Contoh Teks Undangan Akad Nikah (Islami & Formal)
Jumat, 10 Juli 2026
Nyusun teks undangan akad nikah kadang bikin bingung — mau formal tapi nggak kaku, mau islami tapi takut salah kutip. Di bawah ini ada 16 contoh siap pakai: versi islami lengkap, versi formal untuk tamu umum, versi lengkap dengan data orang tua, sampai versi singkat buat dikirim lewat WhatsApp. Tinggal salin, ganti bagian dalam kurung siku dengan data acaramu.

Pilih dulu: versi mana yang kamu butuh?
Biar nggak scroll semuanya, ini panduan 30 detik memilih:
- Tamu muslim, undangan resmi → langsung ke contoh teks akad nikah islami.
- Tamu campur (kolega, tetangga, relasi orang tua) → pakai versi formal & sopan tanpa unsur keagamaan tertentu.
- Mau tampilan lengkap dengan nama orang tua & gelar → lihat versi lengkap dengan data orang tua.
- Kirim personal lewat chat → pakai versi singkat untuk WhatsApp.
Bagian penting teks undangan akad nikah
Sebelum masuk ke contoh, ini bagian yang wajib ada supaya teksnya lengkap dan sopan:
- Kalimat pembuka — salam atau kalimat pengantar sebelum menyebut nama.
- Nama pasangan + nama orang tua — sertakan gelar kalau ada, dan tambahkan
Alm./Almh.di depan nama orang tua yang sudah berpulang. - Waktu & tempat Akad Nikah — hari, tanggal, jam, dan alamat lengkap. Kalau Resepsi digelar terpisah, tulis juga jadwalnya.
- Kalimat penutup — permohonan doa restu dan ucapan terima kasih.
- Info RSVP atau tautan undangan — kalau kamu pakai undangan digital, cukup satu tautan yang berisi semua detail plus formulir kehadiran.
Kalau kamu belum tahu urutan acara Akad-nya seperti apa, baca dulu susunan acara akad nikah supaya teks undangan dan jadwal riilnya sinkron.
Contoh teks akad nikah islami
Untuk pasangan muslim, teks biasanya dibuka dan ditutup dengan salam, plus doa restu di tengahnya. Salam dan kalimat penutup baku di bawah ini jangan diubah redaksinya — cukup ganti bagian nama, tanggal, dan lokasi.
Versi standar dengan salam pembuka dan penutup baku:
Bismillahirrahmanirrahim
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Tanpa mengurangi rasa hormat, kami bermaksud mengundang
Bapak/Ibu/Saudara/i untuk menghadiri acara pernikahan kami:
[Nama Pria]
Putra [ke-berapa] dari Bapak [Nama Ayah] & Ibu [Nama Ibu]
[Nama Wanita]
Putri [ke-berapa] dari Bapak [Nama Ayah] & Ibu [Nama Ibu]
Akad Nikah
[Hari, Tanggal Bulan Tahun]
Pukul [Jam Mulai] – [Jam Selesai] WIB
[Nama Tempat, Alamat Lengkap]
Merupakan suatu kehormatan dan kebahagiaan bagi kami apabila
Bapak/Ibu/Saudara/i berkenan hadir dan memberikan doa restu kepada kami.
Atas kehadiran dan doa restunya, kami ucapkan terima kasih.
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Kami yang berbahagia,
[Nama Pria] & [Nama Wanita]
beserta keluarga besar
Versi yang menyertakan kutipan ayat, biasanya dipakai kalau ingin undangan terasa lebih syahdu:
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Tanpa mengurangi rasa hormat, kami bermaksud mengundang
Bapak/Ibu/Saudara/i untuk menghadiri acara pernikahan kami:
[Nama Pria] & [Nama Wanita]
"Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan
untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya,
dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang. Sungguh, pada yang demikian itu
benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir."
(QS. Ar-Rum: 21)
Akad Nikah
[Hari, Tanggal Bulan Tahun]
Pukul [Jam Mulai] WIB
[Nama Tempat, Alamat Lengkap]
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Versi yang mengatasnamakan kedua orang tua sebagai pengundang — terasa lebih menghormati posisi kedua keluarga:
Bismillahirrahmanirrahim
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Bapak [Nama Ayah Pria] & Ibu [Nama Ibu Pria]
Bapak [Nama Ayah Wanita] & Ibu [Nama Ibu Wanita]
Bermaksud mengundang Bapak/Ibu/Saudara/i untuk menghadiri
Akad Nikah putra-putri kami:
[Nama Pria] & [Nama Wanita]
Akad Nikah
[Hari, Tanggal Bulan Tahun]
Pukul [Jam Mulai] WIB
[Nama Tempat, Alamat Lengkap]
Merupakan suatu kehormatan dan kebahagiaan bagi kami apabila
Bapak/Ibu/Saudara/i berkenan hadir dan memberikan doa restu kepada kami.
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Versi kalau Akad Nikah dan Resepsi digelar terpisah — dua jadwal ditulis berurutan supaya tamu tidak salah datang:
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Tanpa mengurangi rasa hormat, kami bermaksud mengundang
Bapak/Ibu/Saudara/i untuk menghadiri acara pernikahan kami:
[Nama Pria] & [Nama Wanita]
Akad Nikah
[Hari, Tanggal Bulan Tahun]
Pukul [Jam Mulai] WIB
[Nama Tempat Akad, Alamat Lengkap]
Resepsi
[Hari, Tanggal Bulan Tahun]
Pukul [Jam Mulai] – [Jam Selesai] WIB
[Nama Tempat Resepsi, Alamat Lengkap]
Atas kehadiran dan doa restunya, kami ucapkan terima kasih.
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Versi ringkas islami untuk kartu cetak atau slide, kalau ruang teksnya terbatas:
Bismillahirrahmanirrahim
Akad Nikah
[Nama Pria] & [Nama Wanita]
[Hari, Tanggal Bulan Tahun]
Pukul [Jam] WIB
[Nama Tempat]
Merupakan suatu kehormatan bagi kami atas kehadiran
dan doa restu Bapak/Ibu/Saudara/i.
Kalau kamu mau tampilan undangannya bernuansa islami — kaligrafi, warna earthy, ornamen geometris — lihat referensi gaya di undangan digital islami sebelum menentukan teks final.
Contoh teks formal & sopan
Kalau tamu undanganmu beragam — kolega kantor, tetangga, relasi orang tua — versi formal tanpa unsur keagamaan tertentu biasanya lebih pas dipakai bersama versi islami di atas.
Versi formal umum atas nama kedua mempelai:
Dengan penuh rasa syukur dan kebahagiaan,
kami mengundang Bapak/Ibu/Saudara/i untuk hadir di hari bahagia kami:
[Nama Pria] & [Nama Wanita]
Yang akan diselenggarakan pada:
Akad Nikah
[Hari, Tanggal Bulan Tahun]
Pukul [Jam] WIB
[Nama Tempat, Alamat Lengkap]
Merupakan suatu kebahagiaan bagi kami apabila Bapak/Ibu/Saudara/i
berkenan hadir dan memberikan doa restu.
Hormat kami,
[Nama Pria] & [Nama Wanita] beserta keluarga
Versi yang mengatasnamakan orang tua sebagai pengundang — cocok untuk undangan yang terasa lebih tradisional:
Turut Mengundang
Keluarga Besar Bapak [Nama Ayah Pria]
Keluarga Besar Bapak [Nama Ayah Wanita]
Mengundang Bapak/Ibu/Saudara/i untuk turut hadir dan memberikan
doa restu pada acara Akad Nikah putra-putri kami:
[Nama Pria] & [Nama Wanita]
[Hari, Tanggal Bulan Tahun]
Pukul [Jam] WIB
[Nama Tempat, Alamat Lengkap]
Versi formal dengan Akad dan Resepsi dalam satu undangan:
Dengan penuh rasa syukur, kami mengundang Bapak/Ibu/Saudara/i
untuk hadir pada rangkaian acara pernikahan kami:
[Nama Pria] & [Nama Wanita]
Akad Nikah
[Hari, Tanggal Bulan Tahun] — Pukul [Jam] WIB
[Nama Tempat Akad]
Resepsi
[Hari, Tanggal Bulan Tahun] — Pukul [Jam] – [Jam] WIB
[Nama Tempat Resepsi]
Merupakan suatu kebahagiaan bagi kami apabila Bapak/Ibu/Saudara/i
berkenan hadir dan memberikan doa restu.
Hormat kami,
Keluarga Kedua Mempelai
Versi ringkas untuk kartu undangan cetak atau slide, kalau ruang teksnya terbatas:
Akad Nikah
[Nama Pria] & [Nama Wanita]
[Hari, Tanggal Bulan Tahun], Pukul [Jam] WIB
[Nama Tempat]
Hormat kami,
Keluarga Kedua Mempelai
Versi lengkap dengan data orang tua
Sebagian keluarga ingin nama lengkap dan gelar kedua mempelai beserta orang tua tercantum jelas. Versi ini pas untuk undangan resmi atau cetak.
Versi lengkap dengan urutan anak dan gelar:
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Dengan memohon rahmat dan ridho Allah, kami bermaksud mengundang
Bapak/Ibu/Saudara/i untuk menghadiri Akad Nikah putra-putri kami:
[Nama Lengkap Pria, S.T.]
Putra [ke-berapa] dari Bapak [Nama Ayah] & Ibu [Nama Ibu]
dengan
[Nama Lengkap Wanita, S.Pd.]
Putri [ke-berapa] dari Bapak [Nama Ayah] & Ibu [Nama Ibu]
Akad Nikah
[Hari, Tanggal Bulan Tahun]
Pukul [Jam Mulai] – [Jam Selesai] WIB
[Nama Tempat, Alamat Lengkap]
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Versi minimalis modern — sedikit kata, cocok untuk desain yang bersih:
The Wedding Of
[Nama Pria]
&
[Nama Wanita]
Akad Nikah
[Hari, Tanggal Bulan Tahun] · Pukul [Jam] WIB
[Nama Tempat]
Merupakan kebahagiaan bagi kami atas kehadiran
dan doa restu Anda.
Versi dengan nama orang tua yang sudah berpulang — tambahkan Alm. untuk ayah atau Almh. untuk ibu di depan namanya:
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Kami mengundang Bapak/Ibu/Saudara/i untuk menghadiri Akad Nikah kami:
[Nama Pria]
Putra [ke-berapa] dari Bapak [Nama Ayah] & Ibu [Nama Ibu]
[Nama Wanita]
Putri [ke-berapa] dari Alm. Bapak [Nama Ayah] & Ibu [Nama Ibu]
Akad Nikah
[Hari, Tanggal Bulan Tahun]
Pukul [Jam] WIB
[Nama Tempat, Alamat Lengkap]
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Contoh teks singkat untuk WhatsApp
Undangan yang dikirim personal lewat WhatsApp biasanya dipersingkat — cukup salam, nama, jadwal, dan tautan undangan. Kalau butuh template yang lebih lengkap dengan format pengiriman satu per satu, ada panduan khusus di contoh teks undangan pernikahan lewat WhatsApp.
Versi islami singkat:
Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Tanpa mengurangi rasa hormat, kami mengundang Bapak/Ibu/Saudara/i
untuk menghadiri Akad Nikah kami:
[Nama Pria] & [Nama Wanita]
[Hari, Tanggal] Pukul [Jam] WIB
[Nama Tempat]
Mohon doa restunya. Info lengkap: [tautan undangan]
Wassalamu'alaikum Wr. Wb.
Versi formal singkat, tanpa unsur keagamaan tertentu:
Dengan hormat,
Kami mengundang Bapak/Ibu/Saudara/i untuk hadir di acara
Akad Nikah kami, [Nama Pria] & [Nama Wanita],
pada [Hari, Tanggal] pukul [Jam] WIB di [Nama Tempat].
Mohon maaf, undangan kami sampaikan lewat pesan ini.
Terima kasih atas perhatiannya.
Versi personal dengan nama tamu di awal, biar terasa dikirim khusus untuknya:
Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Kepada Yth. Bapak/Ibu [Nama Tamu]
Dengan memohon rahmat Allah, kami mengundang Bapak/Ibu untuk hadir
di Akad Nikah kami, [Nama Pria] & [Nama Wanita].
[Hari, Tanggal] Pukul [Jam] WIB di [Nama Tempat].
Detail lengkap ada di tautan berikut: [tautan undangan]
Mohon doa restunya.
Wassalamu'alaikum Wr. Wb.
Versi santai untuk teman dekat atau kolega akrab:
Hai [Nama Tamu]! 🤍
Aku mau ngundang kamu ke Akad Nikahku bareng [Nama Pasangan].
[Hari, Tanggal] jam [Jam] WIB di [Nama Tempat].
Ditunggu kehadirannya ya, makasih banyak!
Tips menyusun waktu & lokasi
Bagian jadwal sering jadi sumber salah paham kalau ditulis asal. Beberapa hal yang perlu diperhatikan:
- Format tanggal: tulis lengkap seperti
Sabtu, 14 Juni 2026— hari, tanggal, bulan, tahun. Lebih gampang dibaca daripada format angka14/06/2026. - Format jam:
Pukul 08.00 – 10.00 WIB. Kalau jam selesainya belum pasti, tulisPukul 08.00 WIB – selesai. - Cantumkan zona waktu: Indonesia punya tiga zona — WIB (Jawa, Sumatra), WITA (Bali, Kalimantan, sebagian Sulawesi), WIT (Papua, Maluku). Kalau ada tamu dari luar kota atau luar pulau, zona waktu wajib ditulis biar nggak salah jam datang.
- Pisahkan sesi kalau Resepsi dibagi: misalnya
Sesi 1: 11.00 – 12.30 WIBdanSesi 2: 12.30 – 14.00 WIB, supaya tamu tahu di jam berapa mereka diundang. - Sertakan alamat lengkap + tautan lokasi: nama gedung/masjid, nama jalan, patokan, dan tombol atau tautan "Lihat Lokasi" ke Google Maps — apalagi kalau lokasinya masuk gang kecil atau kompleks perumahan.
Kalau teks di atas mau dipakai untuk undangan digital, detail nama, waktu, dan lokasi ini bisa disusun rapi dalam satu tautan lengkap dengan tombol lokasi dan RSVP — lihat cara menyusunnya di contoh teks undangan pernikahan digital.
Tinggal pilih desain yang cocok, isi data acaramu, lalu bagikan satu tautan ke semua tamu lewat pilihan tema Undaku.