← Semua artikel

Contoh Undangan Pernikahan Batak: Parboru & Paranak

Rabu, 23 September 2026 · Diperbarui Rabu, 30 September 2026

Undangan pernikahan Batak Toba punya dua versi: parboru dari pihak wanita dan paranak dari pihak pria. Halaman ini berisi teks berbahasa Indonesia yang tinggal kamu salin, dengan istilah adat secukupnya, dan menjelaskan kenapa versi parboru dan paranak bisa berbeda.

Catatan: istilah adat di halaman ini — parboru, paranak, hasuhuton, hula-hula, dongan tubu — diambil dari sumber-sumber yang membahas adat Batak Toba secara konsisten, lalu disederhanakan ke bahasa Indonesia. Kebiasaan tiap keluarga bisa sedikit berbeda; kalau ragu, tanyakan ke tetua adat.

Ilustrasi ponsel berisi kartu undangan pernikahan polos berbingkai emas, di samping kain tenun merah marun bermotif garis dan segitiga, setangkai bunga merah muda, dan sepasang cincin emas

Pilih versi kamu dalam 30 detik

Sebagian besar contoh undangan Batak di internet ditulis penuh dalam bahasa Batak dan sering tidak membedakan versi parboru dan paranak — padahal dua hal itu yang paling sering bikin bingung.

Cocokkan situasimu dengan baris di bawah, lalu langsung lompat ke contohnya.

Situasi kamuContoh yang dipakai
Pesta digelar di pihak wanita (dialap jual), Kristen, pemberkatan + pesta adatContoh 1 — versi parboru
Pesta digelar di pihak pria (ditaruhon jual), Kristen, pemberkatan + pesta adatContoh 2 — versi paranak
Hanya pesta adat, tidak ada pemberkatan terpisahContoh 3
Mau kirim tautan undangan digital yang ringkasContoh 6
Kirim pesan ke hula-hula atau tetua adat, perlu formalContoh 7 dan 8
Kirim ke sahabat, boleh santaiContoh 9
Ada acara martumpol sebelum hari pemberkatanContoh 10
Keluargamu Karo, bukan TobaContoh 16
Ada acara mangain boru sebelum menikahContoh 17
Pasangan bukan Kristen atau tidak mau nuansa keagamaan tertentuContoh 18

Parboru dan paranak: siapa hasuhuton, dan kenapa teksnya bisa beda

Parboru adalah pihak keluarga mempelai wanita, paranak adalah pihak keluarga mempelai pria. Yang menjadikan undangan dari dua pihak ini terasa beda bukan cuma soal siapa yang mengundang duluan, tapi soal hasuhuton — istilah untuk keluarga yang berperan sebagai tuan rumah pesta.

Siapa yang jadi hasuhuton ditentukan bentuk pestanya:

  • Dialap jual — pesta digelar di pihak wanita, jadi keluarga parboru yang berperan sebagai hasuhuton. Alamat pesta adat mengikuti alamat mereka.
  • Ditaruhon jual — pesta digelar di pihak pria, jadi keluarga paranak yang berperan sebagai hasuhuton. Alamat pesta adat mengikuti alamat mereka.

Penjelasan lengkap soal dua bentuk ini — termasuk kenapa bukan sekadar soal besar-kecil pesta — ada di prosesi pernikahan adat Batak Toba, bagian dialap jual dan ditaruhon jual. Untuk undangan, yang berubah antara versi parboru dan paranak biasanya dua hal: alamat/lokasi pesta adat, dan keluarga yang ditulis paling atas di baris turut mengundang (keluarga hasuhuton). Nama kedua mempelai dan kedua orang tua tetap sama-sama dicantumkan lengkap di kedua versi — itu bukan yang berubah. Contoh 1 dan Contoh 2 di bawah menunjukkan bedanya berdampingan.

Kalau kamu ingin tahu siapa berperan sebagai apa dalam kerangka kekerabatan yang lebih luas (dongan tubu, boru, hula-hula), penjelasannya ada di bagian dalihan na tolu pada artikel prosesi di atas. Singkatnya: pihak parboru dalam satu pernikahan otomatis berperan sebagai hula-hula (pihak yang dihormati), dan pihak paranak berperan sebagai boru.

Struktur undangan Batak: bagian per bagian

Tabel ini ringkasan cepat sebelum kamu masuk ke contoh lengkapnya.

BagianApa yang ditulisContoh isinya
PembukaKalimat syukur, mengikuti pembuka Kristen atau umum"Dengan penuh sukacita dan ucapan syukur kepada Tuhan, kami mengundang..."
Nama mempelaiNama pria + marga, lalu nama wanita + boru + marga"[Nama] [Marga] & [Nama] boru [Marga]"
Nama orang tuaPutra/putri dari kedua orang tua, ibu pakai boru"Putra dari Bapak [Nama] [Marga] dan Ibu [Nama] boru [Marga]"
Turut mengundang (opsional)Kelompok dongan tubu, boru, hula-hula — bukan nama satu-satu"Dongan tubu dari pihak [Marga]"
AcaraPemberkatan dan pesta adat sebagai dua blok terpisah, masing-masing jam dan alamat sendiriLihat contoh lengkap di bawah
PenutupUcapan terima kasih, lalu salam penutup sesuai openingType"Hormat kami," (Kristen)

Bagian turut mengundang bukan wajib — kalau keluargamu memilih tidak memakainya, undangan tetap lengkap tanpa itu. Aturan urutan nama dan gelarnya sama seperti undangan pada umumnya, sudah dibahas lengkap di turut mengundang dan susunan turut mengundang.

Penanda boru dipakai di nama perempuan, mengikuti marga ayahnya — bukan marga suami. Nama laki-laki cukup diikuti marganya, tanpa boru. Ini format yang dipakai konsisten di seluruh contoh pada halaman ini:

[Nama Mempelai Pria] [Marga] & [Nama Mempelai Wanita] boru [Marga]

Putra dari Bapak [Nama Ayah] [Marga] dan Ibu [Nama Ibu] boru [Marga Ibu]
Putri dari Bapak [Nama Ayah] [Marga] dan Ibu [Nama Ibu] boru [Marga Ibu]

Perhatikan: ibu dari kedua mempelai juga ditulis pakai boru, karena boru mengikuti marga kelahirannya sendiri, bukan marga suaminya. Kesalahan paling sering di bagian ini adalah menaruh "boru" di nama mempelai pria — itu keliru, karena boru khusus untuk nama perempuan.

Turut mengundang ala Batak

Kalau keluargamu memakai bagian turut mengundang, penyebutannya biasanya per kelompok kerabat, bukan satu per satu seperti undangan umum. Ini contoh formatnya:

Turut berbahagia:

Dongan tubu dari pihak [Marga Mempelai Pria]
Hula-hula dari pihak [Marga Mempelai Wanita]
Keluarga besar boru [Marga]

Untuk aturan lengkap soal urutan senioritas dan gelar di luar konteks Batak, baca turut mengundang: urutan yang benar. Kalau kamu masih menyusun daftar siapa saja yang masuk kelompok mana, cara mengelola daftar tamu undangan bisa membantu merapikannya sebelum dipindah ke undangan digital.

18 contoh undangan Batak siap salin

Contoh 1 — Undangan lengkap versi parboru (Kristen)

Pesta digelar di pihak wanita (dialap jual). Tinggal ganti nama, marga, dan alamat.

Dengan penuh sukacita dan ucapan syukur kepada Tuhan,
kami mengundang Bapak/Ibu/Saudara/i untuk menghadiri pernikahan kami:

[Nama Mempelai Pria] [Marga]
putra dari Bapak [Nama] [Marga] dan Ibu [Nama] boru [Marga]

dengan

[Nama Mempelai Wanita] boru [Marga]
putri dari Bapak [Nama] [Marga] dan Ibu [Nama] boru [Marga]

PEMBERKATAN PERNIKAHAN
[Hari], [tanggal] - pukul 09.00 WIB
[Nama gereja dan alamat]

PESTA ADAT
[Hari], [tanggal] - pukul 12.00 WIB sampai selesai
[Nama gedung dan alamat, mengikuti kampung pihak wanita]

Merupakan suatu kehormatan dan kebahagiaan bagi kami apabila
Bapak/Ibu/Saudara/i berkenan hadir dan memberikan doa restu kepada kami.

Atas kehadiran dan doa restunya, kami ucapkan terima kasih.

Tuhan Yesus memberkati.

Hormat kami,
[Nama Mempelai Pria] & [Nama Mempelai Wanita]
beserta keluarga besar

Turut mengundang:
Keluarga Bapak [Nama Ayah Mempelai Wanita] [Marga]
dan Ibu [Nama] boru [Marga] (pihak parboru)

Contoh 2 — Undangan lengkap versi paranak (Kristen)

Strukturnya sama, bedanya pesta digelar di pihak pria (ditaruhon jual) — jadi alamat pesta adat dan keluarga yang tertulis sebagai pengundang ikut berubah.

Dengan penuh sukacita dan ucapan syukur kepada Tuhan,
kami mengundang Bapak/Ibu/Saudara/i untuk menghadiri pernikahan kami:

[Nama Mempelai Pria] [Marga]
putra dari Bapak [Nama] [Marga] dan Ibu [Nama] boru [Marga]

dengan

[Nama Mempelai Wanita] boru [Marga]
putri dari Bapak [Nama] [Marga] dan Ibu [Nama] boru [Marga]

PEMBERKATAN PERNIKAHAN
[Hari], [tanggal] - pukul 09.00 WIB
[Nama gereja dan alamat]

PESTA ADAT
[Hari], [tanggal] - pukul 12.00 WIB sampai selesai
[Nama gedung dan alamat, mengikuti kampung pihak pria]

Merupakan suatu kehormatan dan kebahagiaan bagi kami apabila
Bapak/Ibu/Saudara/i berkenan hadir dan memberikan doa restu kepada kami.

Atas kehadiran dan doa restunya, kami ucapkan terima kasih.

Tuhan Yesus memberkati.

Hormat kami,
[Nama Mempelai Pria] & [Nama Mempelai Wanita]
beserta keluarga besar

Turut mengundang:
Keluarga Bapak [Nama Ayah Mempelai Pria] [Marga]
dan Ibu [Nama] boru [Marga] (pihak paranak)

Contoh 3 — Hanya pesta adat, tanpa pemberkatan terpisah

Dipakai kalau pemberkatan sudah dilangsungkan lebih dulu secara terbatas, dan undangan ini khusus untuk pesta adatnya saja.

Dengan penuh rasa syukur dan kebahagiaan,
kami mengundang Bapak/Ibu/Saudara/i untuk hadir di hari bahagia kami:

[Nama Mempelai Pria] [Marga]
&
[Nama Mempelai Wanita] boru [Marga]

PESTA ADAT PERNIKAHAN
[Hari], [tanggal] - pukul 11.00 WIB sampai selesai
[Nama gedung dan alamat]

Merupakan suatu kehormatan dan kebahagiaan bagi kami apabila
Bapak/Ibu/Saudara/i berkenan hadir dan memberikan doa restu kepada kami.

Atas kehadiran dan doa restunya, kami ucapkan terima kasih.

Hormat kami,
[Nama Mempelai Pria] & [Nama Mempelai Wanita]
beserta keluarga besar

Contoh 4 — Blok nama mempelai untuk kartu cetak

Kalau kamu perlu potongan pendek untuk cover atau halaman pembuka saja, tanpa rangkaian acara:

Horas!

[Nama Mempelai Pria] [Marga]
&
[Nama Mempelai Wanita] boru [Marga]

[Tanggal Pernikahan]

Contoh 5 — Blok nama dan orang tua untuk halaman terpisah

[Nama Mempelai Pria] [Marga]
Putra dari Bapak [Nama] [Marga] dan Ibu [Nama] boru [Marga]

[Nama Mempelai Wanita] boru [Marga]
Putri dari Bapak [Nama] [Marga] dan Ibu [Nama] boru [Marga]

Contoh 6 — Undangan digital singkat untuk dibagikan

Versi ringkas untuk caption story atau pembuka pesan, tautan undangan lengkap ditaruh terpisah.

Horas! Kami mengundang kamu ke pernikahan kami.

[Nama Mempelai Pria] [Marga] & [Nama Mempelai Wanita] boru [Marga]
[Hari], [tanggal] - [jam] WIB

Detail lengkap acara dan lokasi ada di sini:
[tautan undangan]

Mauliate godang sudah mau hadir dan mendoakan kami.

Contoh 7 — Pesan WhatsApp formal ke hula-hula atau tetua adat

Horas, [Nama].

Dengan hormat, kami mengundang [Nama] sekeluarga pada pernikahan
[Nama Mempelai Pria] [Marga] dan [Nama Mempelai Wanita] boru [Marga],
[hari], [tanggal].

Pemberkatan pukul [jam] WIB di [nama gereja],
dilanjutkan pesta adat pukul [jam] WIB di [nama gedung].

Mohon kehadiran dan doa restunya, karena ada bagian rangkaian adat
yang melibatkan [Nama] sebagai hula-hula.

Rangkaian lengkap acara ada di tautan ini: [tautan undangan]

Mauliate godang.

Contoh 8 — Pesan WhatsApp formal ke tetua pihak paranak

Horas, [Nama].

Kami dari keluarga besar [Marga] bermaksud mengundang [Nama]
sekeluarga pada pernikahan [Nama Mempelai Pria] [Marga] dan
[Nama Mempelai Wanita] boru [Marga].

Pesta adat akan digelar [hari], [tanggal], pukul [jam] WIB
di [nama gedung dan alamat].

Kehadiran [Nama] sangat berarti bagi kami, terutama untuk
rangkaian adat dari pihak paranak.

Detail lengkap: [tautan undangan]

Mauliate.

Contoh 9 — Pesan WhatsApp santai ke sahabat

Woy [Nama]! Aku nikah!

[Hari], [tanggal], di [nama tempat]. Pemberkatan jam [jam],
lanjut pesta adat jam [jam] WIB.

Semua detailnya ada di sini ya: [tautan undangan]

Dateng, ya. Udah lama nggak ketemu juga.

Contoh 10 — Pemberitahuan martumpol

Martumpol bukan pesta, jadi pesannya lebih ringkas dan ditujukan ke keluarga dekat.

Horas, [Nama].

Kami ingin mengabari bahwa martumpol
[Nama Mempelai Pria] [Marga] dan [Nama Mempelai Wanita] boru [Marga]
akan dilangsungkan [hari], [tanggal], pukul [jam] WIB
di [nama gereja].

Mohon doa dan kehadirannya, [Nama].
Rangkaian pemberkatan dan pesta adat menyusul di tanggal berbeda,
kabarnya akan kami sampaikan lebih lanjut.

Mauliate.

Contoh 11 — Pesan pengantar tautan undangan ke grup keluarga

Horas semua,

Ini tautan undangan pernikahan
[Nama Mempelai Pria] [Marga] & [Nama Mempelai Wanita] boru [Marga]:

[tautan undangan]

Di dalamnya sudah ada jam pemberkatan, jam pesta adat, lokasi,
dan peta menuju ke sana. Mohon dibaca sampai bawah, ya,
karena ada bagian yang menyebutkan siapa saja yang diundang
ke rangkaian adatnya.

Mauliate godang.

Contoh 12 — Pengingat konfirmasi kehadiran (RSVP)

Horas, [Nama].

Mau mengingatkan soal pernikahan kami [tanggal] nanti.
Kalau belum sempat konfirmasi kehadiran, boleh dibantu isi
di tautan undangan ini, ya:

[tautan undangan]

Supaya kami bisa menyiapkan tempat dan hidangan dengan pas.
Mauliate.

Contoh 13 — Balasan cepat soal jam acara

Pemberkatan mulai [jam] WIB, pesta adatnya [jam] WIB, [Nama].
Semua jam dan lokasinya sudah kami tulis lengkap di tautan ini:
[tautan undangan]

Contoh 14 — Pesan pengumuman ke grup WhatsApp keluarga besar

Horas keluarga besar [Marga],

Dengan sukacita kami kabarkan bahwa
[Nama Mempelai Pria] [Marga] akan menikah dengan
[Nama Mempelai Wanita] boru [Marga] pada [tanggal].

Rangkaian pemberkatan dan pesta adat, lengkap dengan jam dan
lokasi, ada di tautan ini: [tautan undangan]

Mohon doa restu dan kehadiran dari seluruh keluarga besar.
Mauliate godang.

Contoh 15 — Surat undangan formal gaya cetak

Untuk versi yang terasa seperti surat resmi, misalnya untuk dikirim ke kantor atau instansi.

Kepada Yth. Bapak/Ibu/Saudara/i
[Nama Penerima]

Dengan penuh rasa syukur dan kebahagiaan,
kami mengundang Bapak/Ibu/Saudara/i untuk hadir di hari bahagia kami:

[Nama Mempelai Pria] [Marga] & [Nama Mempelai Wanita] boru [Marga]

Pemberkatan: [hari], [tanggal], pukul [jam] WIB, di [nama gereja]
Pesta Adat: [hari], [tanggal], pukul [jam] WIB, di [nama gedung]

Merupakan suatu kehormatan bagi kami apabila Bapak/Ibu/Saudara/i
berkenan hadir dan memberikan doa restu.

Hormat kami,
Keluarga Besar [Marga Pria] dan [Marga Wanita]

Contoh 16 — Varian Karo singkat

Kalau keluargamu Karo, bukan Toba, istilah dan kerangka kekerabatannya beda — pakai uis (bukan ulos) dan kalimbubu (bukan hula-hula). Penjelasan lengkapnya ada di prosesi pernikahan adat Karo, termasuk contoh undangan lengkapnya. Cuplikan bagian namanya:

[Nama Mempelai Pria] [Merga]
putra dari Bapak [Nama] [Merga] dan Ibu [Nama] beru [Merga]

dengan

[Nama Mempelai Wanita] beru [Merga]
putri dari Bapak [Nama] [Merga] dan Ibu [Nama] beru [Merga]

Perhatikan bedanya dari Toba: penanda untuk nama perempuan di Karo adalah beru, bukan boru. Dua istilah ini tidak boleh dipertukarkan.

Contoh 17 — Undangan mangain boru

Mangain boru adalah upacara adat memberikan marga kepada calon mempelai wanita yang bukan berasal dari suku Batak, biasanya digelar sebelum hari pernikahan. Ini murni acara adat — halaman ini tidak membahas status hukum atau administrasi apa pun soal marga tersebut.

Horas, [Nama].

Kami mengundang [Nama] sekeluarga pada acara mangain
[Nama Calon Mempelai Wanita], yang akan menerima marga [Marga]
dari keluarga besar kami.

Acara akan dilangsungkan [hari], [tanggal], pukul [jam] WIB
di [nama tempat].

Mohon doa restu dan kehadirannya.
Mauliate godang.

Contoh 18 — Undangan versi umum (tanpa nuansa keagamaan tertentu)

Dengan penuh rasa syukur dan kebahagiaan,
kami mengundang Bapak/Ibu/Saudara/i untuk hadir di hari bahagia kami:

[Nama Mempelai Pria] [Marga]
putra dari Bapak [Nama] [Marga] dan Ibu [Nama] boru [Marga]

dengan

[Nama Mempelai Wanita] boru [Marga]
putri dari Bapak [Nama] [Marga] dan Ibu [Nama] boru [Marga]

PESTA ADAT PERNIKAHAN
[Hari], [tanggal] - pukul 11.00 WIB sampai selesai
[Nama gedung dan alamat]

Merupakan suatu kehormatan dan kebahagiaan bagi kami apabila
Bapak/Ibu/Saudara/i berkenan hadir dan memberikan doa restu kepada kami.

Atas kehadiran dan doa restunya, kami ucapkan terima kasih.

Hormat kami,
[Nama Mempelai Pria] & [Nama Mempelai Wanita]
beserta keluarga besar

Siapa diundang ke acara yang mana

Undangan Batak sering memuat lebih dari satu acara dalam satu hari, dan tidak semua acara terbuka untuk tamu umum. Gambaran singkatnya:

AcaraSiapa yang umumnya hadir
MartumpolKeluarga kedua pihak, di gereja
PemberkatanKeluarga, kerabat dekat, dan jemaat
Pesta adatKeluarga besar dua pihak, dongan tubu, boru, hula-hula, dan tamu undangan
Mangain boru (kalau ada)Keluarga inti dan kerabat dekat

Penjelasan lebih rinci soal siapa hadir di tahap mana — termasuk tahap-tahap sebelum hari H yang bukan untuk tamu umum — ada di prosesi pernikahan adat Batak Toba.

Pemberkatan dan pesta adat punya karakter berbeda: satu di gereja dengan jam yang ditentukan gereja, satu lagi di gedung dengan alamat yang mengikuti hasuhuton (parboru atau paranak). Di Undaku, satu undangan bisa memuat beberapa acara sekaligus — tiap acara punya judul, tanggal, jam, zona waktu, lokasi, tautan peta, dan dress code sendiri-sendiri. Pilihan jenis acaranya mencakup akad, resepsi, lamaran, khitanan, aqiqah, wisuda, dan custom; kamu bisa menulis "Pemberkatan" dan "Pesta Adat" sebagai dua acara custom terpisah dalam satu tautan yang sama.

Pembuka undangan bernuansa Kristen tersedia sebagai salah satu opsi di Undaku, bersama pembuka Islam, umum, dan Hindu — kamu memilih satu, bukan menuliskannya sendiri. Soal zona waktu: Sumatera Utara berada di WIB. Undangan di Undaku menampilkan jam acara beserta zona waktunya, jadi kerabat rantau di daerah WITA atau WIT langsung tahu jam itu mengikuti WIB. Untuk tampilannya, pilih dari tema undangan Batak yang memakai warna dan motif khas Batak.

Kesalahan yang sering terjadi

  • Menulis "boru" di nama mempelai pria. Penanda ini khusus untuk nama perempuan.
  • Mencampur istilah Toba dan Karo. Ulos bukan uis, hula-hula bukan kalimbubu, boru bukan beru — dua adat ini tidak bisa saling menggantikan istilah.
  • Menyalin nominal sinamot dari internet. Besarannya hasil musyawarah dua keluarga, bukan angka umum yang bisa dicontek.
  • Salah pasang salam penutup. Untuk undangan Kristen, salam penutupnya "Hormat kami," bukan kalimat penutup agama lain.
  • Lupa mencantumkan alamat sesuai hasuhuton. Kalau pestanya dialap jual, alamat mengikuti pihak wanita — bukan disalin dari alamat KTP mempelai pria, atau sebaliknya.
  • Melewatkan zona waktu di pesan WhatsApp. Di teks yang kamu ketik sendiri, tulis WIB secara eksplisit, terutama kalau ada kerabat dari luar Sumatera Utara yang membacanya.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa beda undangan parboru dan paranak?

Bedanya bukan di nama yang dicantumkan — keduanya sama-sama menampilkan nama lengkap kedua mempelai dan kedua orang tua. Yang berbeda adalah siapa yang jadi hasuhuton (tuan rumah pesta) dan alamat pesta adatnya, mengikuti dialap jual (di pihak wanita) atau ditaruhon jual (di pihak pria).

Apakah undangan Batak harus ditulis dalam bahasa Batak?

Tidak. Banyak contoh yang beredar memang ditulis penuh bahasa Batak, tapi itu bukan keharusan. Menulis dalam bahasa Indonesia dengan istilah adat yang tepat (parboru, paranak, hula-hula, dan seterusnya) sama pantasnya, dan lebih mudah dipahami tamu yang tidak fasih bahasa Batak.

Apa itu hasuhuton?

Hasuhuton adalah istilah untuk keluarga yang berperan sebagai tuan rumah pesta adat. Siapa yang jadi hasuhuton ditentukan bentuk pestanya: dialap jual membuat parboru sebagai hasuhuton, ditaruhon jual membuat paranak sebagai hasuhuton.

Apakah acara mangain boru perlu undangan terpisah?

Kalau keluargamu menggelar mangain boru sebelum hari pernikahan, biasanya ya — karena acaranya digelar di hari dan tempat yang berbeda dari pesta pernikahan. Contoh teksnya ada di Contoh 17 di atas.

Apakah halaman ini berlaku untuk Batak Karo?

Istilah utama di halaman ini (parboru, paranak, hasuhuton, hula-hula, dongan tubu) adalah istilah Toba. Batak Karo punya kerangka dan istilah sendiri (kalimbubu, anak beru, beru) — urutan dan contoh lengkapnya ada di prosesi pernikahan adat Karo.

Boleh gabung pemberkatan dan pesta adat dalam satu undangan?

Boleh, dan itu yang paling umum kalau keduanya digelar di hari yang sama. Tulis sebagai dua blok terpisah dengan jam dan alamat masing-masing, seperti Contoh 1 dan Contoh 2 di atas.

Buat undangan Batak-mu di Undaku

Rangkaian pernikahan Batak sering memuat pemberkatan dan pesta adat dengan jam serta alamat yang berbeda, apalagi kalau versinya parboru atau paranak. Di Undaku kamu bisa menuliskan kedua acara itu di satu undangan digital — masing-masing dengan jam, zona waktu WIB, lokasi, dan petanya sendiri — lalu membagikan satu tautan yang sama ke semua tamu. Mulai buat undanganmu di Undaku, gratis untuk dicoba sebelum kamu putuskan.

Artikel terkait

Tema undangan terkait

Sekalian buat undangan digitalnya?

Lengkap dengan RSVP, galeri foto, amplop digital, dan link khusus untuk setiap tamu — jadi dalam 5 menit.

Buat Undangan Gratis