudat, palang pintu, akad, dan resepsi.

Apa saja urutan prosesi pernikahan adat Betawi?
Urutan di bawah mengikuti uraian Institut Kesenian Jakarta tentang perkawinan adat pengantin Betawi, digabung dengan istilah yang dipakai penelitian lapangan. Kolom terakhir menunjukkan siapa yang biasanya terlibat.
| No | Tahap | Kapan | Yang khas | Yang terlibat |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Ngedelengin | Awal sekali | Perantara (mak comblang) menjajaki keluarga | Perantara dan keluarga wanita |
| 2 | Ngelamar | Setelah penjajakan | Sirih lamaran, pisang raja, roti tawar | Utusan keluarga pria |
| 3 | Bawa tande putus | Sekitar seminggu setelah lamaran | Cincin belah rotan sebagai tanda terikat | Dua keluarga |
| 4 | Masa dipiare | Beberapa hari sampai sebulan sebelum akad | Perawatan oleh tukang piare | Calon pengantin wanita |
| 5 | Siraman | Sehari sebelum akad | Mandi air bunga | Keluarga dekat |
| 6 | Tangas (kum) | Setelah siraman | Mandi uap ramuan sekitar 30 menit | Calon pengantin wanita |
| 7 | Ngerik dan potong centung | Menjelang akad | Merapikan bulu halus, tanda centung dengan uang logam | Tukang piare |
| 8 | Malam pacar | Menjelang akad | Inai di kuku | Keluarga dan sahabat |
| 9 | Ngerudat | Hari-H | Rombongan pria berangkat diiringi rebana | Keluarga besar pria |
| 10 | Palang pintu | Hari-H, di depan rumah wanita | Pantun, silat, lantunan sike | Jawara dan juru pantun |
| 11 | Akad nikah | Hari-H | Ijab kabul di hadapan penghulu | Wali, saksi, penghulu |
| 12 | Buka cadar dan puade | Setelah akad | Cadar dibuka, bersanding di pelaminan | Dua mempelai |
| 13 | Acara negor | Sehari setelah akad | Uang tegor di bawah taplak | Keluarga inti |
| 14 | Pulang tige ari | Sekitar tiga hari kemudian | Kiriman bahan makanan dari pihak pria | Keluarga inti |
Dua hal yang perlu kamu tahu sejak awal. Pertama, daftar ini hanya kerangka: tahap 1 sampai 8 adalah urusan keluarga dan tidak masuk undangan tamu. Kedua, bentuknya tidak seragam. Sebuah penelitian di Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan mencatat bahwa sebagian rangkaian sudah jarang dijalankan atau dipersingkat, sementara pasangan tetap memegang kerangka adatnya.
Apa yang dibawa saat ngelamar dan bawa tande putus?
Ngedelengin dimulai dari perantara, bukan dari rombongan. Menurut IKJ, mak comblang menjajaki keluarga si gadis, dan salah satu tanda tradisionalnya adalah sepasang ikan bandeng yang digantung di depan rumah. Perantara juga menyerahkan uang sembe (semacam angpao) kepada calon pengantin wanita.
Saat ngelamar, utusan keluarga pria membawa barang yang sudah baku di tradisi Betawi:
- sirih lamaran,
- pisang raja,
- roti tawar,
- hadiah pelengkap.
Sekitar seminggu kemudian datang bawa tande putus. Tandanya biasanya cincin belah rotan, yaitu cincin dari rotan yang dibelah, dan menurut IKJ ia menandakan bahwa si gadis sudah terikat dan tidak boleh diganggu lagi. Di sinilah tanggal akad dan susunan acara mulai dibicarakan.
Isi dan nilai seserahan adalah kesepakatan dua keluarga. Halaman ini tidak menulis angka apa pun, dan angka seserahan juga tidak perlu masuk undangan. Penjelasan umumnya ada di seserahan dan hantaran pernikahan dan mahar pernikahan.
Seperti apa masa dipiare, siraman, tangas, dan ngerik?
Selama masa dipiare, calon pengantin wanita dirawat oleh seorang tukang piare. IKJ mencatat masa ini dulu berlangsung sekitar sebulan sebagai pingitan; sekarang lamanya mengikuti kesepakatan keluarga dan kesibukan calon pengantin.
Rangkaiannya kira-kira begini:
- Siraman, sehari sebelum akad, memakai air bunga.
- Tangas atau kum, mandi uap dengan ramuan rempah sekitar 30 menit.
- Ngerik dan potong centung: bulu halus dirapikan, lalu dibuat tanda centung di dekat pelipis dengan uang logam.
- Malam pacar, inai di kuku bersama keluarga dan sahabat dekat.
Karena semuanya acara keluarga dan kerabat dekat, tidak ada alasan menulis tahap ini di undangan yang disebar luas. Ejaan istilahnya pun bergeser antar sumber: ngerik/ngerok, centung/cantung, malam pacar/malem pacar.
Bagaimana jalannya ngerudat dan palang pintu?
Ngerudat adalah keberangkatan rombongan mempelai pria ke rumah mempelai wanita dengan membawa seserahan. Iringannya musik rebana ketimpring. IKJ menulisnya "rebana kecimpring", jadi dua ejaan ini sama-sama beredar. Sebagian sumber menyebut rombongan dulu memakai delman atau andong hias; praktik sekarang menyesuaikan keluarga.
Rombongan tidak langsung masuk. Mereka berhadapan dengan palang pintu, yang menurut Wikipedia memadukan silat dan sastra pantun sebagai ujian bagi calon mempelai pria. Rinciannya dari uraian IKJ tentang tradisi palang pintu:
| Unsur | Peran |
|---|---|
| Jawara dari dua pihak | Mewakili keluarga, beradu silat |
| Juru pantun | Satu dari tiap keluarga, berbalas pantun |
| Pembaca shalawat dustur | Membuka acara dengan shalawat |
| Pembaca sike | Melantunkan sike di tahap penutup |
| Rebana kecimpring | Mengiringi seluruh acara |
Urutannya tiga babak. Mula-mula shalawat dustur. Lalu beklai, yaitu adu silat antar jawara. Terakhir lantun sike, lantunan yang disertai berbalas pantun. Setelah itu pihak pria diperbolehkan masuk.
Menurut IKJ, rombongan pria juga membawa dua benda simbolis: kembang kelapa, yang dimaknai kegunaan kelapa dari akar sampai buah, yakni harapan agar mempelai pria berguna bagi rumah tangganya, dan roti buaya. Legenda menyebut si Pitung (1874 sampai 1903) pernah menjalani tradisi ini ketika menikahi Aisyah, putri seorang jawara, tetapi IKJ sendiri menulis bahwa tidak ada bukti sejarah pasti kapan tradisi ini dimulai.
Halaman ini sengaja tidak menyalin contoh pantun. Isinya disiapkan bersama jawara dan juru pantun yang kamu pilih, dan harus cocok dengan nama pengantin serta keluarganya.
Kenapa roti buaya selalu ada di seserahan Betawi?
Roti buaya hadir karena orang Betawi meyakini buaya hanya berpasangan dengan satu pasangan, sehingga roti ini menjadi lambang kesetiaan. Wikipedia juga mencatat dua makna tambahan: kesabaran (buaya menunggu mangsa) dan kemapanan.
Beberapa fakta yang jarang disebut:
- Rotinya sepasang, dua potong.
- Di sisi pengantin wanita, tamu memperhatikan kondisi rotinya, dan kondisi itu dianggap menggambarkan karakter mempelai pria.
- Sebelum bangsa Eropa datang, bentuk buaya dibuat dari umbi seperti ubi atau singkong. Teknik roti dibawa orang Portugis dan Belanda.
Roti buaya adalah bagian seserahan, bukan hidangan resepsi. Jangan memasukkannya ke daftar katering.
Apa saja isi seserahan Betawi selain roti buaya?
IKJ merinci seserahan Betawi sebagai berikut. Isi nyata tiap keluarga berbeda, jadi anggap tabel ini gambaran, bukan daftar wajib.
| Barang | Keterangan |
|---|---|
| Sirih, gambir, pala, kapur, pinang | Perlengkapan sirih |
| Maket masjid | Tiruan masjid, sering berisi uang |
| Kekudang | Kesukaan si gadis, misalnya salak condet atau jamblang |
| Mahar | Disebut saat akad |
| Pesalinan | Kebaya encim, kain batik lasem, kosmetik |
| Sepasang roti buaya | Ikut dalam pesalinan |
| Petisie | Sayur dan bahan mentah |
Apa yang terjadi setelah akad: buka cadar, puade, negor, dan pulang tige ari?
Setelah ijab kabul di hadapan penghulu, mempelai pria membuka cadar mempelai wanita (buka cadar). Mempelai wanita mencium tangan suaminya, lalu keduanya duduk di puade (pelaminan). IKJ menulis tarian Kembang Jakarta ikut ditampilkan pada momen ini. Sumber lain menulis buka cadar sebagai bagian dari akad. Ini perbedaan sumber, bukan kesalahan.
Acara negor berlangsung sehari setelah akad, di rumah keluarga wanita. Mempelai pria memberi uang tegor yang diselipkan di bawah taplak meja. Menurut IKJ, mempelai wanita masih "jual mahal" untuk menjaga martabatnya. Ini acara keluarga inti.
Pulang tige ari terjadi sekitar tiga hari kemudian: keluarga mempelai pria mengirim bahan-bahan pembuat laksa pengantin ke keluarga wanita.
Tahap mana yang masih dijalankan sekarang?
Penelitian di Setu Babakan melibatkan sepuluh pasangan dan menemukan tujuh tahap yang masih hidup: ngelamar, piare calon pengantin, malem mangkat atau malem ngeracik, ngerudat, buka palang pintu, akad nikah, dan resepsi. Ngedelengin, bawa tande putus, acara negor, dan pulang tige ari tidak ada di daftar itu, jadi tanyakan ke tetua apakah keluargamu masih menjalankannya. Versi ringkas yang disetujui tetua tidak menyalahi adat.
Praktisnya, kamu hanya perlu menetapkan tiga hal: tahap mana yang digelar, di mana, dan siapa yang diundang ke tiap tahap. Itu keputusan tetua, bukan artikel.
Apa yang dikenakan pengantin Betawi dan tamunya?
Menurut IKJ, pengantin wanita memakai baju kurung bermotif teratai dengan selendang sarung songket. Hiasan kepalanya mencakup lima kembang goyang dan sepasang burung hong, dengan tanda merah berbentuk bulan sabit di dahi. Mempelai pria memakai jas, kain sarung, dan kopiah; pada resepsi ia juga bisa memakai gamis berupa jubah Arab.
| Siapa | Yang umum dipakai |
|---|---|
| Mempelai | Busana adat Betawi seperti di atas |
| Keluarga inti dan rombongan ngerudat | Seragam senada |
| Tamu resepsi | Pakaian sopan, tidak wajib pakaian adat |
Aturan berpakaian tamu lebih lengkap ada di dress code kondangan, dan seragam rombongan dibahas di seragam keluarga pernikahan.
Contoh rundown hari pernikahan adat Betawi
Kerangka ini untuk hari ketika ngerudat sampai resepsi digelar berurutan. Geser jamnya, lalu hapus baris yang tidak dijalankan.
07.00 WIB - Rombongan ngerudat tiba, rebana mengiringi
07.15 WIB - Shalawat dustur dan pembukaan palang pintu
07.30 WIB - Beklai (silat) dan lantun sike
08.00 WIB - Akad nikah
09.00 WIB - Buka cadar, mempelai bersanding di puade
09.30 WIB - Ramah tamah keluarga inti
10.00 WIB - Resepsi, tamu mulai berdatangan
Rundown resepsi yang lebih rinci ada di rundown acara resepsi pernikahan, dan jam yang masuk akal untuk akad ada di jam berapa akad nikah dan resepsi.
Bagaimana menuliskan acara adat Betawi di undangan digital?
Cukup satu undangan dengan beberapa acara. Di Undaku, tiap acara punya judul, tanggal, jam, zona waktu, lokasi, tautan peta, keterangan sesi, dan dress code sendiri. Jenis acaranya akad, resepsi, lamaran, khitanan, aqiqah, wisuda, dan custom, sama di semua tema.
Jadi "Ngerudat dan Palang Pintu" kamu tulis sebagai acara custom, "Akad Nikah" sebagai acara akad, dan "Resepsi" sebagai acara terpisah. Beri keterangan sesi "khusus keluarga" di acara yang tertutup. Jakarta berada di zona WIB; zona waktu dipilih per acara, jadi periksa bahwa semuanya WIB, terutama kalau ada tamu dari WITA dan WIT. Untuk pemetaan lokasi ada cara pasang lokasi Google Maps di undangan, dan untuk mengatur siapa diundang ke acara mana ada cara mengelola daftar tamu undangan.
| Acara | Siapa yang umumnya diundang |
|---|---|
| Ngerudat dan palang pintu | Keluarga besar dua pihak, yang ingin menyaksikan |
| Akad nikah | Keluarga inti, wali, saksi, kerabat dekat |
| Resepsi | Tamu umum |
| Negor dan pulang tige ari | Keluarga inti saja, tidak masuk undangan |
Contoh teks undangan dan pesan WhatsApp
Teks undangan untuk akad dan resepsi di hari yang sama. Salin lalu ganti isian dalam kurung siku:
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Tanpa mengurangi rasa hormat, kami bermaksud mengundang
Bapak/Ibu/Saudara/i untuk menghadiri acara pernikahan kami:
[Nama Mempelai Wanita]
putri dari Bapak [Nama] dan Ibu [Nama]
dengan
[Nama Mempelai Pria]
putra dari Bapak [Nama] dan Ibu [Nama]
AKAD NIKAH
[Hari], [tanggal] - pukul 08.00 WIB
[Nama masjid atau alamat]
RESEPSI
[Hari], [tanggal] - pukul 10.00 WIB sampai selesai
[Alamat]
Merupakan suatu kehormatan dan kebahagiaan bagi kami apabila
Bapak/Ibu/Saudara/i berkenan hadir dan memberikan doa restu kepada kami.
Atas kehadiran dan doa restunya, kami ucapkan terima kasih.
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Kami yang berbahagia,
[Nama Mempelai Pria] & [Nama Mempelai Wanita]
beserta keluarga besar
Pesan untuk kerabat yang diundang menyaksikan ngerudat dan palang pintu:
Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Kami mengundang [Nama] sekeluarga menyaksikan ngerudat
dan palang pintu, [hari], [tanggal], mulai pukul [jam] WIB di [alamat].
Acara ini khusus keluarga dan kerabat dekat.
Rangkaian lengkap acara ada di tautan ini: [tautan undangan]
Mohon doa restunya.
Wassalamu'alaikum Wr. Wb.
Balasan singkat untuk tamu yang menanyakan jam:
Acara kami mulai [jam] WIB, [Nama].
Semua jam dan lokasinya sudah kami tulis lengkap di tautan ini:
[tautan undangan]
Kalau pengantin berbeda suku, bicarakan dulu apakah palang pintu tetap dijalankan penuh; pola yang biasa dipakai ada di pernikahan beda suku. Untuk tampilan undangan yang bernuansa Betawi, lihat tema undangan Betawi.
Pertanyaan yang sering muncul
Apa bedanya ngerudat dan palang pintu?
Ngerudat adalah keberangkatan rombongan mempelai pria ke rumah mempelai wanita, sedangkan palang pintu adalah ujian pantun dan silat yang terjadi setelah rombongan tiba. Keduanya berurutan di hari yang sama.
Siapa saja yang terlibat dalam palang pintu?
Menurut IKJ ada jawara dari kedua pihak, satu juru pantun dari tiap keluarga, pembaca shalawat dustur dan sike, serta pemain rebana kecimpring.
Apa isi tande putus?
Tande putus umumnya cincin belah rotan. Sebagian sumber menambahkan kue-kue tradisional dan uang pesalin, tapi isinya mengikuti kesepakatan keluarga.
Apakah palang pintu wajib ada?
Tidak ada aturan yang mewajibkannya. Penelitian di Setu Babakan mencatat palang pintu termasuk tahap yang masih sering dijalankan, tetapi keluarga boleh memadatkannya atau melewatinya setelah bicara dengan tetua.
Apa arti pulang tige ari?
Pulang tige ari berarti pulang tiga hari. Keluarga mempelai pria mengirim bahan pembuat laksa pengantin ke keluarga wanita. Tahap ini tidak ada di daftar tahap yang masih dijalankan dalam penelitian Setu Babakan, jadi tanyakan ke tetua apakah keluargamu masih memakainya.
Berapa lama masa dipiare?
Tradisinya sekitar sebulan, tetapi pasangan modern memadatkannya sesuai jadwal kerja. Lamanya ditentukan keluarga, bukan aturan baku.
Susun rangkaian adat Betawi-mu di satu tautan
Ngerudat, palang pintu, akad, dan resepsi punya jam dan peserta yang berbeda. Di Undaku kamu bisa menulis semuanya di satu undangan digital, tiap acara dengan zona waktu WIB, lokasi, dan petanya sendiri, lalu membagikan satu tautan ke semua tamu. Mulai buat undangannya di Undaku, gratis untuk dicoba sebelum kamu putuskan.