Undangan Khitanan Digital: Cara Bikin & Contoh Teks
Kamis, 23 Juli 2026 · Diperbarui Rabu, 30 September 2026
Undangan khitanan digital dibuat dengan mengisi nama anak, tanggal, dan lokasi, lalu menyebar satu link lewat WhatsApp. Di Undaku, khitanan sudah jadi tombol acara di editor. Ada tiga bawaan pernikahan yang harus kamu ubah dulu, dan lima contoh teks siap salin di bawah.

Satu hal yang perlu jujur dulu: Undaku dibuat untuk undangan pernikahan. Tapi mesinnya sama — isi data, pilih tema, dapat satu link, kumpulkan RSVP — dan khitanan termasuk jenis acara yang tombolnya sudah disediakan di editor. Yang tidak ada adalah tema khusus bergambar sunatan; yang ada adalah tema cerah serbaguna yang cocok untuk acara anak, plus beberapa bawaan pernikahan yang harus kamu matikan supaya undangannya tidak terlihat aneh.
Kenapa khitanan cocok pakai undangan digital?
Acara khitanan sering ditentukan mendadak — jadwal menyesuaikan libur sekolah atau kesiapan si kecil, jadi waktu persiapan mepet. Undangan kertas butuh waktu cetak dan antar, plus biaya tambahan kalau daftar tamu ternyata lebih panjang dari perkiraan.
Undangan digital menutup celah itu:
- Jadi dalam hitungan menit, cukup isi nama anak, tanggal, dan lokasi.
- Gampang direvisi kalau jadwal berubah, tanpa cetak ulang.
- Sebar ke banyak grup keluarga dan tetangga sekaligus lewat WhatsApp.
- Ada kolom RSVP, jadi kamu tahu perkiraan tamu untuk siapkan konsumsi.
- Hemat, tidak ada ongkos cetak dan antar ke tiap rumah.
Info apa yang wajib ada di undangan khitanan?
Supaya tamu tidak salah waktu atau salah tempat, pastikan enam hal ini ada di undangan. Kolom yang sama dengan undangan pernikahan, cuma isinya disesuaikan untuk acara anak:
| Info | Kenapa penting | Contoh isi |
|---|---|---|
| Nama anak | Inti undangan; sering ditambah nama orang tua | Ananda M. Fauzan Ramadhan (putra dari Bapak Andi & Ibu Rina) |
| Tanggal & jam | Sebut kalau prosesi khitan dan syukuran beda sesi | Sabtu, 8 Agustus 2026, pukul 09.00 WIB |
| Zona waktu | Keluarga beda pulau tidak salah jam | WIB / WITA / WIT sesuai kota acara |
| Lokasi + Google Maps | Tamu tidak nyasar, tinggal ketuk untuk rute | Jl. Melati No. 12, Bandung + link Maps |
| RSVP / kontak | Perkiraan jumlah tamu untuk konsumsi | Tombol konfirmasi hadir di undangan |
| Kolom ucapan | Kerabat jauh tetap bisa titip ucapan | Kolom ucapan di bagian bawah undangan |
Kalau acaranya dua sesi — prosesi khitan pagi lalu syukuran siang — tulis dua jam terpisah supaya tamu yang cuma diundang ke syukuran tidak datang terlalu pagi.
Bagaimana cara bikin undangan khitanan digital?
Langkahnya sama persis dengan bikin undangan pernikahan, tinggal kamu ganti isinya jadi data khitanan:
- Buka halaman buat undangan, lalu pilih satu tema cerah dari galeri.
- Di bagian acara, klik tombol
+ Khitanan— tersedia bersama Akad, Resepsi, Lamaran, Aqiqah, Wisuda, dan Acara Lain. Jam bawaannya 08.00 dan jam selesainya dikosongkan, pas untuk acara pagi yang tidak dipatok waktu bubarnya. - Isi tanggal, jam, dan zona waktu (WIB, WITA, atau WIT). Zona waktu disimpan per acara, jadi saudara di Makassar tidak salah hitung.
- Isi kedua kolom nama, jangan cuma satu. Halaman undangan selalu memuat dua kartu nama, jadi kolom yang kamu biarkan kosong akan tampil sebagai tulisan bawaan. Isi satu kolom dengan nama anak — nama panggilan, nama lengkap, urutan anak, dan nama kedua orang tua — dan kolom satunya dengan nama pengundang, misalnya nama ayah atau "Keluarga Suryadi". Kalau yang dikhitan dua anak sekaligus, dua kolom itu justru terisi secara alami.
- Pasang lokasi dan link Google Maps supaya tamu tinggal ketuk untuk navigasi (caranya di sini).
- Tambahkan acara kedua kalau ada — misalnya prosesi khitan pagi dan syukuran siang. Satu undangan bisa memuat beberapa acara, masing-masing dengan jam, tempat, dan dress code sendiri.
- Unggah foto anak yang ceria biar undangan terasa personal.
- Aktifkan RSVP dan kolom ucapan, lalu preview dari HP kamu sendiri.
- Publish, rapikan link, lalu sebar ke grup keluarga.
Kalau ini kali pertama kamu bikin undangan online, baca dulu panduan lengkapnya di cara membuat undangan digital — di sana ada estimasi waktu per langkah dan trik pasang peta. Daftar fitur yang bisa kamu nyalakan (RSVP, galeri foto, kolom ucapan) ada di fitur undangan digital.
Satu catatan soal amplop: kalau kamu menampilkan nomor rekening untuk kado, fitur amplop digital cuma menampilkan nomor dengan tombol salin. Tamu transfer langsung ke rekeningmu; platform tidak menahan atau menyalurkan uang.
Bawaan pernikahan apa yang harus diubah?
Ini bagian yang paling sering kelewat. Karena mesinnya mesin undangan pernikahan, ada tiga bawaan yang harus kamu sesuaikan sebelum publish — kalau tidak, undangan khitananmu akan terlihat aneh di mata tamu.
| Bawaan | Kenapa jadi masalah | Yang harus kamu lakukan |
|---|---|---|
| Halaman selalu menampilkan dua kartu nama | Kolom nama yang dibiarkan kosong tampil sebagai tulisan bawaan "Mempelai Pria" atau "Mempelai Wanita" | Isi kedua kolom nama. Satu untuk ananda, satu untuk nama pengundang — atau nama anak kedua kalau khitanannya untuk dua anak |
| Ada opsi menampilkan kutipan ayat | Ayat bawaannya adalah ayat tentang pernikahan (QS. Ar-Rum: 21), tidak nyambung untuk khitanan | Matikan opsi "Tampilkan kutipan ayat", lalu tulis kalimat doamu sendiri di bagian pesan penutup |
| Judul halaman berakhiran "Undangan Pernikahan" | Judul di tab browser dan pratinjau link WhatsApp memakai akhiran itu, dan belum bisa diganti | Tulis "khitanan" di kalimat pertama pesan WhatsApp-mu, supaya tidak ada yang salah paham sebelum membuka link |
Poin pertama yang paling menipu. Pratinjau link di WhatsApp cuma memakai nama yang benar-benar terisi, jadi kolom kosong tidak bocor di situ — pratinjaunya terlihat rapi. Tapi halamannya tetap menampilkan kartu "Mempelai Wanita" begitu tamu mengetuk linknya. Jadi jangan pakai tampilan pratinjau WhatsApp sebagai patokan bahwa undanganmu sudah beres; buka sendiri linknya dari HP lain.
Untuk salam pembuka tersedia gaya islami, kristiani, dan umum. Gaya islami menampilkan frasa pembuka baku di atas halaman dan mengubah pilihan RSVP menjadi "Insya Allah Hadir", "Berhalangan Hadir", serta "Masih Ragu" — yang tetap masuk akal untuk acara khitanan. Detail gaya islami ada di undangan digital islami. Acara anak lain yang menghadapi bawaan yang sama dibahas di undangan aqiqah digital.
Tema dan warna apa yang cocok untuk khitanan?
Undangan khitanan boleh lebih playful dibanding undangan pernikahan, apalagi kalau yang dikhitan masih anak-anak. Patokannya: warna terang, font yang gampang dibaca, dan tetap ringan dibuka di HP tamu.
Undaku belum punya tema bergambar khusus khitanan. Tapi beberapa tema pernikahan yang cerah bisa kamu pakai ulang untuk acara anak, dari yang gratis sampai Premium:
| Tema | Nuansa warna | Kenapa cocok untuk khitanan | Paket |
|---|---|---|---|
| Floral Soft | Krem dan mawar muda | Terang dan hangat, pilihan gratis | Gratis |
| Floral Peach | Peach lembut | Terang, manis, tidak terlalu formal | Hemat |
| Modern Sage | Hijau sage | Kalem tapi tetap cerah, cocok nuansa islami ringan | Hemat |
| Floral Marigold | Kuning marigold | Hangat dan hidup | Premium |
| Modern Blush | Merah muda | Bersih, terang, font mudah dibaca | Premium |
| Modern Azure | Biru muda | Bersih dan segar, cocok untuk anak laki-laki | Premium |
Tips desain singkat:
- Pilih warna terang seperti biru muda, hijau mint, atau kuning — hindari warna gelap yang terlalu formal.
- Sisipkan foto anak yang ceria di bagian atas undangan.
- Pakai font yang ramah dibaca, bukan kaligrafi rumit ala undangan pernikahan.
- Jaga undangan tetap ringan supaya cepat terbuka meski sinyal tamu pas-pasan.
Lihat semua pilihan di galeri tema dan saring yang paling cerah.
Seperti apa contoh teks undangan khitanan?
Berikut beberapa contoh teks yang bisa langsung kamu salin — tinggal ganti nama, tanggal, dan lokasinya. Tambahkan doa dengan kata-katamu sendiri kalau mau, karena setiap keluarga punya cara mendoakan yang berbeda.
Versi formal dengan pembuka islami (salam pembuka dan penutupnya adalah frasa baku yang tidak diterjemahkan; kalimat isinya bebas kamu ubah):
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Dengan memohon rahmat Allah SWT, kami bermaksud mengundang
Bapak/Ibu/Saudara/i untuk hadir dalam acara khitanan
putra kami:
Ananda M. Fauzan Ramadhan
yang akan diselenggarakan pada:
Hari/Tanggal : Sabtu, 8 Agustus 2026
Pukul : 09.00 WIB - selesai
Tempat : Jl. Melati No. 12, Bandung
Kehadiran Bapak/Ibu/Saudara/i merupakan kehormatan bagi kami.
Atas kehadiran dan doa restunya, kami ucapkan terima kasih.
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Versi santai untuk grup WhatsApp keluarga:
Assalamu'alaikum, Bude/Pakde/Om/Tante 🙏
Tanggal 8 Agustus 2026 nanti, anak kami Fauzan akan
disunat. Acara syukurannya siang, pukul 12.00 di rumah
(Jl. Melati No. 12, Bandung).
Ditunggu kehadirannya ya. Mohon doa restunya juga.
Link undangan lengkap + lokasi ada di bawah 👇
Versi singkat untuk broadcast:
Undangan Khitanan Ananda Fauzan 🎉
Sabtu, 8 Agustus 2026 | 09.00 WIB
Jl. Melati No. 12, Bandung
Ditunggu kehadiran dan doa restunya ya!
Versi dua sesi, kalau prosesi dan syukurannya dipisah:
Undangan Khitanan Ananda Fauzan
Prosesi khitan : Sabtu, 8 Agustus 2026, pukul 09.00 WIB
Syukuran : Sabtu, 8 Agustus 2026, pukul 12.00 WIB
Tempat : Jl. Melati No. 12, Bandung
Bapak/Ibu sekeluarga kami undang ke acara syukurannya.
Detail dan lokasi ada di link undangan ya.
Versi dengan pantun, biar lebih hangat:
Pergi ke pasar membeli ketupat,
pulangnya mampir membeli duku.
Ananda kini telah disunat,
mohon doa restu dari kakak/adik/saudaraku.
Dengan penuh syukur, kami mengundang Bapak/Ibu/Saudara/i
ke acara khitanan ananda kami, [Nama Anak],
pada [tanggal] di [lokasi].
Bagaimana cara menyebarnya lewat WhatsApp?
Setelah undangan jadi, kamu tidak perlu cetak apa pun:
- Salin link undangan yang sudah kamu buat.
- Tulis "khitanan" di kalimat pertama pesanmu, karena pratinjau link masih berakhiran "Undangan Pernikahan".
- Kirim ke grup keluarga besar dulu supaya berita cepat menyebar.
- Kirim satu per satu ke tamu penting (guru ngaji, tetangga sepuh) dengan pesan pembuka personal, jangan cuma link kosong.
- Tempel link di status WhatsApp H-3 sampai H-1 sebagai pengingat.
- Pantau kolom RSVP supaya persiapan konsumsi lebih pas.
Biar tidak ada tamu yang terlewat dan nomormu aman dari risiko blokir, ikuti etika dan urutannya di cara menyebar undangan digital di WhatsApp.
Kesalahan apa yang sering terjadi?
| Kesalahan | Akibatnya | Pencegahan |
|---|---|---|
| Satu kolom nama dibiarkan kosong | Muncul kartu bertuliskan "Mempelai Wanita" di halaman undangan | Isi kedua kolom sebelum publish |
| Opsi kutipan ayat dibiarkan menyala | Ayat pernikahan muncul di undangan khitanan | Matikan "Tampilkan kutipan ayat" |
| Cuma mengecek pratinjau WhatsApp | Kartu nama bawaan tidak kelihatan di pratinjau, tapi kelihatan oleh tamu | Buka sendiri link undangannya dari HP lain |
| Lupa menulis zona waktu | Saudara di Makassar atau Jayapura datang salah jam | Pilih WIB, WITA, atau WIT di tiap acara |
| Dua sesi digabung jadi satu jam | Tamu syukuran datang saat prosesi khitan masih berlangsung | Buat dua acara terpisah dengan jamnya masing-masing |
| Alamat tanpa link peta | Tetangga jauh dan saudara luar kota telepon berkali-kali | Pasang link Google Maps di tiap acara |
| Menyalin teks undangan pernikahan | Ada kalimat mempelai yang ikut tersalin | Pakai contoh teks di atas |
Pertanyaan yang sering muncul
Apakah ada tema khusus bergambar khitanan?
Belum ada. Yang tersedia adalah tema pernikahan serbaguna — pilih yang paling cerah, seperti Floral Soft, Floral Peach, atau Modern Azure, lalu ganti fotonya dengan foto anak.
Kenapa muncul tulisan "Mempelai Wanita" di undanganku?
Karena satu kolom nama dibiarkan kosong. Halaman undangan selalu memuat dua kartu nama, dan kolom yang kosong diisi tulisan bawaan. Isi kolom kedua dengan nama pengundang, lalu buka lagi linknya.
Bisakah judul di tab dan pratinjau WhatsApp diganti jadi "Undangan Khitanan"?
Belum bisa. Akhiran "Undangan Pernikahan" masih terpasang untuk semua undangan. Siasatnya, sebut "khitanan" di kalimat pertama pesan WhatsApp-mu.
Bagaimana kalau prosesi khitan dan syukurannya beda hari?
Buat dua acara terpisah di editor. Masing-masing punya tanggal, jam, tempat, dan zona waktunya sendiri, dan semuanya tampil di satu link yang sama.
Apakah tamu perlu install aplikasi untuk membukanya?
Tidak. Tamu cukup mengetuk link dan undangan terbuka di browser HP mereka.
Bisakah aku tahu siapa saja yang akan datang?
Bisa, lewat kolom RSVP. Cara kerjanya dan batasannya dijelaskan di RSVP undangan pernikahan — mekanismenya sama untuk acara khitanan.
Mulai bikin undanganmu
Siap bikin undangan khitanan yang tinggal isi nama dan tanggal, langsung jadi, dan siap disebar hari ini juga? Pilih tema cerah di galeri tema Undaku, isi kedua kolom nama, lalu publish — semuanya gratis untuk dicoba.