Undangan Digital Murah: Kisaran Harga & 4 Jebakan 'Murahan'
Rabu, 15 Juli 2026 · Diperbarui Rabu, 30 September 2026
Undangan digital murah yang layak dipakai ada di kisaran Rp 45.000–99.000 sekali bayar, dengan watermark hilang dan tamu tanpa batas. Di bawah itu biasanya ada batas masa aktif atau watermark. Yang perlu dicek sebelum bayar: masa aktif, biaya tambahan (domain, revisi), dan apakah kamu bisa mengedit sendiri.

Berapa harga undangan digital di pasaran?
Harga undangan digital di Indonesia rata-rata jatuh di empat tingkat. Ini patokan kasarnya, dari survei beberapa platform populer (angka & sumber ada di bawah tabel):
| Tingkat harga | Yang biasanya kamu dapat | Cocok buat |
|---|---|---|
| Gratis (Rp 0) | Tema dasar, RSVP, watermark platform, kadang masa aktif pendek | Acara kecil, coba-coba dulu |
| Sampai Rp 50.000 | Tanpa watermark, tamu tanpa batas, musik & amplop digital | Mayoritas pernikahan biasa |
| Sampai Rp 150.000 | Semua di atas + galeri lebih banyak, live streaming, QR check-in | Resepsi besar, mau fitur lengkap |
| Di atas Rp 150.000 | Domain sendiri (.com/.id), desain custom, jasa "dibuatkan" | Yang mau tampil eksklusif / anti ribet |
Poin pentingnya: lompatan harga terbesar ada di antara gratis dan ~Rp 50.000, bukan di atasnya. Naik dari gratis ke sekitar Rp 50rb menghapus watermark dan membuka fitur inti (musik, amplop, tamu tanpa batas). Di atas itu kamu membayar untuk kemewahan tambahan, bukan lagi untuk hal yang esensial.
Di Undaku sendiri harganya mengikuti pola ini — sekali bayar, aktif selamanya, bukan langganan bulanan:
- Gratis — Rp 0. 20 tamu link personal, galeri 2 foto, ada watermark.
- Hemat — Rp 49.000. Tanpa watermark, tamu tanpa batas, galeri 15 foto, musik latar, love story, amplop digital, dan bantuan tulis AI.
- Premium — Rp 99.000. Semua fitur Hemat + live streaming, QR check-in tamu, dan domain sendiri.
Harga nyata di halaman publik (dicek 30 September 2026)
Angka berikut dibaca dari halaman harga resmi tiap layanan pada tanggal itu. Sebagian tidak mencantumkan masa aktif, dan ditulis apa adanya.
| Layanan | Harga | Masa aktif | Yang tertera |
|---|---|---|---|
| Web Undangan | Rp 0 / 45.000 / 75.000 | 2 hari / 6 bulan / 6 bulan | Foto maks. 8 / 8 / 16; revisi tanpa batas selama aktif |
| Sangmempelai | Rp 49.000 (Web Premium; harga coret Rp 350.000) | Selamanya, selama situs mereka aktif | Galeri 6 foto; 2 revisi gratis, tambahan Rp 10.000; domain Rp 95.000–309.000 |
| Satu Undangan | Rp 50.000 | Tidak dicantumkan | Harga termasuk pembuatan dan pengiriman; fitur khusus bisa dikenai biaya |
| diundang.me | Rp 0 / 70.000 per acara | Tidak dicantumkan | Gratis: watermark, sampai 100 tamu. Berbayar: tanpa watermark, tamu tak terbatas |
| Undaku | Rp 0 / 49.000 / 99.000 | Selamanya | Hemat tanpa watermark, galeri 15 foto; Premium galeri 30 foto, QR check-in, domain sendiri |
Dari tabel ini terlihat polanya: titik harga "layak" ada di Rp 45.000–75.000, dan selisih terbesar antar layanan bukan di harganya, tapi di masa aktif (2 hari sampai selamanya) dan biaya tambahan seperti domain dan revisi.
Kalau kamu khusus mau membandingkan apa saja isi versi gratis dan sampai mana batasnya, ada pembahasan terpisah di undangan digital gratis: yang didapat, batasan & kapan upgrade.
Apa yang berubah tiap naik satu tingkat harga?
Biar kamu tahu kamu bayar untuk apa, ini beda konkret antar tingkat:
- Gratis → ~Rp 50.000: yang paling terasa adalah watermark hilang dan kuota tamu terbuka. Fitur yang bikin undangan terasa "hidup" — musik latar, amplop digital, love story — hampir selalu baru muncul di tingkat ini. Buat mayoritas pernikahan, di sinilah titik "cukup".
- ~Rp 50.000 → ~Rp 150.000: kamu nggak membeli hal baru yang esensial, melainkan kapasitas dan fitur acara besar: galeri foto lebih banyak, live streaming buat tamu yang nggak bisa datang, dan QR check-in untuk buku tamu resepsi yang ramai.
- Di atas ~Rp 150.000: ini wilayah domain sendiri (misalnya
nama-kami.com), desain custom, atau jasa "dibuatkan" (done-for-you). Bagus kalau kamu mau tampil beda, tapi jujur saja — tamu membuka undangan dari HP dan jarang memperhatikan nama domainnya.
Aturan praktisnya: jangan bayar untuk tingkat di atas kebutuhan tamu kamu. Kalau tamu di bawah 20 dan acara intim, gratis bisa cukup. Kalau tamu ratusan tapi kamu nggak butuh live streaming, tingkat ~Rp 50rb sudah pas — nggak perlu naik ke ~Rp 150rb.
Apa 4 jebakan "murah" yang sering bikin nyesel?
Harga kecil di halaman depan sering menyembunyikan biaya atau batas yang baru kelihatan belakangan. Empat hal ini yang wajib kamu cek sebelum bayar:
1. Masa aktif: undangan bisa mati sebelum hari-H
Ini jebakan paling mahal. Sebagian platform murah membuat undangan hanya aktif 14 hari, 30 hari, atau beberapa bulan — bukan selamanya. Skenario klasiknya: kamu publish dua bulan sebelum acara, sebar link ke semua tamu, lalu link itu mati sebelum hari-H.
Contoh nyata dari pasaran: ada platform yang paket gratisnya hanya aktif 2 hari, dan paket berbayarnya (Rp 45.000–75.000) aktif 6 bulan — bukan selamanya. Jadi selalu baca "masa aktif" sebelum menyebar link. Di Undaku semua paket, termasuk gratis, aktif selamanya.
2. Watermark yang nggak bisa hilang tanpa bayar lagi
Watermark logo platform adalah cara wajar membiayai paket gratis — jadi anggap pasti ada di versi gratis. Yang perlu dicek: hilangnya cukup dengan sekali bayar, atau harus langganan? Beberapa platform "murah" menampilkan watermark bahkan di paket berbayar tingkat bawah. Rincian cara menghapusnya ada di undangan digital tanpa watermark.
3. "Coret harga" dan biaya tambahan yang tersembunyi
Angka "Rp 350.000 → Rp 49.000" bikin terlihat hemat, tapi harga coret belum tentu pernah jadi harga jual sebenarnya. Yang lebih penting: cek total yang benar-benar kamu bayar. Beberapa hal yang sering jadi biaya terpisah:
- Domain sendiri — biasanya biaya tahunan tambahan (Rp 95.000 sampai Rp 300.000-an), bukan bagian dari harga paket.
- Revisi — ada platform yang membatasi jumlah revisi gratis, sisanya bayar.
- Ganti tema — kadang dihitung sebagai order baru.
Cek apakah harga yang tertera sudah termasuk hal-hal yang kamu perlu, atau baru "harga masuk" yang nanti bertambah.
4. Model "dibuatkan": cepat tapi kamu nggak bisa edit sendiri
Sebagian layanan murah pakai model "kamu kirim data, kami buatkan dalam 1–3 hari". Praktis kalau kamu males utak-atik, tapi konsekuensinya: tiap salah ketik nama tamu atau ganti jam acara, kamu harus minta admin dan menunggu. Bandingkan dengan platform yang kamu edit sendiri — typo tinggal perbaiki langsung, kapan pun, tanpa antre.
Bagaimana menekan biaya tanpa terlihat murahan?
Undangan murah nggak harus kelihatan asal. Biar tetap terasa niat:
- Pilih tema minimalis. Warna netral (krem, sage, putih) dengan tipografi rapi justru terlihat lebih mahal daripada tema ramai warna. Kalau bingung, baca cara memilih tema undangan.
- Batasi foto ke yang terbaik saja. 3–5 foto berkualitas lebih elegan daripada belasan foto asal comot dari galeri HP.
- Lengkapi semua info penting — nama, tanggal, lokasi, RSVP. Undangan yang lengkap terasa lebih niat daripada undangan mahal tapi datanya sekadarnya.
- Pakai musik latar yang lembut, bukan lagu pop yang terlalu ramai — kesannya langsung lebih premium.
Bagaimana cara mendapat diskon 20% dari link teman?
Ada satu cara sah menurunkan harga yang tidak tertulis di halaman harga mana pun: diskon pembelian pertama untuk orang yang datang lewat link teman. Di Undaku besarnya 20%, terpotong otomatis — kamu tidak perlu mengetik kode apa pun. Yang bikin orang kehilangan diskon ini hampir selalu urutan langkahnya, bukan syaratnya.
| Paket | Harga normal | Kalau kamu datang lewat link teman |
|---|---|---|
| Hemat | Rp 49.000 | Rp 39.200 |
| Premium | Rp 99.000 | Rp 79.200 |
Dua hal berbeda yang sama-sama disebut "referral"
Ini sumber kebingungan nomor satu, jadi pisahkan dulu:
- Link teman — bentuknya
undaku.id/?ref_user=KODE. Tiap pengguna punya satu di dashboard-nya dan tinggal dibagikan. Tidak ada kolom untuk mengetiknya; cara pakainya cuma satu, yaitu dibuka. - Kolom "Kode promo partner (opsional)" di halaman upgrade. Itu untuk kode partner (misalnya kode dari vendor foto atau WO yang bekerja sama), bukan untuk kode teman. Kode teman yang diketik di situ akan ditolak sebagai tidak valid.
Urutan yang benar, tiga langkah
- Buka link temanmu dulu — dari HP yang nanti kamu pakai mendaftar. Kunjungan itu tersimpan di browser kamu dan bertahan 90 hari.
- Baru daftar atau masuk. Saat akunmu pertama kali dibuat, asal kedatanganmu dicatat sekali, lalu tidak pernah ditimpa lagi.
- Bayar paket pertamamu. Potongan 20% sudah ikut terhitung di halaman upgrade — tidak ada kode yang perlu kamu masukkan.
5 hal yang membuat diskonnya hangus
| Yang kamu lakukan | Kenapa diskonnya hilang |
|---|---|
| Daftar dulu, baru buka link teman | Asal kedatangan hanya dicatat saat akun pertama kali dibuat |
| Mengetik kode teman di kolom "Kode promo partner" | Kolom itu mencocokkan daftar kode partner; kode teman tidak ada di sana |
| Sudah pernah bayar satu paket, baru pakai link teman | Diskon ini khusus pembayaran paket pertama. Upgrade setelahnya ditagih selisih harganya saja |
| Buka link di HP A, daftar di HP B (atau hapus cookie, atau lewat 90 hari) | Catatan kunjungan tersimpan di browser itu saja |
| Memakai link kamu sendiri | Self-referral otomatis diabaikan |
Kalau kamu buka dua link teman yang berbeda, yang dipakai adalah yang paling pertama kamu buka, bukan yang terakhir.
Kalau kamu punya kode partner juga
Keduanya bisa jalan bersamaan, dan urutan hitungnya begini: harga paket dipotong persentase kode partner lebih dulu, lalu 20% dihitung dari sisa itu. Yang perlu kamu tahu: total tagihan tidak bisa turun sampai Rp 0 — pembayaran senilai nol ditolak oleh sistem pembayarannya, jadi selalu tersisa nominal yang harus dibayar.
Satu hal yang jujur perlu disebut
Kalau kamu yang membagikan link, kamu tidak mendapat uang, komisi, atau saldo apa pun dari pembelian temanmu. Potongannya seluruhnya jatuh ke temanmu. Jadi bagikan linknya sebagai bantuan, bukan sebagai peluang penghasilan — dan jangan menjanjikan imbalan yang tidak ada.
Jadi, tingkat harga mana yang pas buat kamu?
Jawab cepat dari atas ke bawah, berhenti di "ya" pertama:
- Acara intim, tamu di bawah 20, santai soal watermark? → Gratis cukup.
- Tamu banyak, mau tanpa watermark + musik & amplop digital? → Tingkat ~Rp 50.000 (di Undaku: Hemat, Rp 49.000).
- Resepsi besar, butuh live streaming / QR check-in / galeri banyak? → Tingkat ~Rp 150.000 (di Undaku: Premium, Rp 99.000).
- Wajib domain
.com/.idsendiri atau desain full custom? → Di atas Rp 150.000, atau ambil paket yang sudah memasukkan domain.
Undangan digital murah bukan berarti seadanya — kuncinya pilih tingkat yang sesuai kebutuhan tamu, lalu pastikan nggak ada jebakan masa aktif atau biaya tersembunyi. Lihat rincian lengkap semua paket dan harganya di halaman harga Undaku dan bandingkan mana yang paling pas buat acaramu.
Pertanyaan yang sering muncul
Berapa harga undangan digital yang wajar?
Untuk undangan web tanpa watermark, yang terbaca di halaman harga publik berkisar Rp 45.000–75.000 sekali bayar per undangan. Undaku Rp 49.000 (Hemat) dan Rp 99.000 (Premium).
Apakah undangan digital murah bisa tanpa watermark?
Bisa, biasanya mulai paket berbayar termurah. Paket gratis umumnya tetap berwatermark. Cek posisi dan ukuran watermark di link publik, bukan hanya di preview editor.
Apakah harga undangan digital sudah termasuk domain sendiri?
Umumnya tidak. Domain sendiri sering jadi biaya tahunan terpisah, misalnya Rp 95.000–309.000 di salah satu layanan. Di Undaku, domain sendiri sudah termasuk paket Premium.
Lebih murah mana, undangan digital atau cetak?
Per tamu, digital hampir selalu lebih murah karena tidak ada biaya cetak dan kirim. Hitungannya ada di perbandingan undangan digital vs undangan cetak.
Kenapa ada harga coret yang sangat tinggi?
Harga coret seperti Rp 350.000 lalu Rp 49.000 adalah strategi tampilan harga. Bandingkan dengan harga akhir dan isi paket, bukan angka coretnya.
Angka pasaran di atas dibaca dari halaman harga publik Web Undangan, Sangmempelai, Satu Undangan, dan diundang.me pada 30 September 2026. Harga tiap layanan bisa berubah, jadi cek langsung sebelum membeli.