Contoh Undangan Pernikahan Minang: Teks & Turut Mengundang
Senin, 28 September 2026 · Diperbarui Rabu, 30 September 2026
Undangan pernikahan Minang dikenali dari daftar turut mengundang yang panjang, berlabel kekerabatan seperti Mamak dan Etek, lalu ditutup baris "Niniak Mamak, Urang Sumando, Sanak Famili". Di bawah ada teks lengkap yang bisa kamu salin, arti tiap frasa Minang, dan variasi untuk undangan cetak, digital, dan WhatsApp.

Seperti apa isi undangan pernikahan Minang
Semua frasa Minang di halaman ini kami ambil dari undangan asli yang memakai bentuk yang sama — bukan kalimat karangan sendiri.
Kalau kamu membandingkan beberapa undangan asli keluarga Minang, polanya cukup seragam. Badan undangannya memakai bahasa Indonesia, sama seperti undangan di daerah lain. Nuansa Minangnya ada di bagian bawah: siapa saja yang turut mengundang, dan bagaimana mereka disebut.
| Bagian undangan | Bahasa yang dipakai | Ciri khas Minang |
|---|---|---|
| Salam dan kalimat pembuka | Indonesia (plus salam Islami) | — |
| Nama mempelai dan orang tua | Indonesia | Ada yang menyebut mempelai wanita lebih dulu, ada yang pria dulu |
| Waktu dan tempat acara | Indonesia | Resepsi kadang diadakan di dua tempat (rumah anak daro dan rumah marapulai) |
| Kalimat penutup | Indonesia | — |
| Daftar turut mengundang | Nama + label kekerabatan Minang | Mamak, Mintuo, Etek, Pak Etek, Ante |
| Baris penutup daftar | Minang | Niniak Mamak, Urang Sumando, Sanak Famili; kadang didahului Silang nan bapangka, karajo nan bapokok |
Seorang penulis di Kompasiana mencatat bahwa undangan di Sumatera Barat biasanya mencantumkan bukan hanya orang tua kedua mempelai, tapi juga saudara-saudara mempelai dan saudara kedua pasang orang tua. Daftarnya bisa memakan satu halaman sendiri — di undangan cetak empat halaman, daftar ini biasanya ada di halaman terakhir. Ia juga menulis bahwa frasa Silang nan bapangka, karajo nan bapokok dulu lazim ditulis di bagian bawah undangan, dan sekarang tidak selalu dipakai lagi.
Teks lengkap undangan pernikahan Minang (siap salin)
Teks ini atas nama orang tua sebagai tuan rumah, dengan salam Islami. Ganti bagian dalam kurung siku.
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Tanpa mengurangi rasa hormat, kami bermaksud mengundang
Bapak/Ibu/Saudara/i untuk menghadiri acara pernikahan putra-putri kami:
[Nama Mempelai Wanita]
Putri dari Bapak [Nama Ayah] dan Ibu [Nama Ibu]
dengan
[Nama Mempelai Pria]
Putra dari Bapak [Nama Ayah] dan Ibu [Nama Ibu]
Akad Nikah
[Hari], [tanggal]
Pukul [jam mulai] – [jam selesai] WIB
[nama tempat dan alamat]
Resepsi
[Hari], [tanggal]
Pukul [jam mulai] WIB – selesai
[nama gedung dan alamat]
Merupakan suatu kehormatan dan kebahagiaan bagi kami apabila
Bapak/Ibu/Saudara/i berkenan hadir dan memberikan doa restu kepada kami.
Atas kehadiran dan doa restunya, kami ucapkan terima kasih.
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Kami yang berbahagia,
Keluarga Bapak [Nama Ayah] dan Ibu [Nama Ibu]
beserta keluarga besar
Turut Mengundang:
[Nama] (Mamak)
[Nama] / [Nama] (Mamak/Mintuo)
[Nama] / [Nama] (Etek/Pak Etek)
[Nama] / [Nama] (Kakak/Abang)
[Nama] (Adik)
Niniak Mamak, Urang Sumando,
Sanak Famili dan Kedua Mempelai
Di contoh ini mempelai wanita disebut lebih dulu karena keluarganya yang menjadi tuan rumah. Di undangan asli yang kami cek, urutannya ada yang wanita dulu, ada yang pria dulu. Ikuti siapa yang punya hajat.
Arti frasa Minang di undangan
| Frasa | Arti bebas | Keterangan |
|---|---|---|
| Silang nan bapangka, karajo nan bapokok | Kira-kira "silang ada pangkalnya, pekerjaan ada pokoknya" | Di teks MC adat, frasa ini dipakai untuk menyebut keluarga yang punya hajat. Di undangan, frasa ini menjadi tanda hormat seluruh keluarga besar kepada tamu |
| Niniak mamak | Para mamak yang dituakan | Tetua adat dari pihak keluarga besar |
| Urang sumando | Menantu laki-laki keluarga besar | Para lelaki yang masuk ke keluarga lewat pernikahan |
| Sanak famili | Kaum kerabat | Seluruh keluarga besar |
| Kedua mempelai | — | Bahasa Indonesia; di beberapa undangan diganti "Kedua Keluarga Besar" atau "Keluarga Besar Mempelai" |
Intinya, baris penutup itu bilang: yang mengundang kamu bukan cuma orang tua, tapi seluruh keluarga besar. Karena itu baris ini ditaruh di akhir daftar turut mengundang, bukan di badan undangan.
Label kekerabatan di daftar turut mengundang
Undangan Minang biasanya menulis label kekerabatan dalam kurung di belakang nama, supaya tamu tahu hubungan orang itu dengan mempelai. Pasangan suami-istri ditulis dalam satu baris, dipisah garis miring atau "&".
| Label | Artinya | Contoh penulisan |
|---|---|---|
| Mamak | Paman, saudara laki-laki dari pihak ibu | [Nama] (Mamak) |
| Mintuo | Istri mamak | [Nama] / [Nama] (Mamak/Mintuo) |
| Ante | Tante | [Nama] & [Nama] (Mamak & Ante) |
| Etek | Tante (bibi) | [Nama] / [Nama] (Etek/Pak Etek) |
| Pak Etek | Paman | lihat baris Etek |
| Kakak / Abang / Adik / Ipar | Bahasa Indonesia biasa | [Nama] / [Nama] (Kakak/Abang) |
Perhatikan satu hal: istri mamak disebut Mintuo di sebagian keluarga, dan Ante di keluarga lain. Dua-duanya muncul di undangan asli. Tanyakan ke orang tuamu sebutan yang biasa dipakai di keluarga, lalu pakai konsisten di seluruh daftar.
Daftar turut mengundang juga sering mencantumkan gelar adat. Gelar datuk ditulis di belakang nama dan disingkat "Dt.". Aturan umum penulisan gelar dan urutan nama ada di panduan turut mengundang.
15 variasi yang bisa langsung kamu pakai
Contoh 2 — Versi umum, tanpa salam Islami
Cocok kalau undanganmu tidak memakai salam keagamaan.
Dengan penuh rasa syukur dan kebahagiaan,
kami mengundang Bapak/Ibu/Saudara/i untuk hadir di hari bahagia putra-putri kami:
[Nama Mempelai Wanita]
Putri dari Bapak [Nama Ayah] dan Ibu [Nama Ibu]
dengan
[Nama Mempelai Pria]
Putra dari Bapak [Nama Ayah] dan Ibu [Nama Ibu]
Resepsi
[Hari], [tanggal]
Pukul [jam mulai] WIB – selesai
[nama gedung dan alamat]
Merupakan suatu kehormatan dan kebahagiaan bagi kami apabila
Bapak/Ibu/Saudara/i berkenan hadir dan memberikan doa restu kepada kami.
Atas kehadiran dan doa restunya, kami ucapkan terima kasih.
Hormat kami,
Keluarga Bapak [Nama Ayah] dan Ibu [Nama Ibu]
beserta keluarga besar
Turut Mengundang:
Niniak Mamak, Urang Sumando,
Sanak Famili dan Kedua Mempelai
Contoh 3 — Atas nama mempelai sendiri (Islami)
Kalau yang mengundang kamu dan pasanganmu, bukan orang tua:
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Tanpa mengurangi rasa hormat, kami bermaksud mengundang
Bapak/Ibu/Saudara/i untuk menghadiri acara pernikahan kami:
[Nama Mempelai Pria]
Putra dari Bapak [Nama Ayah] dan Ibu [Nama Ibu]
dan
[Nama Mempelai Wanita]
Putri dari Bapak [Nama Ayah] dan Ibu [Nama Ibu]
Merupakan suatu kehormatan dan kebahagiaan bagi kami apabila
Bapak/Ibu/Saudara/i berkenan hadir dan memberikan doa restu kepada kami.
Atas kehadiran dan doa restunya, kami ucapkan terima kasih.
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Kami yang berbahagia,
[Nama Mempelai Pria] & [Nama Mempelai Wanita]
beserta keluarga besar
Contoh 4 — Baris penutup "dan Kedua Mempelai"
Empat bentuk berikut semuanya dipakai di undangan asli. Pilih satu saja. Bentuk ini yang paling ringkas:
Niniak Mamak, Urang Sumando,
Sanak Famili dan Kedua Mempelai
Contoh 5 — Baris penutup "dan Kedua Keluarga Besar"
Pas kalau daftar turut mengundang di atasnya sudah memuat keluarga dari dua pihak:
Niniak Mamak, Urang Sumando, Sanak Famili, dan Kedua Keluarga Besar
Contoh 6 — Baris penutup "serta Keluarga Besar Mempelai"
Niniak Mamak, Urang Sumando, Sanak Famili serta Keluarga Besar Mempelai
Contoh 7 — Baris penutup dengan "Silang nan bapangka"
Bentuk yang paling kental nuansa adatnya:
Silang Nan Bapangka Karajo Nan Bapokok, Niniak Mamak Urang Sumando, beserta Sanak Famili, dan Kedua Mempelai
Contoh 8 — "Silang nan bapangka" sebagai baris tersendiri
Gaya lama yang ditulis di bagian paling bawah undangan:
Silang nan bapangka, karajo nan bapokok
Contoh 9 — Daftar turut mengundang lengkap
Satu orang atau satu pasangan per baris, dari yang paling dituakan:
Turut Mengundang:
[Nama] (Mamak)
[Nama] / [Nama] (Mamak/Mintuo)
[Nama] / [Nama] (Mamak/Mintuo)
[Nama] / [Nama] (Etek/Pak Etek)
[Nama] / [Nama] (Kakak/Abang)
[Nama] / [Nama] (Kakak/Abang)
[Nama] (Adik)
[Nama] / [Nama] (Adik/Ipar)
Niniak Mamak, Urang Sumando,
Sanak Famili dan Kedua Mempelai
Contoh 10 — Daftar dengan gelar adat
Turut Mengundang:
[Nama] Dt. [Gelar Adat]
[Nama] Dt. [Gelar Adat]
[Nama] / [Nama] (Mamak/Mintuo)
[Nama] / [Nama] (Etek/Pak Etek)
Niniak Mamak, Urang Sumando, Sanak Famili, dan Kedua Keluarga Besar
Contoh 11 — Blok nama dengan orang tua yang sudah meninggal
Nama orang tua yang sudah meninggal tetap ditulis, dengan "Alm." (bapak) atau "Almh." (ibu):
[Nama Mempelai Wanita]
Putri dari Alm. Bapak [Nama Ayah] dan Ibu [Nama Ibu]
dengan
[Nama Mempelai Pria]
Putra dari Bapak [Nama Ayah] dan Almh. Ibu [Nama Ibu]
Contoh 12 — Resepsi di dua tempat
Di beberapa undangan Minang, resepsi kedua diadakan di rumah mempelai pria:
Akad Nikah
[Hari], [tanggal]
Pukul [jam mulai] – [jam selesai] WIB
[Kediaman mempelai wanita, alamat]
Resepsi 1
[Hari], [tanggal]
Pukul [jam mulai] WIB – selesai
[nama gedung dan alamat]
Resepsi 2
[Hari], [tanggal]
Pukul [jam mulai] WIB – selesai
[Rumah mempelai pria, alamat]
Contoh 13 — Pesan WhatsApp (Islami)
Kirim satu per satu dengan nama tamu, lalu tempel tautan undanganmu:
Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Kepada Yth.
Bapak/Ibu/Saudara/i
*[Nama Tamu]*
Tanpa mengurangi rasa hormat, perkenankan kami mengundang
Bapak/Ibu/Saudara/i untuk menghadiri acara pernikahan kami:
*[Nama Mempelai Pria] & [Nama Mempelai Wanita]*
Informasi lengkap acara dapat dilihat pada tautan undangan berikut:
[tautan undangan]
Merupakan suatu kebahagiaan bagi kami apabila Bapak/Ibu/Saudara/i
berkenan hadir dan memberikan doa restu.
Mohon maaf, undangan ini kami bagikan melalui pesan ini.
Terima kasih banyak atas perhatiannya.
Wassalamu'alaikum Wr. Wb.
*[Nama Mempelai Pria], [Nama Mempelai Wanita] & Keluarga*
Mau teks WA dengan nama tamu yang terisi otomatis? Pakai generator teks undangan WA.
Contoh 14 — Pesan ke grup WhatsApp keluarga besar
Kepada seluruh keluarga besar, dengan sukacita kami kabarkan
pernikahan [Nama Mempelai Wanita] dengan [Nama Mempelai Pria]
pada [Hari], [tanggal].
Jadwal akad dan resepsi, lengkap dengan jam dan lokasinya,
ada di tautan ini: [tautan undangan]
Mohon doa restu dan kehadiran seluruh keluarga.
Terima kasih.
Contoh 15 — Pengingat konfirmasi kehadiran
Halo, [Nama].
Mengingatkan soal pernikahan kami pada [tanggal] nanti.
Kalau belum sempat konfirmasi kehadiran, boleh diisi
di tautan undangan ini, ya:
[tautan undangan]
Supaya kami bisa menyiapkan tempat dan hidangan dengan pas.
Terima kasih.
Contoh 16 — Isian kolom "Turut Mengundang" di Undaku
Di Undaku, satu baris = satu nama. Tempel seperti ini, dan baris penutup Minang ikut tampil di akhir daftar:
[Nama] (Mamak)
[Nama] / [Nama] (Mamak/Mintuo)
[Nama] / [Nama] (Etek/Pak Etek)
[Nama] (Adik)
Niniak Mamak, Urang Sumando, Sanak Famili dan Kedua Mempelai
Kenapa tidak ada teks undangan berbahasa Minang penuh
Kami sengaja tidak memuat undangan yang seluruh isinya berbahasa Minang, juga versi WA berbahasa Minang. Alasannya: di undangan asli yang kami cek, badan undangannya selalu berbahasa Indonesia, dan bahasa Minang hanya muncul di daftar turut mengundang. Kalimat undangan berbahasa Minang yang beredar di internet tidak saling cocok antar sumber, jadi kami tidak memakainya.
Ada juga alasan adat. Di Minangkabau, mengundang ke baralek aslinya dilakukan langsung dari rumah ke rumah (mamanggia), dengan membawa siriah untuk kaum perempuan dan rokok untuk kaum laki-laki sebagai simbolnya. Sekarang simbol itu banyak digantikan kartu undangan dan pesan elektronik. Kata-kata adat yang panjang dan berpantun itu biasanya diucapkan dalam pasambahan dan sambutan, bukan ditulis di kartu undangan. Kalau keluargamu ingin kalimat Minang di undangan, mintalah ke mamak atau tetua yang biasa berpasambahan.
Menaruh nuansa Minang di undangan digital di Undaku
Langkah "Keluarga & penutup" di editor Undaku punya kolom Turut Mengundang: satu nama per baris, maksimal 30 baris, masing-masing sampai 160 karakter. Daftar ini tampil di bagian penutup undangan, di bawah nama kalian, dengan judul "Turut Mengundang". Label seperti (Mamak/Mintuo) dan baris penutup Minang bisa kamu ketik langsung di sana, seperti Contoh 16. Kolom ini ada di semua paket.
Salam pembuka dipilih dari empat jenis — islami, umum, kristen, atau hindu — dan salam penutupnya menyesuaikan otomatis. Kalau mau kalimat penutup sendiri, ada kolom Pesan Penutup (maksimal 600 karakter) di langkah yang sama.
Akad dan resepsi masing-masing punya jam, tanggal, dan tempat sendiri, termasuk resepsi kedua di rumah mempelai pria. Sumatera Barat ada di WIB, dan zona waktunya selalu ikut tampil — berguna kalau banyak keluarga di rantau.
Untuk tampilannya, ada empat tema Minang terinspirasi songket: Minang Royal, Minang Gold, Minang Emerald, dan Minang Gadang. Lihat previewnya di halaman tema kategori Minang, atau baca ciri khas desainnya di tema undangan Minang. Untuk urutan prosesinya, dari maminang sampai baralek, lihat tradisi pernikahan adat Minang.
Kesalahan yang sering terjadi
- Mencampur sebutan dalam satu daftar — misalnya istri mamak ditulis Mintuo di satu baris dan Ante di baris lain. Pilih satu.
- Menaruh baris "Niniak Mamak, Urang Sumando" di awal daftar yang panjang. Di undangan asli yang kami cek, baris ini ditaruh paling akhir, setelah nama-nama.
- Memakai lebih dari satu bentuk baris penutup (Contoh 4 sampai 7). Cukup satu.
- Menghapus "Alm." atau "Almh." pada orang tua yang sudah meninggal. Ini bentuk hormat, bukan detail tambahan.
- Mengarang kalimat Minang sendiri untuk badan undangan. Kalau tidak yakin, pakai bahasa Indonesia dan biarkan nuansa Minang ada di daftar turut mengundang.
- Lupa menulis zona waktu di pesan WA untuk keluarga di rantau.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apakah undangan pernikahan Minang harus memakai bahasa Minang?
Tidak. Undangan asli keluarga Minang umumnya berbahasa Indonesia. Nuansa Minangnya ada di daftar turut mengundang: label kekerabatan dan baris "Niniak Mamak, Urang Sumando, Sanak Famili".
Apa arti "Silang nan bapangka, karajo nan bapokok" di undangan?
Kira-kira "silang ada pangkalnya, pekerjaan ada pokoknya". Di undangan, frasa ini menjadi tanda hormat dari seluruh keluarga besar kepada tamu yang diundang.
Apa itu urang sumando?
Menantu laki-laki dalam keluarga besar, yaitu para lelaki yang masuk ke keluarga lewat pernikahan. Mereka ikut disebut sebagai pihak yang turut mengundang.
Istri mamak disebut apa di undangan?
Tergantung keluarga. Di sebagian undangan ditulis Mintuo (Mamak/Mintuo), di undangan lain Ante (Mamak & Ante). Ikuti sebutan yang biasa dipakai di keluargamu.
Undangan baralek itu apa?
Baralek adalah sebutan Minang untuk perhelatan atau pesta pernikahan. Jadi undangan baralek sama dengan undangan resepsi pernikahan Minang, dan bisa memakai teks di halaman ini.
Buat undangan pernikahan Minang-mu di Undaku
Tulis akad dan resepsi di satu undangan digital, isi daftar turut mengundang lengkap dengan label kekerabatannya, lalu bagikan satu tautan ke keluarga di kampung maupun di rantau. Mulai buat undanganmu di Undaku, gratis untuk dicoba sebelum kamu putuskan.