← Semua artikel

Ucapan Pernikahan untuk Orang Tua & Mertua: 64 Contoh

Selasa, 14 Juli 2026 · Diperbarui Rabu, 30 September 2026

Ucapan pernikahan untuk orang tua berisi tiga hal: terima kasih, permohonan maaf, dan permintaan restu. Pengantin biasanya menyampaikannya saat sungkeman. Contoh: "Ayah, Ibu, terima kasih atas kasih yang tak putus. Maafkan salahku, dan mohon restu untuk hidup baruku." Di bawah ada 64 contoh untuk orang tua dan mertua, tinggal salin.

Ilustrasi sungkeman: sepasang orang tua duduk berdampingan sementara anak mereka berlutut dan menggenggam tangan keduanya

Apa saja yang harus ada di ucapan untuk orang tua?

Tiga bagian: terima kasih, permohonan maaf, dan permintaan restu. Itu juga inti sungkeman: meminta maaf, menyampaikan terima kasih dan hormat, serta memohon restu untuk keluarga baru. Janji kecil di akhir boleh ditambahkan.

BagianIsinyaWajib?Contoh potongan
Terima kasihMenyebut satu hal nyata yang mereka lakukanWajib"Terima kasih sudah bekerja keras untukku"
Permohonan maafSatu kalimat, tidak perlu merinciWajib"Maafkan semua salah dan khilafku"
Permintaan restuMohon doa untuk hidup baruWajib"Mohon restu untuk hidup baruku"
JanjiMenjaga pasangan atau tetap berbaktiOpsional"Aku akan menjaga (nama pasangan)"

Kalau ucapanmu terlalu panjang, buang bagian janji dulu. Tiga bagian pertama sudah cukup membuat orang tua terharu.

Kapan ucapan untuk orang tua disampaikan?

Saat sungkeman, yaitu ketika pengantin bersimpuh di depan orang tua. Sungkeman berasal dari tradisi Jawa, dan dalam pernikahan pengantin melakukannya untuk memohon restu atau berterima kasih kepada orang tua.

Urutan dan waktunya berbeda di tiap keluarga, dan banyak pasangan dari adat lain menyampaikannya lewat sambutan singkat atau kartu. Tanyakan urutan pastinya ke pemandu acara.

Pilih yang mana? (panduan 30 detik)

  • Kamu pengantin yang mau bicara ke orang tua saat sungkeman → lihat Sungkeman untuk orang tua, lalu Khusus untuk Ibu / Ayah.
  • Kamu dibesarkan satu orang tua atau orang tuamu sudah tiada → dua bagian khusus di bawahnya.
  • Kamu menantu yang mau menyapa mertua → langsung ke Untuk mertua.
  • Kamu orang tua yang mau memberi ucapan ke anak → Dari orang tua untuk anak.
  • Kamu tamu yang mengucapkan selamat ke orang tua mempelai → Untuk orang tua mempelai.
  • Butuh doa bersumber → Versi islami atau Versi kristiani.
  • Cuma butuh kalimat pendek untuk kartu atau WhatsApp → Versi singkat.

Ganti kata sapaan (Ayah/Ibu/Papa/Mama/Bapak) dan (nama pasangan) sesuai keluargamu, ya.

Sungkeman: anak untuk orang tua

Diucapkan pengantin saat bersimpuh — isinya terima kasih, maaf, dan mohon restu.

Ayah, Ibu, terima kasih untuk setiap doa, keringat, dan kasih yang tak
pernah putus. Hari ini aku melangkah ke babak baru. Maafkan semua salah
dan khilafku selama ini. Mohon restu kalian untuk hidupku bersama
(nama pasangan).
Pa, Ma, tidak ada kata yang cukup untuk membalas semua yang kalian beri.
Aku bisa berdiri di sini hari ini karena kalian. Restu kalian adalah
hadiah terindah di hidupku.
Ayah, Ibu, hari ini aku menikah, tapi aku akan selalu menjadi anak
kalian. Terima kasih sudah membesarkan aku dengan sabar. Doakan rumah
tanggaku langgeng sampai tua.
Bapak, Ibu, aku bersimpuh memohon maaf atas setiap sikap yang pernah
melukai hati kalian. Terima kasih sudah tak pernah lelah mendoakanku.
Izinkan aku memulai hidup baru dengan restu kalian.
Mama, Papa, terima kasih sudah menjagaku sampai sedewasa ini. Mulai
hari ini ada orang lain yang akan menjagaku, tapi tempat kalian di
hatiku tidak akan pernah tergantikan.
Ayah, Ibu, aku tahu tidak mudah membesarkanku. Terima kasih untuk setiap
pengorbanan yang tak pernah kalian ceritakan. Hari ini aku ingin membuat
kalian bangga. Mohon doa restunya.
Pa, Ma, di hari bahagiaku ini aku ingin bilang: aku menyayangi kalian
lebih dari yang pernah aku ucapkan. Terima kasih untuk rumah, cinta, dan
doa. Restui langkahku, ya.
Ayah, Ibu, hari ini bukan akhir, tapi awal aku belajar jadi anak yang
lebih baik. Terima kasih sudah jadi orang tua terhebat. Doakan aku dan
(nama pasangan) selalu.

Khusus untuk Ibu

Kalau kamu ingin menyapa Ibu secara personal saat sungkeman atau di kartu.

Ibu, terima kasih untuk setiap pelukan dan doa yang tak pernah putus.
Hari ini anakmu menikah, tapi aku akan selalu jadi anak kecil yang
kamu timang dulu. Maafkan semua salahku, Bu.
Bu, kasih sayangmu yang mengajariku arti cinta. Semoga aku bisa
mencintai keluargaku sebesar cintamu padaku. Mohon restumu.
Ibu, aku tahu kamu pernah menahan lelah demi aku tersenyum. Hari ini
izinkan aku membahagiakanmu. Terima kasih untuk segalanya, Bu. 🤍
Mama, kamu perempuan pertama yang aku cintai. Hari ini aku menemukan
pendamping hidup, tapi kamu tetap tak tergantikan. Doakan aku, ya, Ma.
Ibu, terima kasih sudah jadi rumah paling nyaman selama ini. Mohon maaf
dan mohon restu untuk hidup baruku bersama (nama pasangan).

Khusus untuk Ayah

Ucapan personal untuk Ayah — biasanya menyentuh saat diucapkan langsung.

Ayah, terima kasih sudah bekerja keras tanpa banyak mengeluh demi aku.
Hari ini aku ingin melihatmu bangga. Restui langkah besarku ini, ya, Yah.
Pa, kamu ayah sekaligus pahlawanku. Setiap yang aku punya hari ini
berasal dari perjuanganmu. Terima kasih, Pa. Mohon doa restunya.
Ayah, aku belajar arti tanggung jawab dari caramu menjaga keluarga.
Semoga aku bisa jadi kepala/pendamping keluarga sebaik dirimu. Mohon
restumu.
Ayah, maaf kalau aku sering keras kepala dan bikin repot. Terima kasih
sudah selalu ada. Hari ini izinkan aku memulai keluargaku sendiri dengan
restumu.
Pa, hari ini Papa mempercayakan aku kepada (nama pasangan). Terima kasih
sudah menjagaku sampai detik ini. Aku janji akan menjaga kepercayaan Papa.

Kalau kamu dibesarkan satu orang tua

Ke orang tua yang membesarkanmu sendirian, sebut perannya yang ganda. Itu bagian yang paling ingin mereka dengar.

Ibu, kamu ayah dan ibu sekaligus untukku. Terima kasih sudah berjalan
sendirian membesarkanku. Hari ini ada yang ikut menjagaku, jadi Ibu
boleh lebih tenang. Mohon restumu, Bu.
Ayah, selama ini kamu menjalani dua peran sekaligus. Terima kasih untuk
setiap pagi yang kamu mulai lebih awal demi aku. Mohon restumu untuk
hidup baruku bersama (nama pasangan).
Bu, kamu yang mengajariku bertahan. Aku akan menjaga rumah tanggaku
dengan cara itu. Terima kasih sudah tidak pernah menyerah untukku.

Kalau orang tuamu sudah tiada

Tidak ada aturan bahwa kamu harus diam. Banyak pengantin tetap menyampaikan ucapan, atau menuliskannya di kartu yang diletakkan di kursi orang tua.

Ayah, Ibu, hari ini aku menikah tanpa kalian di sampingku. Aku tahu kalian
ikut bahagia. Terima kasih untuk semua yang kalian tanamkan dalam diriku.
Ibu, hari ini aku ingin bercerita padamu. Aku menikah, Bu. Semua yang
kukerjakan hari ini kuniatkan supaya Ibu bangga.
Ayah, aku masih memegang nasihatmu: sabar dan jujur. Hari ini aku memulai
keluargaku sendiri dengan dua hal itu. Terima kasih, Yah.

Dari orang tua untuk anak

Kalau kamu orang tua yang ingin memberi ucapan dan doa untuk anak.

Anakku, hari ini kamu memulai babak baru. Ayah dan Ibu bangga melihatmu
tumbuh jadi pribadi yang baik. Jaga pasanganmu, saling mengalah, dan
selalu ingat pulang. Kami menyayangimu.
Nak, tidak terasa kamu sudah sebesar ini dan siap membangun rumah
tanggamu sendiri. Doa kami menyertai setiap langkahmu. Bahagia selalu,
ya, Nak.
Untuk putri kami tersayang, hari ini kamu jadi seorang istri. Jadilah
istri yang menenangkan, dan jangan lupa kamu selalu punya rumah di sini.
Kami mencintaimu.
Untuk putra kebanggaan kami, hari ini kamu jadi seorang suami dan kepala
keluarga. Jaga, lindungi, dan cintai keluargamu dengan tulus. Restu dan
doa kami selalu bersamamu.
Anakku, pernikahan itu bukan soal siapa yang benar, tapi siapa yang mau
mengalah lebih dulu. Ayah dan Ibu doakan kalian sabar dan setia sampai
tua.
Nak, sekarang keluarga kita bertambah satu. Terima pasanganmu sepenuh
hati, dan kami pun sudah menganggapnya anak sendiri. Semoga kalian
langgeng dan penuh berkah.
Anakku sayang, tidak ada warisan terbaik selain doa. Ayah dan Ibu titip
doa: semoga rumah tanggamu dipenuhi cinta, kesabaran, dan rezeki yang
halal.
Nak, kami melepasmu bukan karena tak sayang, tapi karena percaya kamu
sudah siap. Bangunlah keluarga yang hangat. Pintu rumah ini selalu
terbuka untukmu.
Nak, kalau nanti ada hari yang berat, bicarakan berdua sebelum bicara ke
orang lain. Kami di sini kalau kalian butuh, tapi rumah tangga ini milik
kalian berdua.
Untuk menantu kami, terima kasih sudah mencintai anak kami. Mulai hari
ini kamu bagian dari keluarga ini, dan pintu rumah kami terbuka untukmu.

Untuk orang tua mempelai

Ini untuk tamu yang mengucapkan selamat kepada orang tua pengantin, bukan kepada pengantinnya.

Selamat atas pernikahan putri Bapak dan Ibu. Semoga hari ini penuh
sukacita, dan semoga keluarga selalu sehat dan rukun.
Selamat atas pernikahan putra Bapak dan Ibu. Ikut bahagia melihat anak
yang dibesarkan dengan begitu baik sampai ke pelaminan.
Turut berbahagia, Bu, atas hari istimewa keluarga. Semoga acaranya lancar
dan kebahagiaan ini terus menyertai keluarga Ibu.
Selamat, Pak. Sekarang keluarga Bapak bertambah satu. Semoga kedua
keluarga makin dekat dan selalu diberi kesehatan.

Untuk mertua

Diucapkan menantu untuk Bapak/Ibu mertua — nada hormat dan penuh terima kasih. Butuh lebih banyak pilihan? Lihat ucapan pernikahan untuk mertua.

Bapak, Ibu, terima kasih sudah menerima saya menjadi bagian dari
keluarga. Saya akan berusaha menjaga dan membahagiakan putra/putri
Bapak dan Ibu. Mohon doa dan bimbingannya selalu. 🙏
Kepada Bapak dan Ibu mertua, terima kasih atas kepercayaan dan restunya.
Semoga saya bisa menjadi menantu yang berbakti dan membanggakan.
Bapak, Ibu, mulai hari ini saya punya orang tua lagi untuk saya hormati
dan sayangi. Terima kasih sudah membesarkan pasangan saya dengan begitu
baik.
Terima kasih, Bapak dan Ibu, sudah mempercayakan putra/putri kesayangan
Bapak-Ibu kepada saya. Saya akan menjaganya dengan sepenuh hati.
Ibu, terima kasih sudah menganggap saya seperti anak sendiri sejak awal.
Semoga saya bisa membalas kebaikan Ibu dengan bakti dan doa.
Bapak, saya berjanji akan menjaga dan mendampingi keluarga ini sebaik
mungkin. Mohon bimbingan Bapak agar saya jadi menantu yang baik.
Bapak, Ibu mertua, terima kasih atas sambutan hangat di keluarga ini.
Doakan rumah tangga kami sakinah dan langgeng, ya, Pak, Bu.

Versi islami & doa

Doa berbahasa Arab di bawah disalin apa adanya dari sumber terpercaya (jangan diubah bacaan atau transliterasinya).

Ayah, Ibu, terima kasih atas doa yang tak pernah putus. Semoga Allah
membalas setiap kasih dan pengorbanan kalian dengan kebaikan yang
berlipat. Mohon restu kalian untuk hidup baruku.
Barakallahu laka wa baraka 'alaika wa jama'a baynakuma fi khair.
Doa Ayah dan Ibu menyertai pernikahanmu, Nak. Semoga jadi keluarga
yang sakinah, mawaddah, wa rahmah.

Sumber doa: بَارَكَ اللَّهُ لَكَ وَبَارَكَ عَلَيْكَ وَجَمَعَ بَيْنَكُمَا فِي خَيْرٍ — doa Nabi ﷺ untuk pengantin (HR. Abu Dawud no. 2130 & Tirmidzi no. 1091, sahih). "Sakinah, mawaddah, wa rahmah" merujuk pada QS. Ar-Rum: 21.

Barakallah, semoga sakinah mawaddah warahmah. Terima kasih, Ayah Ibu,
atas restu dan doanya di hari bahagia ini. Aamiin.
Jazakallahu khairan, Ayah dan Ibu, atas segala kasih dan pengorbanan
yang tak terhitung. Semoga Allah menjaga kalian selalu. Aamiin ya
rabbal 'alamin.

Sebagai doa dari orang tua, banyak keluarga membacakan QS. Ar-Rum: 21:

"Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan
untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya,
dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang. Sungguh, pada yang demikian itu
benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir."
(QS. Ar-Rum: 21)

Versi kristiani

Penutup Tuhan Yesus memberkati. disalin apa adanya, sama seperti yang dipakai di halaman ucapan lain.

Papa, Mama, terima kasih atas kasih dan doa yang tidak pernah putus.
Mohon restu kalian untuk hidup baruku. Tuhan Yesus memberkati.
Anakku, hari ini kamu memulai keluarga baru. Papa dan Mama selalu
mendoakan kalian berdua. Tuhan Yesus memberkati.
Bapak, Ibu, terima kasih sudah menerima saya di keluarga ini dengan
hangat. Mohon doanya untuk kami. Tuhan Yesus memberkati.

Ayat yang sering dibacakan di pernikahan Kristen, disalin apa adanya:

"Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu,
apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia."
(Matius 19:6)

Versi singkat (kartu / WhatsApp / kolom ucapan)

Kalimat pendek yang enak ditulis tangan di kartu atau dikirim lewat pesan.

Terima kasih, Ayah Ibu, atas restu dan kasih sayangnya. 🤍
Restu kalian adalah berkah terbesar di hari ini. Aku menyayangi kalian.
Terima kasih sudah menerima saya di keluarga ini. Mohon bimbingannya, Pak, Bu.
Ayah, Ibu, aku bangga jadi anak kalian. Doakan aku selalu, ya.
Anakku, selamat menempuh hidup baru. Doa Ayah dan Ibu selalu bersamamu. 🤍
Bahagia selalu, Nak. Jaga pasanganmu, dan jangan lupa pulang. Kami sayang kamu.
Untuk Bapak dan Ibu mertua, terima kasih atas kepercayaan dan restunya. 🙏
Mama, Papa, kalian rumah pertamaku. Terima kasih untuk segalanya.
Ayah, Ibu, terima kasih sudah jadi alasan aku bisa sampai di hari ini.
Bu, Yah, doakan kami, ya. Aku sayang kalian.

Berapa panjang ucapannya dan lewat apa disampaikan?

Tiga sampai lima kalimat untuk sungkeman lisan, satu sampai dua kalimat untuk chat. Makin emosional momennya, makin pendek kalimat yang sanggup kamu ucapkan tanpa suara bergetar.

Cara menyampaikanPanjang yang pasCatatan
Lisan saat sungkeman3–5 kalimat (perkiraan 30–40 detik)Siapkan poin di kartu kecil supaya tidak hilang kata saat haru
Kartu tulis tangan3–6 kalimatTulis tangan, bukan diketik, supaya terasa personal
WhatsApp1–2 kalimatCocok untuk orang tua yang tidak hadir langsung
Kolom ucapan undangan digitalSampai 500 karakterTampil rapi dan tersimpan untuk dibaca ulang

Kolom ucapan di undangan yang dibuat lewat Undaku tidak butuh login dan menerima sampai 500 karakter, jadi contoh mana pun di halaman ini muat. Kalau ingin ide lain, lihat kumpulan ucapan pernikahan dan ucapan pernikahan untuk keluarga.

Pertanyaan yang sering muncul

Apa isi teks sungkeman pernikahan?

Tiga hal: terima kasih kepada orang tua, permohonan maaf, dan permintaan doa restu. Kalimat pendek lebih mudah diucapkan saat haru, jadi tiga sampai lima kalimat sudah cukup.

Boleh menyampaikan ucapan untuk orang tua kalau bukan adat Jawa?

Boleh. Sungkeman berasal dari tradisi Jawa, tapi keluarga dari adat lain bisa menyampaikan isi yang sama lewat sambutan singkat, kartu, atau pesan pribadi.

Bagaimana kalau lupa teks atau menangis saat mengucapkannya?

Tidak masalah, karena tangis justru wajar di momen ini. Bawa kartu kecil berisi tiga poin (terima kasih, maaf, restu) dan berhenti sebentar kalau perlu.

Apakah ucapan untuk mertua dan orang tua sendiri harus dibedakan?

Sebaiknya dibedakan. Ke mertua, sapaan dan pilihan kata lebih formal dan menonjolkan terima kasih atas penerimaan. Contoh khusus mertua ada di ucapan pernikahan untuk mertua.

Apa yang bisa diucapkan kalau orang tua sudah meninggal?

Sampaikan ucapan langsung kepada mereka seperti biasa, atau tulis di kartu yang diletakkan di kursi orang tua. Contoh tanpa unsur keagamaan ada di bagian orang tua yang sudah tiada.

Rapikan ucapan dan doa di undanganmu

Sedang menyiapkan pernikahanmu sendiri? Rapikan undangannya lengkap dengan kolom ucapan & doa lewat undangan digital gratis di Undaku, supaya pesan dari orang tua dan keluarga tersimpan di satu tempat.

Artikel terkait

Kamu juga sedang menyiapkan pernikahan?

Buat undangan digitalmu sendiri — lengkap dengan RSVP, kolom ucapan dari tamu, dan link khusus untuk setiap tamu. Mulai gratis, jadi dalam 5 menit.

Buat Undangan Gratis